Kisah Abu Bakar Menghadapi Para Pembangkang Zakat yang Menyerbu Madinah
Rabu, 20 April 2022 - 20:40 WIB
loading...
Pada masa Khalifah Abu Bakar terjadi pembangkangan membayar pajak sehingga perlu diperangi. Foto/Ilusrasi: Ist
A
A
A
Tatkala Abu Bakar Ash-Shiddiq menjabat sebagai khalifah, beliau meneruskan kebijaksanaan Rasulullah SAW antara lain mengirim pasukan yang dipimpin Usamah menghadapi Romawi. Kala itu Madinah tanpa pengawalan yang memadai, para pembangkang mengepung Madinah menuntut dibebaskan membayar zakat.
Baca juga: Panitia Zakat Dadakan Apakah Termasuk Amil Zakat?
Muhammad Husain Haikal dalam bukunya berjudul "As-Siddiq Abu Bakr" menceritakan pada kondisi begitu Khalifah Abu Bakar segera meminta warga muslim Madinah berkumpul dan ia berkata:
"Kota kita ini dikelilingi oleh orang-orang kafir. Delegasi mereka telah melihat jumlah kita yang kecil. Kita tidak tahu, mereka akan menyerbu kita malam hari atau di waktu siang. Mereka yang terdekat dari kita berjarak dua belas mil. Mereka mengharapkan kita mau menerima mereka dan berkompromi dengan mereka. Tetapi permintaan mereka kami tolak dan delegasi mereka kami suruh pulang. Maka bersiap-siaplah dan persiapkanlah."
Setelah itu beliau memanggil Ali bin Abi Thalib , Zubair , Talhah dan Abdullah bin Mas'ud supaya bersiap di pintu-pintu masuk Madinah dan yang lain berkumpul di masjid dalam keadaan siap tempur.
Perkiraan Abu Bakar tidak meleset. Belum selang tiga malam, para pembangkang zakat itu sudah menyerbu Madinah. Mereka bertujuan supaya Khalifah mau mengalah mengenai salah satu ketentuan Islam itu.
Patroli di pintu-pintu masuk kota itu sudah memperkirakan dari arah mana musuh akan datang. Mereka memberitahukan Ali, Zubair, Talhah dan Abdullah bin Mas'ud serta tokoh-tokoh yang lain. Mereka meneruskan berita itu kepada Abu Bakar dan Khalifah memerintahkan untuk tidak meninggalkan tempat.
Dengan naik unta, Khalifah memberitahukan orang-orang yang berada di mesjid. Kemudian bersama-sama mereka semua beliau berangkat untuk menghadapi para pembangkang yang hendak menyusup di malam gelap itu. Dalam pikiran kabilah-kabilah itu tak terlintas bahwa mereka akan menghadapi perlawanan setelah mereka tahu mengenai situasi Madinah dan penduduknya.
Baru setelah Abu Bakar dan pasukannya menyergap mereka, mereka pun terkejut dan lari tunggang langgang. Khalifah bersama pasukan muslim mengejar sampai ke Zul-Husa. Di tempat ini kabilah-kabilah itu meninggalkan sepasukan bala bantuan sebagai cadangan kalau-kalau pada waktunya kelak diperlukan. Tetapi mereka merasakan kabilah-kabilah itu kembali dalam keadaan porak-poranda.
Mereka mencoba mengadakan perlawanan dan dalam malam gelap itu terjadi pertempuran antara kedua pihak, yang hasilnya tidak diketahui.
Kabilah-kabilah yang tinggal di Zul-Husa itu membawa kantong-kantong kulit yang setelah ditiup diikat dengan tali lalu ditendang ke muka unta-unta yang dinaiki pihak Madinah. Unta-unta itu bukan yang sudah terlatih untuk perang. Hewan-hewan itu malah berbalik lari dalam ketakutan bersama penunggangnya kembali ke Madinah.
Baca juga: Zakat Membentuk Harmoni Kemasyarakatan
Berbalik ke Madinah
Pihak Abs dan Zubyan serta sekutunya bersorak kegirangan melihat pihak Muslimin melarikan diri, yang menurut dugaan mereka karena sudah lemah. Peristiwa ini oleh mereka dilaporkan ke Zul-Qassah.
Orang-orang dari tempat itu berdatangan dan mereka saling bertukar pikiran untuk tidak membiarkan Madinah sebelum Khalifah Abu Bakar bersedia memenuhi tuntutan mereka.
Baca juga: Panitia Zakat Dadakan Apakah Termasuk Amil Zakat?
Muhammad Husain Haikal dalam bukunya berjudul "As-Siddiq Abu Bakr" menceritakan pada kondisi begitu Khalifah Abu Bakar segera meminta warga muslim Madinah berkumpul dan ia berkata:
"Kota kita ini dikelilingi oleh orang-orang kafir. Delegasi mereka telah melihat jumlah kita yang kecil. Kita tidak tahu, mereka akan menyerbu kita malam hari atau di waktu siang. Mereka yang terdekat dari kita berjarak dua belas mil. Mereka mengharapkan kita mau menerima mereka dan berkompromi dengan mereka. Tetapi permintaan mereka kami tolak dan delegasi mereka kami suruh pulang. Maka bersiap-siaplah dan persiapkanlah."
Setelah itu beliau memanggil Ali bin Abi Thalib , Zubair , Talhah dan Abdullah bin Mas'ud supaya bersiap di pintu-pintu masuk Madinah dan yang lain berkumpul di masjid dalam keadaan siap tempur.
Perkiraan Abu Bakar tidak meleset. Belum selang tiga malam, para pembangkang zakat itu sudah menyerbu Madinah. Mereka bertujuan supaya Khalifah mau mengalah mengenai salah satu ketentuan Islam itu.
Patroli di pintu-pintu masuk kota itu sudah memperkirakan dari arah mana musuh akan datang. Mereka memberitahukan Ali, Zubair, Talhah dan Abdullah bin Mas'ud serta tokoh-tokoh yang lain. Mereka meneruskan berita itu kepada Abu Bakar dan Khalifah memerintahkan untuk tidak meninggalkan tempat.
Dengan naik unta, Khalifah memberitahukan orang-orang yang berada di mesjid. Kemudian bersama-sama mereka semua beliau berangkat untuk menghadapi para pembangkang yang hendak menyusup di malam gelap itu. Dalam pikiran kabilah-kabilah itu tak terlintas bahwa mereka akan menghadapi perlawanan setelah mereka tahu mengenai situasi Madinah dan penduduknya.
Baru setelah Abu Bakar dan pasukannya menyergap mereka, mereka pun terkejut dan lari tunggang langgang. Khalifah bersama pasukan muslim mengejar sampai ke Zul-Husa. Di tempat ini kabilah-kabilah itu meninggalkan sepasukan bala bantuan sebagai cadangan kalau-kalau pada waktunya kelak diperlukan. Tetapi mereka merasakan kabilah-kabilah itu kembali dalam keadaan porak-poranda.
Mereka mencoba mengadakan perlawanan dan dalam malam gelap itu terjadi pertempuran antara kedua pihak, yang hasilnya tidak diketahui.
Kabilah-kabilah yang tinggal di Zul-Husa itu membawa kantong-kantong kulit yang setelah ditiup diikat dengan tali lalu ditendang ke muka unta-unta yang dinaiki pihak Madinah. Unta-unta itu bukan yang sudah terlatih untuk perang. Hewan-hewan itu malah berbalik lari dalam ketakutan bersama penunggangnya kembali ke Madinah.
Baca juga: Zakat Membentuk Harmoni Kemasyarakatan
Berbalik ke Madinah
Pihak Abs dan Zubyan serta sekutunya bersorak kegirangan melihat pihak Muslimin melarikan diri, yang menurut dugaan mereka karena sudah lemah. Peristiwa ini oleh mereka dilaporkan ke Zul-Qassah.
Orang-orang dari tempat itu berdatangan dan mereka saling bertukar pikiran untuk tidak membiarkan Madinah sebelum Khalifah Abu Bakar bersedia memenuhi tuntutan mereka.
Lihat Juga :