Sa'id bin al-Harits, Pecinta Sholat Tahajud yang Syahid Dikelilingi Bidadari
Selasa, 28 Desember 2021 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian ia mengulurkan tangan kanannya, seakan-akan mengambil sesuatu. Kemudian ia menarik kembali tangannya dengan pelan sambil tertawa. Kemudian ia berkata, "Malam ini saja!'
Selanjutnya, ia bangun dari tidurnya dalam keadaan gemetar. Aku dekap ia dan aku tenangkan. Setelah tenang, ia mengucapkan tahlil, takbir, dan tahmid.
Aku pun memintanya untuk menceritakan apa yang telah terjadi. Ia memberitahuku bahwa ada dua orang laki-laki mendatanginya dalam mimpi dengan rupa yang bagus. Mereka berkata, "Bangunlah agar kami bisa memperlihatkan nikmat yang Allah sediakan untukmu.”
Sa'id lalu menceritakan kepadaku bahwa ia melihat istana dan bidadari-bidadari yang menyambutnya. la berjalan-jalan di dalam istana itu sampai ke sebuah kasur yang di atasnya terdapat satu bidadari. Seakan-akan bidadari itu adalah permata yang disimpan.
Bidadari itu berkata kepadanya, “Sudah cukup lama aku menantimu."
Sa'id pun bertanya, "Siapa kamu?"
Bidadari menjawab, "Aku adalah istrimu yang abadi."
Sa'id melanjutkan kisahnya, 'Aku pun mengulurkan tangan kepadanya, namun ia menampikku dengan lembut. Bidadari itu berkata, "Hari ini belum bisa. Sebab engkau masih harus kembali ke dunia.”
Aku berkata kepadanya, "Aku tidak ingin kembali."
la menanggapi, “Engkau harus kembali. Engkau masih harus tinggal di dunia selama tiga hari. Pada malam ketiga, engkau akan berbuka bersama kami. Insya Allah.”
Aku berkata kepadanya, "Malam ini saja!”
Namun bidadari itu menjawab, "Perkara ini telah ditetapkan."
Kemudian ia bangkit dari tempat duduknya. Ketika itulah aku terbangun dari tidurku.
Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?
Selanjutnya, ia bangun dari tidurnya dalam keadaan gemetar. Aku dekap ia dan aku tenangkan. Setelah tenang, ia mengucapkan tahlil, takbir, dan tahmid.
Aku pun memintanya untuk menceritakan apa yang telah terjadi. Ia memberitahuku bahwa ada dua orang laki-laki mendatanginya dalam mimpi dengan rupa yang bagus. Mereka berkata, "Bangunlah agar kami bisa memperlihatkan nikmat yang Allah sediakan untukmu.”
Sa'id lalu menceritakan kepadaku bahwa ia melihat istana dan bidadari-bidadari yang menyambutnya. la berjalan-jalan di dalam istana itu sampai ke sebuah kasur yang di atasnya terdapat satu bidadari. Seakan-akan bidadari itu adalah permata yang disimpan.
Bidadari itu berkata kepadanya, “Sudah cukup lama aku menantimu."
Sa'id pun bertanya, "Siapa kamu?"
Bidadari menjawab, "Aku adalah istrimu yang abadi."
Sa'id melanjutkan kisahnya, 'Aku pun mengulurkan tangan kepadanya, namun ia menampikku dengan lembut. Bidadari itu berkata, "Hari ini belum bisa. Sebab engkau masih harus kembali ke dunia.”
Aku berkata kepadanya, "Aku tidak ingin kembali."
la menanggapi, “Engkau harus kembali. Engkau masih harus tinggal di dunia selama tiga hari. Pada malam ketiga, engkau akan berbuka bersama kami. Insya Allah.”
Aku berkata kepadanya, "Malam ini saja!”
Namun bidadari itu menjawab, "Perkara ini telah ditetapkan."
Kemudian ia bangkit dari tempat duduknya. Ketika itulah aku terbangun dari tidurku.
Baca juga: Bernarkah Khalifah Utsman bin Affan Dikorbankan Bani Umayyah?
Lihat Juga :