Hukum Menikahi Janda, Bisa Lebih Mulia tapi Bukan yang Paling Utama

Selasa, 08 Februari 2022 - 09:30 WIB
loading...
A A A
Ibnu Batthal dalam syarh Shahih Bukhari mengatakan, siapa yang tidak mampu berjihad di jalan Allah, tidak mampu rajin tahajud atau puasa di siang hari, hendaknya dia praktikkan hadits ini. Berusaha memenuhi kebutuhan hidup janda dan orang miskin, agar kelak di hari kiamat dikumpulkan bersama para mujahidin fi Sabilillah. Tanpa harus melangkah di medan jihad atau mengeluarkan biaya, atau berhadapan dengan musuh. Atau agar dikumpulkan bersama orang yang rajin puasa dan tahajud. (Syarh Shahih Bukhari – Ibnu Batthal, )

Hadits tersebut memotivasi untuk menafkahi janda, bukan menikahi janda. Meskipun bisa juga amal baik seorang lelaki ditunjukkan dalam bentuk menikahi janda. Dan jika janda ini dinikahi maka statusnya bukan lagi janda.

Akan tetapi hadits ini menganjurkan untuk memenuhi kebutuhan janda. Terutama janda tua yang tidak memiliki keluarga yang bisa memenuhi kebutuhannya.

An-Nawawi mengatakan, yang dimaksud “berusaha memenuhi nafkah” artinya bekerja untuk memenuhi kebutuhan nafkah janda. (Syarh Shahih Muslim, 18/112)

Baca juga: Keutamaan Menafkahi Janda Menurut Ulama

Tidak Harus
Sementara itu, Yahya Zainul Ma'arif atau lebih sering disapa Buya Yahya berpendapat menikah tidak harus dengan janda dan tidak harus pula dengan perawan. "Pilih yang salehah, mungkin kecantikan kita bisa melihat, kekayaan (juga), tapi faktor agama urusannya," katanya, sebagaimana dilansir Al-Bahjah TV dalam jaringan YouTube.

Ia membenarkan bahwa Rasullullah SAW pernah mengimbau seseorang yang datang menikah dengan seorang gadis perawan karena mungkin Rasullullah melihat karakter orang itu membutuhkan istri yang demikian.

Suatu ketika juga pernah datang seseorang kepada Nabi dan berkata, "Saya ingin seseorang yang bisa menyisiri rambut anak-anak saya..."

Maka Nabi menyarankan dia menikahi seorang janda, karena ia membutuhkan yang demikian. "Jadi, tergantung apa yang Anda butuhkan," ujarnya.

Menurut Buya, menikahi janda akan lebih hebat dan mulia daripada menikahi perawan jika tujuannya ingin membantu kehidupan si janda, merawat anak-anak yatimnya. "Dan menikahlah karena Allah Taala," tandasnya.

Baca juga: Hukum Menikah dengan Sepupu Dalam Islam
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengenal Konsep Pemerataan...
Mengenal Konsep 'Pemerataan' Ekonomi dalam Islam
Hati-hati Pernikahan...
Hati-hati Pernikahan Bisa Batal karena 6 Hal Ini, Apa Saja Itu?
Mengapa Islam Melarang...
Mengapa Islam Melarang Pernikahan Beda Agama? Begini Dalil-dalilnya!
Hukum Tidak Menikah...
Hukum Tidak Menikah dalam Islam, Begini Penjelasan Imam Syafi'i
Perjanjian Pranikah,...
Perjanjian Pranikah, Boleh atau Tidak dalam Islam?
Inilah Bulan Baik untuk...
Inilah Bulan Baik untuk Menikah Menurut Islam
Rekomendasi
Panas Ekstrem Terus...
Panas Ekstrem Terus Berlanjut, Krisis Air Mengancam Separuh Hasil Pertanian di Dunia
Tepian Danau Titan Menunjukkan...
Tepian Danau Titan Menunjukkan Bukti Adanya Gelombang Besar
Oksigen Gelap Ditemukan...
Oksigen Gelap Ditemukan di Dasar Laut, Ilmuwan Beberkan Hal Ini
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
Ilmuwan Meyakini Asteroid...
Ilmuwan Meyakini Asteroid Bukan Penyebab Utama Dinosaurus Punah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved