Kisah Sufi Amil-Baba: Gerbang Surga

Selasa, 14 Desember 2021 - 12:43 WIB
loading...
Kisah Sufi Amil-Baba:...
Beberapa orang menganggap kisah ini berasal dari Khalifah Ali bin Abi Thalib. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A A A
Idries Shah dalam bukunya berjudul "Tales of The Dervishes" menukil kisah yang merupakan bahan ajaran darwis yang disukai, kadang-kadang disebut 'Perumpamaan tentang Kurangnya Perhatian.'

Walaupun dikenal sebagai cerita rakyat, menurut Idries Shah, asal usul kisah ini tidak diketahui. "Beberapa orang menganggapnya berasal dari Hadrat Ali , khalifah keempat. Yang lain mengatakan bahwa kisah ini begitu penting sehingga disampaikan oleh Nabi sendiri, secara rahasia," ujarnya.

Yang pasti, kata Idries Shah, kisah ini tidak ditemukan dalam Hadits Nabi yang sahih.

Di sisi lain, Idries Shah, menjelaskan bentuk sastra yang ditampilkan dalam kisah ini berasal dari karya seorang darwis tak dikenal dari abad ketujuh belas, Amil-Baba, yang naskah-naskahnya menekankan bahwa 'pengarang sejati adalah dia yang karangannya tanpa nama karena dengan cara itu tak ada yang berdiri di antara pelajar dan yang dipelajarinya.' Berikut kisah tersebut:

Baca juga: Kisah Sufi Imam Al-Ghazali: Tempat Penjual Wangi-wangian

Zaman dahulu ada seorang lelaki baik hati. Ia telah menjalani hidupnya dengan melakukan segala hal yang memungkinkan orang masuk surga. Ia menolong orang miskin, mengasihi sesamanya, dan melayani mereka.

Mengingat pentingnya kesabaran, ia bertahan menanggung kesulitan besar yang terkadang tak terduga, dan sering kali ini dilakukannya demi kebahagian orang lain.

Ia pun berkelana ke berbagai tempat untuk mendapatkan pengetahuan. Kerendahan hati dan perilakunya yang pantas ditiru dikenal dari Timur ke Barat dan dari Utara ke Selatan; orang-orang memujinya sebagai seorang bijaksana dan warga yang baik.

Segala kebajikan ia jalankan kapan pun ia ingat untuk melakukannya. Namun, ia mempunyai satu kekurangan yaitu kurang perhatian.

Kecenderungan ini memang tidak begitu kuat, ia menyadarinya, dan bila dibandingkan dengan semua kelebihanya, kekurangan itu sungguh hanyalah cacat kecil saja.

Ada sejumlah orang miskin yang belum ditolongnya, sebab dari waktu ke waktu ia kurang perhatian terhadap kebutuhan mereka. Cinta kasih dan pelayanan pun kadang terlupakan apabila apa yang dipikirkannya adalah keperluan atau hasrat pribadi yang muncul dalam dirinya.

Ia suka sekali tidur. Dan kadang-kadang ketika ia sedang tidur, kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan, atau memahaminya, atau melaksanakan kerendahan hati, atau menambahkan jumlah tindakan-tindakannya yang baik, kesempatan-kesempatan serupa itu lewat begitu saja, dan tidak kembali lagi.

Sama seperti karakternya yang baik meninggalkan kesan pada diri sejatinya, begitu pula karakternya yang buruk tadi.

Kemudian, ia meninggal. Menyadari dirinya berada di alam baka, dan sedang berjalan menuju pintu-pintu Taman Bertembok, orang itu berhenti sebentar. Ia menguji kata hatinya. Ia merasa mempunyai kesempatan yang besar untuk memasuki Gerbang Mulia itu.

Baca juga: Kisah Sufi Najmudin Kubra: Latihan Orang yang Mudah Marah

Tiba-tiba, dilihatnya gerbang itu tertutup; lalu terdengar suara berkata kepadanya: "Berjaga-jagalah senantiasa; sebab gerbang ini hanya terbuka sekali dalam seratus tahun."

Ia pun tinggal di sana menunggu, penuh gairah menantikan dibukanya kembali gerbang tersebut. Tetapi, mengabaikan kesempatan untuk melakukan kebajikan bagi manusia, ia mendapati bahwa kemampuannya untuk memperhatikan tidaklah cukup bagi dirinya.

Setelah berjaga terus selama waktu yang rasanya sudah seabad, kepalanya terkantuk-kantuk. Segera saja kelopak matanya menutup. Dan dalam saat yang sekejap itu gerbang pun terbuka.

Sebelum mata lelaki itu benar-benar terbuka kembali, gerbang itu pun tertutup dengan suara gemuruh yang cukup dahsyat untuk membangunkan orang mati.

Kisah ini juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia antara lain oleh Ahmad Bahar dalam bukunya berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi. Juga oleh Sapardi Djoko Damono dalam buku Kisah-Kisah Sufi, Kumpulan Kisah Nasehat Para Guru Sufi Selama Seribu Tahun yang Lampau.

Baca juga: Kisah Sufi Dzun Nun Al-Mishri: Pukullah pada Tanda Ini
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Dekat dengan Indonesia,...
Dekat dengan Indonesia, Ini yang Akan Picu Lempeng Raksasa Samudra Hindia Pecah
Cincin Saturnus Akan...
Cincin Saturnus Akan Menghilang Akhir Pekan Ini, Berikut Penjelasannya
Fenomena Alam Pemicu...
Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari Terdeteksi
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved