Kekayaan Nabi Muhammad SAW Saat Menjadi Pedagang di Mekkah
Senin, 03 Januari 2022 - 14:02 WIB
loading...
Kekayaan Nabi Muhammad saat menjadi pedagang di Mekkah tidaklah kecil. Nabi Muhammad kaya sejak muda. (Foto/Ilustrasi: Ist)
A
A
A
Kekayaan Nabi Muhammad SAW saat menjadi pedagang di Mekkah tidaklah kecil. Neraca dagang Rasulullah adalah berupa 1.216,343 gram emas atas usaha, 1.251,601 gram emas atas pembiayaan (investasi dan sedekah), serta 15 bidang tanah dengan masing-masing harga jual sebesar 25,5 kg emas yang diwakafkan.
Baca juga: Muslim Wajib Kaya: Nabi Muhammad adalah Miliarder
Dalam buku "Harta Nabi" karya Abdul Fattah As-Samman dijelaskan Rasulullah bukan kaya karena harta warisan. Bukan pula kaya karena menjadi raja.
Menggambarkan betapa Nabi Muhammad lumayan tajir, Abdul Fattah menyebut mahar Rasulullah SAW kepada Sayyidah Khadijah bukan hanya sembarang mahar. Mahar Nabi saat menikahi Sayyidah Khadijah berupa 20 unta bakrah. Unta-unta yang diberikan Nabi Muhammad SAW merupakan jenis unta yang terbaik dan berkualitas.
Jika unta dengan kualitas terbaik itu diasumsikan seharga Rp50 juta per ekor, maka mahar Rasulullah SAW kepada Khadijah kala itu mencapai Rp1 miliar jika dikonversikan ke dalam mata uang Indonesia. "Tentu saja, jumlah ini bukanlah hal yang mudah. Itu artinya, sebelum menikahi Khadijah, Rasulullah SAW merupakan pribadi yang siap dengan pernikahan," katanya.
Sedari kecil, Rasulullah pun sudah terbiasa mencari harta dengan cara berdagang. Beliau dijuluki sebagai seorang yang terpercaya (Al-Amin). Siapapun dagangannya yang dibawa oleh Rasulullah SAW selalu mendapatkan keuntungan secara adil dan jujur.
Tak ada yang Rasulullah sembunyikan, dan tak ada yang tak diberitahukan secara transparan.
Afzalur Rahman dalam "Ensiklopedi Muhammad" Sebagai Pedagang juga memaparkan, Muhammad tumbuh dewasa di bawah asuhan Abu Thalib dan terus belajar mengenai bisnis perdagangan dari pamannya ini.
Dalam menggeluti profesinya sebagai pedagang, Nabi tak sekadar mencari nafkah yang halal guna memenuhi biaya hidup, tetapi juga untuk membangun reputasinya agar orang-orang kaya berdatangan dan mempercayakan dana mereka kepadanya.
Berbekal pengalamannya dalam berdagang dan reputasinya yang terkenal sebagai pedagang yang terpercaya dan jujur, beliau memperoleh banyak kesempatan berdagang dengan modal orang lain.
Baca juga: Muslim Wajib Kaya: Nabi Muhammad adalah Miliarder
Dalam buku "Harta Nabi" karya Abdul Fattah As-Samman dijelaskan Rasulullah bukan kaya karena harta warisan. Bukan pula kaya karena menjadi raja.
Menggambarkan betapa Nabi Muhammad lumayan tajir, Abdul Fattah menyebut mahar Rasulullah SAW kepada Sayyidah Khadijah bukan hanya sembarang mahar. Mahar Nabi saat menikahi Sayyidah Khadijah berupa 20 unta bakrah. Unta-unta yang diberikan Nabi Muhammad SAW merupakan jenis unta yang terbaik dan berkualitas.
Jika unta dengan kualitas terbaik itu diasumsikan seharga Rp50 juta per ekor, maka mahar Rasulullah SAW kepada Khadijah kala itu mencapai Rp1 miliar jika dikonversikan ke dalam mata uang Indonesia. "Tentu saja, jumlah ini bukanlah hal yang mudah. Itu artinya, sebelum menikahi Khadijah, Rasulullah SAW merupakan pribadi yang siap dengan pernikahan," katanya.
Sedari kecil, Rasulullah pun sudah terbiasa mencari harta dengan cara berdagang. Beliau dijuluki sebagai seorang yang terpercaya (Al-Amin). Siapapun dagangannya yang dibawa oleh Rasulullah SAW selalu mendapatkan keuntungan secara adil dan jujur.
Tak ada yang Rasulullah sembunyikan, dan tak ada yang tak diberitahukan secara transparan.
Afzalur Rahman dalam "Ensiklopedi Muhammad" Sebagai Pedagang juga memaparkan, Muhammad tumbuh dewasa di bawah asuhan Abu Thalib dan terus belajar mengenai bisnis perdagangan dari pamannya ini.
Dalam menggeluti profesinya sebagai pedagang, Nabi tak sekadar mencari nafkah yang halal guna memenuhi biaya hidup, tetapi juga untuk membangun reputasinya agar orang-orang kaya berdatangan dan mempercayakan dana mereka kepadanya.
Berbekal pengalamannya dalam berdagang dan reputasinya yang terkenal sebagai pedagang yang terpercaya dan jujur, beliau memperoleh banyak kesempatan berdagang dengan modal orang lain.
Lihat Juga :