Kisah Kaum Nabi Shaleh dalam Al-Qur'an
Sabtu, 12 Februari 2022 - 07:44 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Nabi Shaleh Tidur 40 Tahun, Setelah Allah Mandulkan Istri dan Ternak Kaum Tsamud
Allah juga berfirman, “Dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Shaleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia.
Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).”
Mereka (kaum Tsamud) berkata, “Wahai Shaleh! Sungguh, engkau sebelum ini berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang diharapkan, mengapa engkau melarang kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami? Sungguh, kami benar-benar dalam keraguan dan kegelisahan terhadap apa (agama) yang engkau serukan kepada kami.”
Dia (Shaleh) berkata, “Wahai kaumku! Terangkanlah kepadaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapa yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya? Maka kamu hanya akan menambah kerugian kepadaku. Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab).”
Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Shaleh) berkata, “Bersuka-rialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan."
Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamaikan Shaleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan pada hari itu.
Sungguh, Tuhanmu, Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Kemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya. Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Tsamud.” ( QS Hud : 61-68).
Allah juga berfirman, “Dan sesungguhnya penduduk negeri Hijr benar-benar telah mendustakan para Rasul (mereka), dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya, dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung batu, (yang didiami) dengan rasa aman. Kemudian mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur pada pagi hari, sehingga tidak berguna bagi mereka, apa yang telah mereka usahakan.” (QS Al-Hijr: 80-84).
Allah juga berfirman, “Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum Tsamud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka berbuat aniaya. Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” ( QS A-lsraa' : 59).
Baca juga: Kisah Ayah Nabi Shaleh, Pengurus Berhala yang Ditidurkan Allah Selama 100 Tahun
Allah juga berfirman, “Kaum Tsamud telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka Shaleh berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sungguh, aku ini seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan itu, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun dan mata air, dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.
Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku: dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas, yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan."
Mereka berkata, “Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir. Engkau hanyalah manusia seperti kami, maka datangkanlah sesuatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar."
Allah juga berfirman, “Dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Shaleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia.
Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).”
Mereka (kaum Tsamud) berkata, “Wahai Shaleh! Sungguh, engkau sebelum ini berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang diharapkan, mengapa engkau melarang kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami? Sungguh, kami benar-benar dalam keraguan dan kegelisahan terhadap apa (agama) yang engkau serukan kepada kami.”
Dia (Shaleh) berkata, “Wahai kaumku! Terangkanlah kepadaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapa yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya? Maka kamu hanya akan menambah kerugian kepadaku. Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab).”
Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Shaleh) berkata, “Bersuka-rialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan."
Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamaikan Shaleh dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami dan (Kami selamatkan) dari kehinaan pada hari itu.
Sungguh, Tuhanmu, Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Kemudian suara yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya. Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Tsamud.” ( QS Hud : 61-68).
Allah juga berfirman, “Dan sesungguhnya penduduk negeri Hijr benar-benar telah mendustakan para Rasul (mereka), dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya, dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung batu, (yang didiami) dengan rasa aman. Kemudian mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur pada pagi hari, sehingga tidak berguna bagi mereka, apa yang telah mereka usahakan.” (QS Al-Hijr: 80-84).
Allah juga berfirman, “Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum Tsamud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka berbuat aniaya. Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” ( QS A-lsraa' : 59).
Baca juga: Kisah Ayah Nabi Shaleh, Pengurus Berhala yang Ditidurkan Allah Selama 100 Tahun
Allah juga berfirman, “Kaum Tsamud telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka Shaleh berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sungguh, aku ini seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan itu, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun dan mata air, dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.
Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku: dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas, yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan."
Mereka berkata, “Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir. Engkau hanyalah manusia seperti kami, maka datangkanlah sesuatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar."
Lihat Juga :