Kisah Malaikat Bertamu ke Rumah Nabi Ibrahim, Tidak Makan dan Minum
Selasa, 15 Februari 2022 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:
Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, "Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Luth." ( QS Hud : 70)
Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam "Jami’ Al-Bayan" berkata, menahan dari makanan, karena mereka termasuk yang tidak makan. Sedangkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, para malaikat tidak ada keinginan terhadap makanan karena mereka tidak berselera untuk makan.
Baca juga: Kisah Malaikat Menunaikan Sholat Jumat, Jibril Kumandangkan Adzan
Fakhrur Razi dalam "Mafatih Al-Ghoib" telah menukil kesepakatan para ulama’ arti ini, dengan mengatakan, "Mereka bersepakat bahwa para malaikat tidak makan, tidak minum, tidak menikah. Mereka bertasbih siang malam tidak (pernah) bosan. Sementara jin dan setan, maka mereka makan dan minum."
Sedangkan Ibnu Taimiyah dalam "Majmu Al-Fatawa" berpendapat bahwa para malaikat tidak makan, tidak minum. Mereka berbicara, mendengar, melihat, naik dan turun –sebagaimana telah ada ketetapan dalam nash shahih. Meskipun begitu, mereka tidak sama sifat dan perilakunya seperti sifat dan prilaku manusia.
Allah Taala lebih agung perbedaan dengan para makhluk dari perbedaan para Malaikat dengan manusia. Karena keduanya adalah makhluk. Makhluk lebih dekat penyerupaan dengan makhluk (lainnya). Daripada (penyerupaan) makhluk dengan Khaliq (Pencipta).
Syaikh Umar Sulaiman mengingatkan, seorang muslim harus berhati-hati untuk berbicara tentang persoalan semacam ini tanpa didasari Ilmu. Mereka yang meyakini bahwa asal manusia adalah binatang, kera atau yang lain, maka kepada mereka diucapkan kalimat yang sama: “Apakah mereka menyaksikan penampakan malaikat-malaikat itu?"
Baca juga: Fenomena Kilat: Malaikat Pengoyak Awan, Kecepatannya Capai 150.000 Km/Detik
فَلَمَّا رَاٰۤ اَيۡدِيَهُمۡ لَا تَصِلُ اِلَيۡهِ نَـكِرَهُمۡ وَاَوۡجَسَ مِنۡهُمۡ خِيۡفَةً ؕ قَالُوۡا لَا تَخَفۡ اِنَّاۤ اُرۡسِلۡنَاۤ اِلٰى قَوۡمِ لُوۡطٍ
Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, "Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Luth." ( QS Hud : 70)
Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam "Jami’ Al-Bayan" berkata, menahan dari makanan, karena mereka termasuk yang tidak makan. Sedangkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, para malaikat tidak ada keinginan terhadap makanan karena mereka tidak berselera untuk makan.
Baca juga: Kisah Malaikat Menunaikan Sholat Jumat, Jibril Kumandangkan Adzan
Fakhrur Razi dalam "Mafatih Al-Ghoib" telah menukil kesepakatan para ulama’ arti ini, dengan mengatakan, "Mereka bersepakat bahwa para malaikat tidak makan, tidak minum, tidak menikah. Mereka bertasbih siang malam tidak (pernah) bosan. Sementara jin dan setan, maka mereka makan dan minum."
Sedangkan Ibnu Taimiyah dalam "Majmu Al-Fatawa" berpendapat bahwa para malaikat tidak makan, tidak minum. Mereka berbicara, mendengar, melihat, naik dan turun –sebagaimana telah ada ketetapan dalam nash shahih. Meskipun begitu, mereka tidak sama sifat dan perilakunya seperti sifat dan prilaku manusia.
Allah Taala lebih agung perbedaan dengan para makhluk dari perbedaan para Malaikat dengan manusia. Karena keduanya adalah makhluk. Makhluk lebih dekat penyerupaan dengan makhluk (lainnya). Daripada (penyerupaan) makhluk dengan Khaliq (Pencipta).
Syaikh Umar Sulaiman mengingatkan, seorang muslim harus berhati-hati untuk berbicara tentang persoalan semacam ini tanpa didasari Ilmu. Mereka yang meyakini bahwa asal manusia adalah binatang, kera atau yang lain, maka kepada mereka diucapkan kalimat yang sama: “Apakah mereka menyaksikan penampakan malaikat-malaikat itu?"
Baca juga: Fenomena Kilat: Malaikat Pengoyak Awan, Kecepatannya Capai 150.000 Km/Detik
(mhy)
Lihat Juga :