5 Baju Muslim Khas dari Berbagai Negara: No 5 Simbol Akulturasi
Senin, 03 Januari 2022 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Viral Artis Miliki Boneka Arwah, Begini Penjelasan Hukum Spirit Doll dalam Islam
3. Jubbas (Negara Turki)
Jubbas yaitu satu pakaian lengan panjang yang menutupi sisi badan sampai mata kaki, umumnya dipakai oleh lelaki muslim di Arab. Namun, jubbas datang dari bahasa Turki yang bermakna selama mata kaki. Umumnya untuk baju type jubba tak mempunyai banyak warna serta style lebih condong polos dan didominasi oleh beberapa warna netral seperti hitam, putih, dongker, abu-abu serta tak diketemukan motif maupun corak pada baju muslim ini.
Untuk busana muslimahnya lebih variatif dan banyak terinspirasi dari wanita Eropa, hanya saja hijab yang dipakai biasanya sangat classy sekaligus stylish. Biasanya, perempuan Turki mengenakan kerudung segiempat beraneka motif yang dilipat menjadi segitiga, kemudian satu sisi hijab diikat ke leher untuk memberikan kesan feminin dan chic.
4. Galabiyya (Mesir)
Jenis busana muslim ini, adalah satu jubah longgar yang digunakan oleh lelaki muslim di Mesir, walau terdapat banyak Negara Arab yang lain yang memakai arti yang sama. Tetapi galabiyya asal Mesir mempunyai kelebihan lebih tampak kasual hingga pas untuk dipakai kemana sajakah, setiap saat serta dimanapun, baik untuk acara resmi ataupun non resmi.
Sedangkan kaum wanitanya, mereka senang dengan gaya hijab yang cukup beragam, mulai dari turban, khimar, hingga layering. Hijab yang terbuat dari bahan yang ringan dan pemakaian yang sederhana menjadi ciri khas mereka. Gaya hijab khas Mesir juga berani memadukan beberapa warna dan motif sekaligus.
5. Pakaian Koko (Indonesia)
Pakaian Koko adalah pakaian muslim pria yang paling umum di Indonesia. Pakaian ini nyatanya asal muasalnya diawali dari dampak bangsa China di Indonesia. Pakaian koko sudah dipakai dengan cara turun temurun dari orang-orang China yang dahulu umum dimaksud dengan nama Tui Khim. Pakaian ini selalu jadi popular sampai saat ini.
Nama " koko " sendiri datang dari panggilan orang Indonesia pada golongan lelaki Tionghoa yang umum dengan sebutan engko/engkoh, yang lalu berkembang jadi koko. Sebutan itu semakin menempel hingga lebih dikenal dengan sebutan pakaian koko. Pakaian ini jadi bukti historis otentik tentang akulturasi bangsa Indonesia dengan kebudayaan China di tanah air.
Sedangkan, busana muslimahnya cukup beraneka ragam, mulai dari kerudung segi empat, pashmina, khimar atau jilbab. Mereka gemar tampil modis namun tetap stylish dengan pilihan warna-warna netral hingga hijab bermotif yang dikreasikan dengan rapi.
Baca juga: Pra-Islam: Pemeluk Yahudi Masuk Wilayah Arab dan Peristiwa Ashabul Ukhdud
3. Jubbas (Negara Turki)
Jubbas yaitu satu pakaian lengan panjang yang menutupi sisi badan sampai mata kaki, umumnya dipakai oleh lelaki muslim di Arab. Namun, jubbas datang dari bahasa Turki yang bermakna selama mata kaki. Umumnya untuk baju type jubba tak mempunyai banyak warna serta style lebih condong polos dan didominasi oleh beberapa warna netral seperti hitam, putih, dongker, abu-abu serta tak diketemukan motif maupun corak pada baju muslim ini.
Untuk busana muslimahnya lebih variatif dan banyak terinspirasi dari wanita Eropa, hanya saja hijab yang dipakai biasanya sangat classy sekaligus stylish. Biasanya, perempuan Turki mengenakan kerudung segiempat beraneka motif yang dilipat menjadi segitiga, kemudian satu sisi hijab diikat ke leher untuk memberikan kesan feminin dan chic.
4. Galabiyya (Mesir)
Jenis busana muslim ini, adalah satu jubah longgar yang digunakan oleh lelaki muslim di Mesir, walau terdapat banyak Negara Arab yang lain yang memakai arti yang sama. Tetapi galabiyya asal Mesir mempunyai kelebihan lebih tampak kasual hingga pas untuk dipakai kemana sajakah, setiap saat serta dimanapun, baik untuk acara resmi ataupun non resmi.
Sedangkan kaum wanitanya, mereka senang dengan gaya hijab yang cukup beragam, mulai dari turban, khimar, hingga layering. Hijab yang terbuat dari bahan yang ringan dan pemakaian yang sederhana menjadi ciri khas mereka. Gaya hijab khas Mesir juga berani memadukan beberapa warna dan motif sekaligus.
5. Pakaian Koko (Indonesia)
Pakaian Koko adalah pakaian muslim pria yang paling umum di Indonesia. Pakaian ini nyatanya asal muasalnya diawali dari dampak bangsa China di Indonesia. Pakaian koko sudah dipakai dengan cara turun temurun dari orang-orang China yang dahulu umum dimaksud dengan nama Tui Khim. Pakaian ini selalu jadi popular sampai saat ini.
Nama " koko " sendiri datang dari panggilan orang Indonesia pada golongan lelaki Tionghoa yang umum dengan sebutan engko/engkoh, yang lalu berkembang jadi koko. Sebutan itu semakin menempel hingga lebih dikenal dengan sebutan pakaian koko. Pakaian ini jadi bukti historis otentik tentang akulturasi bangsa Indonesia dengan kebudayaan China di tanah air.
Sedangkan, busana muslimahnya cukup beraneka ragam, mulai dari kerudung segi empat, pashmina, khimar atau jilbab. Mereka gemar tampil modis namun tetap stylish dengan pilihan warna-warna netral hingga hijab bermotif yang dikreasikan dengan rapi.
Baca juga: Pra-Islam: Pemeluk Yahudi Masuk Wilayah Arab dan Peristiwa Ashabul Ukhdud
(wid)
Lihat Juga :