Bau Mulut Orang Berpuasa Gantikan Aroma Misik, Begini Penjelasan Imam Al-Ghazali

Rabu, 13 April 2022 - 03:00 WIB
loading...
Bau Mulut Orang Berpuasa...
Allah taala tidak akan menganggap bau mulut orang berpuasa, bahkan akan menggantikannya dengan aroma misik. Bagi Allah, yang terpenting adalah kualitas kebersihan laku dan jiwa seseorang tatkala menjalankan puasa. Foto/Ilustrasi: Ist/mhy
A A A
Puasa harus benar-benar menjaga kualitas lahir maupun batin agar benar-benar dapat bersanding dengan al-Haqq. Seperti nasihat seorang ulama yang dikutip Imam al-Ghazali , “Selama hamba masih terkotori oleh selain Allah, ia tak pantas mendekat dan bersanding dengan-Nya sebelum menyucikan hati dari selain Dia.”

Imam al-Ghazali dalam bukunya berjudul “Raudhatut Thalibin wa ‘Umadatus Salikin” mengatakan Allah taala tidak akan menganggap bau mulut orang berpuasa, bahkan akan menggantikannya dengan aroma misik. Bagi Allah, yang terpenting adalah kualitas kebersihan laku dan jiwa seseorang tatkala menjalankan puasa.

Kotornya tubuh dapat dibersihkan dan disucikan dengan air, tetapi kekotoran hati karena dominasi perbuatan tercela harus disucikan dengan air qurbah (kedekatan) dan inabah (pertobatan).

Baca juga: Tiga Tingkatan Puasa Menurut Al-Ghazali

Selain itu, untuk menjangkau kedekatan dengan Allah tidak serta merta hanya menahan lapar dan dahaga. Al-Ghazali menegaskan untuk memastikan kehalalan makanan yang kita konsumsi. Seperti disinggungnya ketika membincangkan makna kata ath-Thayyibat ( QS Al-Baqarah [2] : 172) yang berarti halal dan baik.

Artinya, makanan yang baik menjadi fondasi utama bagi perjalanan suatu golongan. Jika pun ada seorang hamba mendirikan sholat laksana sholatnya budak, dalam arti begitu khusyuk dan masyuk, hal itu tak akan berguna selama dia tidak mengetahui apa yang masuk ke dalam perutnya.

Dia juga menyatakan bahwa manusia yang paling cepat menyeberangi titian akhirat adalah yang paling wira'i terhadap urusan duniawi. Dan wira'i dengan menahan lapar bisa menjadi kunci perjumpaan dengan Allah SWT. sebagaimana firman-Nya dalam hadis qudsi, “Hai hamba-Ku, laparkanlah dirimu niscaya kau melihat-Ku, bersikap wara-lah pasti kau mengenal-Ku, dan telanjanglah (dari dunia) niscaya kau akan sampai kepada-Ku.”

Baca juga: Makna Kesempurnaan Puasa Menurut Imam al-Ghazali

Maka dari itu, Al-Ghazali juga menyarankan dalam kitab Minhaj al-‘Arifin untuk menekan hawa nafsu, termasuk nafsu untuk memperoleh imbalan, sebagaimana nasehatnya:

“Jika engkau berpuasa, berniatlah untuk mengekang nafsu dari berbagai keinginan. Karena puasa berarti musnahnya kehendak nafsu. Ia mengandung kejernihan hati, menguruskan badan, dan mengingatkan kita untuk berbuat baik kepada kaum fakir. Itu semua tak lain agar kita kembali kepada Allah SWT. Bersyukur atas berbagai nikmat yang Dia anugerahkan, dan meringankan hisab. Maka, anugerah Allah berupa taufik yang menjadikanmu mampu berpuasa itu lebih besar dibanding mensyukuri nikmat dan puasamu yang menuntut balasandari-Nya.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengembalikan Kemuliaan...
Mengembalikan Kemuliaan Nuzulul Qur'an dengan Kesalehan Ritual dan Sosial
Kisah Sufi: Namus Si...
Kisah Sufi: Namus Si Agas dan Gajah,  Ilustrasi Tajam tentang Kesia-siaan Hidup
Kisah Sufi: Putri yang...
Kisah Sufi: Putri yang Tidak Patuh dan Raja yang Terbatas Pikirannya
Kisah Sufi: Segala Kebajikan...
Kisah Sufi: Segala Kebajikan Dijalankan, Sayangnya Kurang Perhatian
Kisah Sufi:  Penyusunan...
Kisah Sufi:  Penyusunan Tradisi, Bermula ketika Darwis Mengupas Bawang
Kisah Sufi: Si Bebal...
Kisah Sufi: Si Bebal di Kota Agung yang Bangunnya Keliru
Rekomendasi
Teliti Sisa Gunung Es...
Teliti Sisa Gunung Es A68A, Ilmuwan Kerahkan Drone di Atlantik Selatan
Pengakuan Misterius...
Pengakuan Misterius Keluarga Shakespeare yang Berbahaya Akhirnya Terungkap
Terumbu Karang Mediterania...
Terumbu Karang Mediterania Terbesar di Kroasia Terancam oleh Pemanasan Global
Artikel Terkini
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved