Kisah Sufi Khwaja Ali Ramitani: Cara Menangkap Kera

Minggu, 09 Januari 2022 - 19:15 WIB
loading...
Kisah Sufi Khwaja Ali...
Kisah ini adalah salah satu dari kisah-kisah dalam kumpulan Buku Amu Daria (The Book of Amu Daria). (Foto/Ilustrasi: Ist)
A A A
Kisah ini adalah salah satu dari kisah-kisah dalam kumpulan Buku Amu Daria (The Book of Amu Daria). Menurut Idries Shah dalam bukunya berjudul "Tales of The Dervishes", versi ini dikisahkan oleh Khwaja Ali Ramitani, yang wafat tahun 1306. Berikut kisahnya.

Baca juga: Kisah Sufi Syaikh Qolandar Shah: Penyusunan Tradisi

Konon ada seekor kera yang sangat gemar makan buah ceri. Suatu hari dilihatnya buah ceri yang tampak sangat lezat. Ia pun turun dari pohon untuk mengambilnya. Namun ternyata buah itu ada di dalam sebuah botol kaca bening.

Setelah berusaha beberapa kali, kera itu tahu bahwa ia bisa mendapatkan ceri itu dengan cara memasukkan tangannya lewat leher botol. Dan itulah yang dilakukannya; di dalam botol tangannya dikepalkannya memegang buah ceri itu. Namun, segera pula ia sadar bahwa tangannya yang menggengam ceri kuat-kuat terlalu besar untuk ditarik keluar dari leher botol.

Rupanya itu adalah perangkap; seorang pemburu kera yang tahu bagaimana cara berpikir kera telah menaruh botol isi buah ceri itu di sana.

Mendengar rengekan kera, Si Pemburu datang mendekat dan kera pun berusaha melarikan diri. Tetapi, karena tangannya masih terjepit dalam botol, kera itu tak bisa berlari kencang; begitulah pikir kera itu.

Sekalipun berpikir demikian, kera itu tetap saja memegang erat buah ceri itu. Si Pemburu pun menangkapnya. Sesaat kemudian, Si Pemburu memukul keras-keras siku kera itu sehingga genggamannya mengendur.

Tangan kera itu bebas dari botol, namun ia tertangkap oleh Si Pemburu. Si Pemburu memanfaatkan buah ceri dalam sebuah botol, dan ia sama sekali tidak kehilangan kedua benda itu.

Baca juga: Kisah Sufi Sayed Shah Qadiri: Jalan Gunung

Amu atau Sungai Jihun di Asia Tengah dikenal dalam peta modern sebagai Oxus. Agak membingungkan bagi mereka yang berpikiran harafiah, kata itu merupakan istilah kaum darwis untuk bahan-bahan tertentu seperti kisah ini, dan juga untuk merujuk pada kelompok tanpa nama guru-guru kelana yang berpusat di dekat Aubshaur, di pegunungan Hindukush di Afghanistan.

Kisah ini juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia antara lain oleh Ahmad Bahar dalam bukunya berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi. Juga oleh Sapardi Djoko Damono dalam buku Kisah-Kisah Sufi, Kumpulan Kisah Nasehat Para Guru Sufi Selama Seribu Tahun yang Lampau.

Baca juga: Kisah Sufi Faridudin Attar: Semut dan Capung
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Ausralia Sebut Kepulauan...
Ausralia Sebut Kepulauan Cocos Semakin Terancam Hilang Ditelan Ombak
Beragama Yahudi, Garis...
Beragama Yahudi, Garis Keturunan Christopher Columbus Terkuak
Gunung Everest Tumbuh...
Gunung Everest Tumbuh Tinggi Lebih Cepat, Ilmuwan Beberkan Hal Ini
Artikel Terkini
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Cemas karena Ekonomi...
Cemas karena Ekonomi Terpuruk? Baca Doa Ini Bakda Ashar Hari Jumat, InsyaAllah Mustajab!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
15.086 Jemaah Haji Reguler...
15.086 Jemaah Haji Reguler dan 7.547 Haji Khusus Telah Tiba di Indonesia
Keistimewaan Hari Jumat,...
Keistimewaan Hari Jumat, Yaumul Maiz Saat Allah Menampakan Diri di Surga
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved