Jarang Diketahui! Ternyata Bintang Diciptakan untuk 3 Hal Ini
Kamis, 13 Januari 2022 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Dalam perspektif Sains, bintang-bintang digunakan dalam praktik-praktik keagamaan, dalam navigasi, dan bercocok tanam. Kalender Gregorian yang digunakan hampir di semua bagian dunia adalah kalender Matahari, mendasarkan diri pada posisi Bumi relatif terhadap bintang terdekat, Matahari.
Bintang bersinar terang akibat produksi energi pada intinya. Karena jaraknya yang sangat jauh dari bumi, semua bintang kecuali matahari terlihat hanya seperti titik yang bersinar di langit malam jika dilihat dengan mata telanjang, dan berkelip akibat efek dari atmosfer bumi.
Para ilmuwan mencoba menghitung jumlah bintang di langit. Seorang Astronom dan guru besar di Universitas Cambridge Inggris, Gerry Gilmore, memetakan ada sekitar 2 Miliar bintang di Bima Sakti. "Itu sekitar 1% dari total bintang di galaksi ini," kata Gilmore kepada BBC.
Berdasarkan data ini, jika 1% setara dengan 2 Miliar bintang, maka jumlah keseluruhan bintang di Bima Sakti bisa jadi adalah 200 Miliar bintang.
Timnya juga menemukan jumlah galaksi yang mirip dengan Bima Sakti ada sekitar 100 Miliar. Ingat, bahwa Bima Sakti punya sekitar 200 Miliar bintang. Kita ambil saja bahwa rata-rata satu galaksi punya 100 miliar bintang. Dengan demikian, jumlah bintang di alam semesta ini, setidaknya adalah 100 miliar dikalikan 100 Miliar atau sama dengan 10.000.000.000.000.000.000.000, satu diikuti oleh 22 nol.
Demikianlah Allah menciptakan bintang-bintang menghiasi alam raya yang tidak terhitung banyaknya. Semua itu dapat dimanfaatkan manusia sesuai keinginan yang hendak dicapainya. Jika keinginannya mencari keridaan Allah, maka Allah melapangkan jalan baginya dan memberinya pahala berlipat-ganda. Sebaliknya, jika keinginannya bertentangan dengan keridhaan Allah, maka bagi mereka disediakan azab yang pedih. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari penciptaan dan keberadaan alam semesta ini.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Langit dan Bumi Dulunya Satu Sebelum Terpisah, Ini Penjelasan Al-Qur'an (2/Tamat)
Bintang bersinar terang akibat produksi energi pada intinya. Karena jaraknya yang sangat jauh dari bumi, semua bintang kecuali matahari terlihat hanya seperti titik yang bersinar di langit malam jika dilihat dengan mata telanjang, dan berkelip akibat efek dari atmosfer bumi.
Para ilmuwan mencoba menghitung jumlah bintang di langit. Seorang Astronom dan guru besar di Universitas Cambridge Inggris, Gerry Gilmore, memetakan ada sekitar 2 Miliar bintang di Bima Sakti. "Itu sekitar 1% dari total bintang di galaksi ini," kata Gilmore kepada BBC.
Berdasarkan data ini, jika 1% setara dengan 2 Miliar bintang, maka jumlah keseluruhan bintang di Bima Sakti bisa jadi adalah 200 Miliar bintang.
Timnya juga menemukan jumlah galaksi yang mirip dengan Bima Sakti ada sekitar 100 Miliar. Ingat, bahwa Bima Sakti punya sekitar 200 Miliar bintang. Kita ambil saja bahwa rata-rata satu galaksi punya 100 miliar bintang. Dengan demikian, jumlah bintang di alam semesta ini, setidaknya adalah 100 miliar dikalikan 100 Miliar atau sama dengan 10.000.000.000.000.000.000.000, satu diikuti oleh 22 nol.
Demikianlah Allah menciptakan bintang-bintang menghiasi alam raya yang tidak terhitung banyaknya. Semua itu dapat dimanfaatkan manusia sesuai keinginan yang hendak dicapainya. Jika keinginannya mencari keridaan Allah, maka Allah melapangkan jalan baginya dan memberinya pahala berlipat-ganda. Sebaliknya, jika keinginannya bertentangan dengan keridhaan Allah, maka bagi mereka disediakan azab yang pedih. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari penciptaan dan keberadaan alam semesta ini.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Langit dan Bumi Dulunya Satu Sebelum Terpisah, Ini Penjelasan Al-Qur'an (2/Tamat)
(rhs)
Lihat Juga :