Hukum Menikahi Janda, Bisa Lebih Mulia tapi Bukan yang Paling Utama
Selasa, 08 Februari 2022 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjawab, “Iya sudah.”
“Yang kau nikahi gadis ataukah janda?” tanya Rasul SAW.
Aku pun menjawab, “Janda.”
Rasul mengatakan, “Kenapa engkau tidak menikahi gadis saja, bukankah engkau bisa bersenang-senang dengannya?”
Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki beberapa saudara perempuan. Aku khawatir jika menikahi perawan malah nanti ia sibuk bermain dengan saudara-saudara perempuanku."
Rasulullah SAW bersabda, “Itu berarti alasanmu. Ingatlah, wanita itu dinikahi karena seseorang memandang agama, harta, dan kecantikannya. Pilihlah yang baik agamanya, engkau pasti menuai keberuntungan.” (HR. Muslim no. 715)
Baca juga: 3 Janda Terkaya di Indonesia, yang Terakhir Punya Harta Senilai Rp8,5 Triliun
Pahala Menafkahi Janda
Di sisi lain, Nabi Muhammad SAW sendiri pernah memberikan contoh menikahi perempuan yang berstatus janda dan perempuan yang berstatus gadis.
Rasulullah SAW juga menyebut ada keutamaan khusus bagi orang yang menafkahi janda. Dari Abu Hurairah Ra, Nabi SAW bersabda,
السَّاعِى عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ، أَوْ كَالَّذِى يَصُومُ النَّهَارَ وَيَقُومُ اللَّيْلَ
Orang yang berusaha memenuhi kebutuhan janda dan orang miskin, pahalanya seperti mujahid fi Sabilillah atau seperti orang yang rajin puasa di siang hari dan rajin tahajud di malam hari. (HR. Bukhari 6006 & Muslim 7659)
“Yang kau nikahi gadis ataukah janda?” tanya Rasul SAW.
Aku pun menjawab, “Janda.”
Rasul mengatakan, “Kenapa engkau tidak menikahi gadis saja, bukankah engkau bisa bersenang-senang dengannya?”
Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki beberapa saudara perempuan. Aku khawatir jika menikahi perawan malah nanti ia sibuk bermain dengan saudara-saudara perempuanku."
Rasulullah SAW bersabda, “Itu berarti alasanmu. Ingatlah, wanita itu dinikahi karena seseorang memandang agama, harta, dan kecantikannya. Pilihlah yang baik agamanya, engkau pasti menuai keberuntungan.” (HR. Muslim no. 715)
Baca juga: 3 Janda Terkaya di Indonesia, yang Terakhir Punya Harta Senilai Rp8,5 Triliun
Pahala Menafkahi Janda
Di sisi lain, Nabi Muhammad SAW sendiri pernah memberikan contoh menikahi perempuan yang berstatus janda dan perempuan yang berstatus gadis.
Rasulullah SAW juga menyebut ada keutamaan khusus bagi orang yang menafkahi janda. Dari Abu Hurairah Ra, Nabi SAW bersabda,
السَّاعِى عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ، أَوْ كَالَّذِى يَصُومُ النَّهَارَ وَيَقُومُ اللَّيْلَ
Orang yang berusaha memenuhi kebutuhan janda dan orang miskin, pahalanya seperti mujahid fi Sabilillah atau seperti orang yang rajin puasa di siang hari dan rajin tahajud di malam hari. (HR. Bukhari 6006 & Muslim 7659)
Lihat Juga :