Bolehkah Menggabungkan Puasa Rajab dengan Qadha Puasa Ramadhan?

Rabu, 02 Februari 2022 - 15:15 WIB
loading...
Bolehkah Menggabungkan...
Ternyata puasa sunnah Rajab boleh pelaksanaannya boleh digabungkan dengan puasa qadha Ramadhan, bahkan yang mengamalkannya mendapatkan dua pahala sekaligus. Foto ilustrasi/ist
A A A
Mulai besok (3/2), umat Islam disunnahkan melaksanakan puasa sunnah Rajab . Namun, bolehkah melaksanakan puasa Rajab ini sekaligus menggabungkannya dengan qadha puasa Ramadhan? Mengingat, bulan Ramadhan tinggal sebentar lagi, sedangkan banyak kaum muslimah (terutama yang berutang puasa karena haid) belum menggantinya.

Menggabungkan niat puasa Rajab dengan puasa qadha ’ Ramadhan hukumnya diperbolehkan (sah) dan pahala keduanya bisa didapatkan. Menurut Ustad Abdul Somad (UAS), boleh melaksanakan puasa qadha Ramadhan di hari puasa sunnah. Seperti dilansir laman channel Youtube Zuket Creation Official, dikutip Rabu (2/2) ustadz yang biasa dipanggil UAS ini, menjelaskan hal tersebut dengan mengambil dalil yang disampaikan Imam Abu Zakaria al-Anshari dari kalangan mazhab Syafi'i, yang penjelasan ditulis Syaikh Athiyah Saqr dalam kitab Fatwa Al-Azhar.

Baca juga: Hukum Puasa Rajab, dari Sunnah sampai Makruh

“Orang yang puasa enam hari di bulan Syawal otomatis dapat pahala sunah meski niatnya hendak melakukan qadha puas. Pahala yang didapat juga ganda, yaitu puasa qadha dan puasa sunah,"ungkap UAS.

Lalu bagaimana niatnya? Menurut UAS, cukup dengan membaca niat puasa qadha Ramadhan saja. Sebab jika yang dibaca niat puasa sunah maka tidak dapat pahala pelunasan utang atau puasa qadha Ramadhan.

"Niat qodho maka dapat juga pahala puasa sunah. Begitu juga dengan puasa Senin Kamis. Niat qodho maka utang puasa Ramadhan lunas dan dapat juga pahala puasa Senin atau puasa Kamis," kata UAS.

Hal yang sama diperkuat oleh pendapat Syekh al-Barizi, meski hanya niat mengqadha’ puasa Ramadhan, secara otomatis pahala berpuasa Rajab bisa didapatkan. Bahkan dalam kitab Fathul Mu’in beserta hasyiyahnya, I’anatuth Thalibin dijelaskan sebagai berikut:

“Dan dikecualikan dengan pensyaratan ta’yin (menentukan jenis puasa) dalam puasa fardlu, yaitu puasa sunnah, maka sah berpuasa sunnah dengan niat puasa mutlak, meski puasa sunnah yang memiliki jangka waktu sebagaimana pendapat yang dipegang oleh lebih dari satu ulama."

Meski puasa sunnah yang memiliki jangka waktu, ini adalah ghayah (puncak) keabsahan puasa sunnah dengan niat puasa mutlak. Maksudnya tidak ada perbedaan dalam keabsahan tersebut antara puasa sunnah yang berjangka waktu seperti puasa Senin-Kamis, Arafah, Asyura’ dan hari-hari tanggal purnama. Atau selain puasa sunnah yang berjangka waktu, seperti puasa yang memiliki sebab, sebagaimana puasa istisqa’ dengan tanpa perintah imam, atau puasa sunnah mutlak”.

Dalam kitabnya Syekh al-Kurdi disebutkan, dalam kitab al-Asna demikian pula Syekh Khatib al-Sayarbini dan Syekh al-Jamal al-Ramli, berpuasa di hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa secara otomatis tertuju pada hari-hari tersebut, bahkan apabila seseorang berniat puasa beserta niat puasa lainnya, maka pahala keduanya berhasil didapatkan.

Dalam kitab al-I’ab ditambahkan, dari kesimpulan tersebut, Syekh al-Barizi berfatwa bahwa apabila seseorang berpuasa qadha (Ramadhan) atau lainnya di hari-hari yang dianjurkan berpuasa, maka pahala keduanya bisa didapat, baik disertai niat berpuasa sunnah atau tidak. Ulama lain menyebutkan, demikian pula apabila berketepatan bagi seseorang dalam satu hari dua puasa rutin, seperti puasa hari Arafah dan puasa hari Kamis.

Baca juga: 4 Amalan Terbaik yang Dianjurkan Dilakukan di Bulan Rajab

Wallahu a’lam.
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Puasa Syawal atau Qadha...
Puasa Syawal atau Qadha Dulu? Simak, Jangan Sampai Keliru!
Bagaimana Hukum Menggabung...
Bagaimana Hukum Menggabung Qadha Puasa Ramadan dengan Puasa Syawal?
Surat Al Baqarah Ayat...
Surat Al Baqarah Ayat 184 : Dalil Wajibnya Qadha Puasa Ramadan
Risiko Menunda Qadha...
Risiko Menunda Qadha Puasa Ramadan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Bulan Syaban Tinggal...
Bulan Syaban Tinggal 2 Pekan Lagi, Waktu Terakhir Ganti Puasa Ramadan
Inilah 5 Hari yang Dilarang...
Inilah 5 Hari yang Dilarang Melaksanakan Qadha Puasa Ramadan
Rekomendasi
Medan Magnet Bumi Terdeteksi...
Medan Magnet Bumi Terdeteksi Rusak, NASA Ingatkan akan Ada Bencana
Ini Penyebab Cahaya...
Ini Penyebab Cahaya Aneh di Langit Malang Usai Gempa Magnitude 6,1
Cekungan Saint Croix,...
Cekungan Saint Croix, Ilmuwan Sebut Keajaiban Irigasi dari Peradaban yang Terlupakan
Artikel Terkini
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
6 Keistimewaan Masjidil...
6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Jarang Diketahui Jemaah Haji
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved