Pra-Islam: Pemeluk Yahudi Masuk Wilayah Arab dan Peristiwa Ashabul Ukhdud
Senin, 03 Januari 2022 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
"Bukti sejarah berupa pekuburan orang Yahudi Himyar (Homeriton) di timur kota Haifa memperlihatkan bahwa generasi Yahudi Yaman banyak yang menjalin hubungan dengan orang Yahudi Palestina," tulisnya.
Baca juga: Kisah Nebukadnezar Jadikan Budak Puluhan Ribu Keturunan Nabi Ya'qub dan Nabi Sulaiman
Gelombang pertama imigran Yahudi ke selatan diduga bermukim di Khaibar, sehingga daerah ini menjadi permukiman Yahudi tertua di selatan.
Menurut sebagian ahli, Khaibar berasal dari kata Ibrani Kheber, berarti kelompok, jemaat, atau markas tentara. Permukiman di daerah subur ini dimulai oleh Syaftia bin Mahlayel dari Bani Farish. Namun, Yatsrib-lah yang kemudian jadi pusat orang Yahudi Arab.
Sebelum kedatangan mereka dari utara, di kota itu telah bermukim kabilah-kabilah Arab. Mereka menyambut baik kedatangan orang-orang Yahudi dan bahkan sebagian kecil kabilah Arab itu kemudian menganut agama Yahudi. Hal ini terlihat dari nama-nama kabilah yang asli Arab, seperti Bani Auf, Bani Ikrimah, atau Bani Tsa'labah. Maka, sebagian ahli menduga bahwa Yahudi Bani Qainuga pun sebenarnya orang Arab yang telah lama memeluk agama itu.
Melalui kemampuan bertani, menjinakkan binatang, dan berdagang, orang Yahudi meraih pengaruh kuat di kota itu. Tetapi setelah kedatangan kabilah Arab dari selatan, al-Aus dan al-Khazraj, pengaruh mereka melemah dan terkalahkan oleh kedua kabilah tersebut.
Ashabul Ukhdud
Agama Yahudi juga merambah ke wilayah Yaman karena dibawa oleh As'ad Abu Karib. Mulanya, Abu Karib pergi berperang ke Yatsrib dan ketika itulah ia kemudian memeluk agama Yahudi di sana. Sepulangnya ke Yaman, dia membawa dua pemuka Yahudi dari Bani Quraizhah sehingga agama Yahudi pun menyebar di sana.
Setelah As'ad Abu Karib meninggal dunia, digantikan oleh anaknya, Zur’ah Dzu Nuwas. Sang anak ini berhasil membangun Kerajaan Himyar serta pernah menaklukkan kota Najran dan memaksa penduduknya yang beragama Nasrani memeluk Yahudi.
Hanya saja, orang-orang Masehi penduduk Najran menolak sehingga mereka dimasukkan ke dalam parit lalu dibakar. Semua orang dibantai dalam peristiwa ini dan tidak ada yang tersisa. Ini terjadi pada tahun 523 Masehi dan diabadikan dalam Al-Quran Surah Al-Buruj .
Baca juga: Kisah Nebukadnezar Bantai 70.000 Orang untuk Hentikan Didihan Darah Nabi Yahya
Baca juga: Kisah Nebukadnezar Jadikan Budak Puluhan Ribu Keturunan Nabi Ya'qub dan Nabi Sulaiman
Gelombang pertama imigran Yahudi ke selatan diduga bermukim di Khaibar, sehingga daerah ini menjadi permukiman Yahudi tertua di selatan.
Menurut sebagian ahli, Khaibar berasal dari kata Ibrani Kheber, berarti kelompok, jemaat, atau markas tentara. Permukiman di daerah subur ini dimulai oleh Syaftia bin Mahlayel dari Bani Farish. Namun, Yatsrib-lah yang kemudian jadi pusat orang Yahudi Arab.
Sebelum kedatangan mereka dari utara, di kota itu telah bermukim kabilah-kabilah Arab. Mereka menyambut baik kedatangan orang-orang Yahudi dan bahkan sebagian kecil kabilah Arab itu kemudian menganut agama Yahudi. Hal ini terlihat dari nama-nama kabilah yang asli Arab, seperti Bani Auf, Bani Ikrimah, atau Bani Tsa'labah. Maka, sebagian ahli menduga bahwa Yahudi Bani Qainuga pun sebenarnya orang Arab yang telah lama memeluk agama itu.
Melalui kemampuan bertani, menjinakkan binatang, dan berdagang, orang Yahudi meraih pengaruh kuat di kota itu. Tetapi setelah kedatangan kabilah Arab dari selatan, al-Aus dan al-Khazraj, pengaruh mereka melemah dan terkalahkan oleh kedua kabilah tersebut.
Ashabul Ukhdud
Agama Yahudi juga merambah ke wilayah Yaman karena dibawa oleh As'ad Abu Karib. Mulanya, Abu Karib pergi berperang ke Yatsrib dan ketika itulah ia kemudian memeluk agama Yahudi di sana. Sepulangnya ke Yaman, dia membawa dua pemuka Yahudi dari Bani Quraizhah sehingga agama Yahudi pun menyebar di sana.
Setelah As'ad Abu Karib meninggal dunia, digantikan oleh anaknya, Zur’ah Dzu Nuwas. Sang anak ini berhasil membangun Kerajaan Himyar serta pernah menaklukkan kota Najran dan memaksa penduduknya yang beragama Nasrani memeluk Yahudi.
Hanya saja, orang-orang Masehi penduduk Najran menolak sehingga mereka dimasukkan ke dalam parit lalu dibakar. Semua orang dibantai dalam peristiwa ini dan tidak ada yang tersisa. Ini terjadi pada tahun 523 Masehi dan diabadikan dalam Al-Quran Surah Al-Buruj .
Baca juga: Kisah Nebukadnezar Bantai 70.000 Orang untuk Hentikan Didihan Darah Nabi Yahya
Lihat Juga :