2 Jenis Terapi Penyakit Hasad, Nomor Terakhir Bisa Menjadi Penyempurna Iman
Senin, 07 Maret 2022 - 16:43 WIB
loading...
A
A
A
Memperdalam pengetahuan syar’i, terutama yang berkaitan dengan iman kepada takdir dan hal-hal lain yang perlu dia ketahui tentang buruknya hasad. Sehingga dengan ilmu yang mendalam itu seseorang mengetahui buruknya hasad. Lalu dia berusaha untuk menjauhinya. Kemudian setelah itu yang terjadi justru sebaliknya, yaitu dia mengharapkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana kebaikan yang dia inginkan terhadap dirinya sendiri. Itulah yang seharusnya ada didalam hatinya. Maka hasad itu dia ganti dengan perasaan tadi. Bahwa imannya tidak akan sempurna hingga dia menghendaki bagi saudaranya kebaikan seperti kebaikan yang ia kehendaki untuk dirinya sendiri.
Seseorang yang ingin mengobati hasad, maka harus memiliki pemahaman agama yang lurus. Baik dalam konteks yang global maupun yang terpinci. Adapun yang bersifat global yaitu meyakini bahwa segala sesuatu telah ditetapkan dan ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala berdasarkan qodho dan qodhar Allah subhanahu wa ta’ala. Segala yang telah ditetapkan pasti terjadi dan apa-apa yang tidak dikehendaki pasti tidak terjadi.
"Dari situ, seseorang akan meyakini bahwa Allah tidak mungkin salah didalam menetapkan dan membagi rejeki. Ketamakan serta kedengkian tidak akan menghambat rejeki yang telah ditetapkan oleh Allah kepada seseorang. Jika seseorang mengimani hal ini dengan benar, maka akan terkikislah sedikit demi sedikit penyakit hasad tersebut,"papar Ustadz Abu Ihsan.
Adapun pemahaman agama yang bersifat terperinci untuk menyembuhkan ini adalah menyadari bahwa memelihara hasad berarti membiarkan setitik kotoran menodai hati kita. Hasad adalah dosa dan dosa ibarat noda hitam yang menutupi hati. Semakin besar hasad kita, maka semakin besar titik hitam itu ada pada hati kita yang hingga pada akhirnya akan menutupi hati kita sehingga hati kita menjadi gelap tidak bisa memantulkan cahaya kepadanya.
Baca juga: Orang Tua Bijak Mengerti Kebutuhan Anak Hingga Kehidupan Alam Akhirat
Wallahu A'lam
Seseorang yang ingin mengobati hasad, maka harus memiliki pemahaman agama yang lurus. Baik dalam konteks yang global maupun yang terpinci. Adapun yang bersifat global yaitu meyakini bahwa segala sesuatu telah ditetapkan dan ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala berdasarkan qodho dan qodhar Allah subhanahu wa ta’ala. Segala yang telah ditetapkan pasti terjadi dan apa-apa yang tidak dikehendaki pasti tidak terjadi.
"Dari situ, seseorang akan meyakini bahwa Allah tidak mungkin salah didalam menetapkan dan membagi rejeki. Ketamakan serta kedengkian tidak akan menghambat rejeki yang telah ditetapkan oleh Allah kepada seseorang. Jika seseorang mengimani hal ini dengan benar, maka akan terkikislah sedikit demi sedikit penyakit hasad tersebut,"papar Ustadz Abu Ihsan.
Adapun pemahaman agama yang bersifat terperinci untuk menyembuhkan ini adalah menyadari bahwa memelihara hasad berarti membiarkan setitik kotoran menodai hati kita. Hasad adalah dosa dan dosa ibarat noda hitam yang menutupi hati. Semakin besar hasad kita, maka semakin besar titik hitam itu ada pada hati kita yang hingga pada akhirnya akan menutupi hati kita sehingga hati kita menjadi gelap tidak bisa memantulkan cahaya kepadanya.
Baca juga: Orang Tua Bijak Mengerti Kebutuhan Anak Hingga Kehidupan Alam Akhirat
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :