Kisah Diskusi Malaikat dengan Nabi Ibrahim Perihal Penghancuran Kaum Luth

Rabu, 05 Januari 2022 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Sampai dia mencapai sepuluh, dan mereka berkata, “Dan bahkan jika ada sepuluh.”

Dia berkata, “Tidak ada bangsa yang tidak memiliki sepuluh orang baik di dalamnya.”

Ketika para utusan itu memberi tahu Ibrahim tentang keadaan Kaum Luth, dia berkata kepada mereka, “Sesungguhnya di sini ada Luth.”

Ath-Thabari berpendapat, ketika Ibrahim berkata seperti ini, itu karena dia khawatir akan keselamatan Luth jika Sodom dihancurkan.

Dan para utusan itu berkata, “Kami lebih tahu siapa-siapa saja yang ada di sana. Kami akan menyelamatkannya dan keluarganya, kecuali istrinya, yang merupakan salah satu dari mereka yang akan tertinggal di belakang.”

Kemudian utusan Allah bergerak menuju Sodom, kota Kaum Luth. Disebutkan bahwa ketika mereka sampai di sana, mereka bertemu Luth di sebidang tanah tempat dia sedang bekerja, dan di sungai mereka bertemu putri Luth yang sedang mengambil air.

Baca juga: Kisah Dua Putri Nabi Luth yang Selamat dari Azab dan Koreksi terhadap Taurat

Adapun mengenai pernyataan Ibrahim dalam ayat di atas, “Sesungguhnya di sini ada Luth,” Allamah Thabathabai, dalam Tafsir al-Mizan, berbeda pendapat dengan ath-Thabari. Dia berpendapat bahwa ketika Ibrahim berkata demikian, sesungguhnya itu merupakan ungkapan harapan kiranya siksaan itu dapat dialihkan demi kemuliaan Nabi Luth, bukan bertujuan agar Luth diselamatkan dari siksa itu atau dampaknya.

Thabathabai menguatkan pendapatnya dalam ayat berikut ini:

Maka tatkala rasa takut telah pergi dari Ibrahim dan telah datang kepadanya berita gembira, dia pun berdiskusi dengan (para rasul) Kami tentang kaum Luth. Sesungguhnya Ibrahim benar-benar penyantun lagi pengiba dan suka kembali. Hai Ibrahim, berpalinglah dari ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.” ( QS Hud : 74-76)

Ayat surat Hud ini menurut Thabathabai, merupakan bukti yang sangat jelas bahwa beliau berupaya “membela”, yakni memohon agar ditangguhkan jatuhnya siksa itu terhadap kaum Luth, bukan permohonan menyangkut keselamatan Nabi Luth.

Menurut Quraish Shihab , pendapat Thabathabai sangat tepat. Karena kata-kata “bermujadalah” dalam ayat di atas artinya adalah berdiskusi dengan tujuan meyakinkan pihak lain yang berbeda pendapat.

Demikian juga penyebutan sifat Ibrahim sebagai “pengiba” dan “suka kembali” untuk bertaubat kepada Allah, serta pernyataan akhir ayat di atas bahwa “azab yang tidak dapat ditolak”, semua mengesankan adanya upaya Nabi Ibrahim untuk menolak jatuhnya siksa itu, paling tidak untuk sementara waktu guna memberi kesempatan kaum Nabi Luth untuk bertaubat.

Memang, Allah dapat menangguhkan siksa atas kaum durhaka, bila ada orang-orang yang taat dan dekat kepada-Nya. Sebagaimana Al-Quran dalam ayat lain menegaskan bahwa keberadaan Nabi Muhammad SAW merupakan jaminan tidak jatuhnya siksa Allah. Allah berfirman:

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang engkau berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” ( QS al-Anfal : 33).

Ditemukan juga riwayat yang menyatakan, “Seandainya bukan karena adanya orang-orang tua yang bungkuk, anak-anak yang menyusu dan binatang-binatang yang melata, niscaya Allah akan menumpahkan siksa kepada para pendurhaka.”

Baca juga: Azab Kaum Nabi Luth, Peringatan bagi Perilaku Liwath
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Di Balik Perintah dan...
Di Balik Perintah dan Makna Ibadah Haji : Pelajaran dari Perjalanan Nabi Ibrahim dan Keluarganya
Doa Nabi Luth AS : Mohon...
Doa Nabi Luth AS : Mohon Dijauhkan dari Azab Allah
Perbedaan Nabi dan Rasul,...
Perbedaan Nabi dan Rasul, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Dalam Perjalanan Isra...
Dalam Perjalanan Isra Mikraj, Rasulullah SAW Menjadi Imam Salat Para Nabi
Inilah Para Nabi dan...
Inilah Para Nabi dan Rasul yang Bertemu Rasulullah dalam Perjalanan Mikraj
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Tanda-tanda...
Ilmuwan Temukan Tanda-tanda Awal Kepunahan Ganda di Bumi
Hebohkan Thailand, Tiang...
Hebohkan Thailand, Tiang Misterius Mendadak Muncul di Langit
Kebakaran Hutan di Yunani...
Kebakaran Hutan di Yunani Terus Meluas Akibat Cuaca Panas
Artikel Terkini
Sejarah Rashdul Kiblat:...
Sejarah Rashdul Kiblat: Metode Penentuan Arah Kiblat Warisan Abu Rahyan Al-Biruni
Rashdul Qiblat, Cara...
Rashdul Qiblat, Cara Paling Akurat Meluruskan Arah Kiblat yang Memadukan Sains dan Syariat
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Bulan Safar : Bulan Penuh Kebaikan, Bukan Kesialan
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian dalam Islam, Kapan Anak Boleh Memilih Ayah atau Ibunya?
Infografis
5 Negara dengan Umat...
5 Negara dengan Umat Islam Terbanyak di Dunia Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved