Ramadhan Bulan Kebaikan
Rabu, 21 April 2021 - 11:06 WIB
loading...
Ramadhan Bulan Kebaikan
A
A
A
Bulan Ramadhan kembali hadir dan Allah SWT kembali pertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan. Pertemuan dengan bulan Ramadhan merupakan salah satu rahmat yang amat besar diberikan kepada kita serta wajib kita syukuri, karena di bulan suci Ramadhan kita banyak menemukan kebaikan-kebaikan yang tidak dapat kita temui di bulan-bulan yang lainnya.
Allah SWT telah berfirman untuk kita sebagai orang-orang yang beriman untuk menjalankan ibadah puasa dalam Q.S Al-Baqarah ayat 183 :
يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيامُ كَما كُتِبَ عَلَى الَّذينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S. al-Baqarah/ 2: 183).
Di dalam ayat ini, ada satu lagi hal yang layak kita syukuri, ketika Allah memanggil orang-orang yang beriman, dan kita sebagai manusia merasa senang dan tergerak untuk menyambut panggilan itu, maka berbahagialah berarti kita termasuk diantara hamba-hamba Allah yang beriman dan mau menjalankan ibadah puasa tersebut.
Baca Juga: Ramadhan, Bulan Menjaga Lisan dan Mencuci Dosa-dosa
Di Bulan Ramadhan ini, semua kebaikan-kebaikan bisa kita raih, kita harus memaksimalkan waktu kita di bulan ramadhan ini untuk meraih kebaikan-kebaikan tersebut. Hadirnya Ramadhan memiliki makna terbukanya pintu-pintu kebaikan, sebagaimana yang dimaksud dalam sebuah H.R Bukhori sebagai berikut :
إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
''Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu langit dibuka sedangkan pintu-pintu jahannam ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR. Bukhari)
Hadist ini bisa dipahami secara hakiki dan secara majaz. Jika dipahami secara hakiki maka Allah SWT memang membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu neraka. Namun secara majaz, dibukanya pintu-pintu surga bermakna dibukanya pintu-pintu kebaikan dan Allah mudahkan untuk melaksanakan berbagai macam ketaatan serta Allah mudahkan bagi mereka untuk meninggalkan kemaksiatan dan keburukan yang mungkin sering umat manusia lakukan ketika bulan-bulan selain ramadhan. Keistimewaan ini hanya dapat kita temukan di bulan Ramadhan, serta tidak dapat kita temukan di bulan-bulan lainnya.
Allah SWT telah berfirman untuk kita sebagai orang-orang yang beriman untuk menjalankan ibadah puasa dalam Q.S Al-Baqarah ayat 183 :
يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيامُ كَما كُتِبَ عَلَى الَّذينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S. al-Baqarah/ 2: 183).
Di dalam ayat ini, ada satu lagi hal yang layak kita syukuri, ketika Allah memanggil orang-orang yang beriman, dan kita sebagai manusia merasa senang dan tergerak untuk menyambut panggilan itu, maka berbahagialah berarti kita termasuk diantara hamba-hamba Allah yang beriman dan mau menjalankan ibadah puasa tersebut.
Baca Juga: Ramadhan, Bulan Menjaga Lisan dan Mencuci Dosa-dosa
Di Bulan Ramadhan ini, semua kebaikan-kebaikan bisa kita raih, kita harus memaksimalkan waktu kita di bulan ramadhan ini untuk meraih kebaikan-kebaikan tersebut. Hadirnya Ramadhan memiliki makna terbukanya pintu-pintu kebaikan, sebagaimana yang dimaksud dalam sebuah H.R Bukhori sebagai berikut :
إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
''Apabila bulan Ramadhan datang, maka pintu-pintu langit dibuka sedangkan pintu-pintu jahannam ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu.” (HR. Bukhari)
Hadist ini bisa dipahami secara hakiki dan secara majaz. Jika dipahami secara hakiki maka Allah SWT memang membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu neraka. Namun secara majaz, dibukanya pintu-pintu surga bermakna dibukanya pintu-pintu kebaikan dan Allah mudahkan untuk melaksanakan berbagai macam ketaatan serta Allah mudahkan bagi mereka untuk meninggalkan kemaksiatan dan keburukan yang mungkin sering umat manusia lakukan ketika bulan-bulan selain ramadhan. Keistimewaan ini hanya dapat kita temukan di bulan Ramadhan, serta tidak dapat kita temukan di bulan-bulan lainnya.
Lihat Juga :