Sampaikan Cita-Cita Tinggi di Kaki Ka'bah, Semua Terkabul

Jum'at, 19 Juni 2020 - 17:49 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Ini Si Pemalu yang Dicintai Allah Ta'ala

Kejadian tersebut membuat amirul mukminin, Al-Walid bin Abdul Malid sangat terharu. Urwah telah kehilangan putranya, lalu sebelah kakinya. Maka dia berusaha menghibur dan menyabarkan hati tamunya atas musibah yang menimpanya tersebut.

Bersamaan dengan itu, di rumah khalifah datang satu rombongan Bani Abbas yang salah seorang di antaranya buta matanya. Kemudian al-Walid menanyakan sebab musabab kebuataannya.

Di menjawab, “Wahai amirul mukminin, dulu tidak ada seorang pun di kalangan Bani Abbas yang lebih kaya dalam harta dan anak dibanding saya. Saya tinggal bersama keluarga di lembah di tengah kaum saya. Mendadak muncullah air bah yang langsung menelan habis seluruh harta dan keluarga saya. Yang tersisa bagi saya hanyalah seokor unta dan seorang bayi yang baru lahir. Maka saya taruh bayi itu di atas tanah lalu saya kejar onta tadi. Belum seberapa jauh, saya mendengar jerit tangis bayi itu.

Baca juga: Amalan Yang Bisa Menjadi Dosa Bagi Seorang Istri

Saya menoleh, ternyata kepalanya telah berada di mulut srigala yang telah memangsanya. Saya kembali, tapi tak bisa berbuat apa-apa lagi karena bayi itu telah habis dilalapnya. Lalu serigala itu lari dengan kencangnya. Akhirnya aku kembali mengejar onta liar tadi sampai dapat. Tapi begitu saya mendekat dia menyepak dengan keras hingga hancur wajah saya dan buta kedua mata saya.

Demikianlah saya dapati diri saya kehilangan semua harta dan keluarga dalam sehari semalam saja dan hidup tanpa memiliki penglihatan.”

Kemudian Al-Walid berkata kepada pengawalnya, “Ajaklah orang ini menemui tamu kita Urwah, lalu mintalah agar ia mengisahkan nasibnya agar beliau tahu bahwa ternyata masih ada orang yang ditimpa musibah lebih berat darinya.”

Baca juga: 4 Perkara Syarat Diterimanya Amal Saleh dan Digandakan Pahalanya

Tatkala beliau diantarkan pulang ke Madinah dan menjumpai keluarganya, Urwah berkata sebelum ditanya, “Janganlah kalian risaukan apa yang kalian lihat. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberiku empat orang anak dan Dia berkehendak mengambil satu. Maka masih tersisa tiga. Puji syukur bagi-Nya. Dia mengambil sedikit dariku dan masih banyak yang ditinggalkan-Nya untukku. Bila Dia menguji sekali, kesehatan yang Dia karuniakan masih lebih banyak dan lama darinya.”

Demi melihat kedatangan dan keadaan imam dan gurunya, maka penduduk Madinah segera datang berbondong-bondong ke rumahnya untuk menghibur.

Baca juga: Ibadah Paling Dicintai Allah: Silaturahim, Amar Ma'ruf, dan N ahi Munkar

Yang paling baik di antara teman-teman Urwah adalah dari Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah, “Bergemberilalah wahai Abi Abdillah, sebagian dari tubuhmu dan putramu telah mendahuluimu ke surga. Insya Allah yang lain akan segera menyusul kemudian. Karena rahmat-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala meninggalkan engkau untuk kami, sebab kami ini fakir dan memerlukan ilmu fiqih dan pengetahuanmu. Semoga Allah memberikan manfaat bagimu dan juga kami. Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah wali bagi pahala untukmu dan Dia pula yang menjamin kebagusan hisab untukmu.”

Mendidik anak dengan cinta
Urwah bin Zubair menjadi menara hidayah bagi kaum muslimin. Menjadi penunjuk jalan kemenangan dan menjadi da’i selama hidupnya. Perhatiannya yang paling besar adalah mendidik anak-anaknya secara khusus dan generasi Islam secara umum. Urwah tidak suka menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk memberikan petunjuk dan selalu mencurahkan nasihat demi kebaikan mereka.

Baca juga: Berikut Ini Tiga Ibadah yang Paling Dicintai Allah Ta'ala

Tak bosan-bosannya ia memberikan motivasi kepada para putranya untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Katanya, “Wahai putra-putriku, tuntutlah ilmu dan curahkan seluruh tenagamu untuknya. Karena, kalaupun hari ini kalian menjadi kaum yang kerdil, kelak dengan ilmu tersebut Allah menjadikan kalian sebagai pembesar kaum.”

Lalu beliau melanjutkan, “Sungguh menyedihkan, adakah di dunia ini yang lebih buruk daripada seorang tua yang bodoh?”

Ia anjurkan mereka untuk memperbanyak sedekah, sedangkan sedekah adalah hadiah yang ditujukan kepada Allah.

Katanya, “Wahai anak-anakku, janganlah kalian menghadiahkan kepada Allah dengan apa yang kalian merasa malu menghadiahkannya kepada para pemimpin kalian, sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mulia, Maha Pemurah dan lebih berhak didahulukan dan diutamakan.”

Baca juga: Wahai Muslimah, Kejarlah Popularitas Penduduk Langit!

Urwah senantiasa mengajak orang-orang untuk memandang suatu masalah dari sisi hakekatnya. Katanya, “Wahai putra-putriku, jika kalian melihat kebaikan pada seseorang maka akuilah itu baik, walaupun dalam pandangan banyak orang dia adalah jahat. Sebab setiap perbuatan baik itu pastilah ada kelanjutannya. Dan jika melihat pada seseorang perbuatan jahat, maka hati-hatilah dalam bersikap walaupun dalam pandangan orang-orang dia adalah orang yang baik. Sebab setiap perbuatan itu ada kesinambungannya. Jadi camkanlah, kebaikan akan melahirkan kebaikan setelahnya dan kejahatan menimbulkan kejahatan berikutnya.”

Ia juga mewasiatkan agar berlemah lembut, bertutur kata yang baik dan berwajah ramah. Katanya, “Wahai putra-putriku, tertulis di dalam hikmah, ‘Jadikanlah tutur katamu indah dan wajahmu penuh senyum, sebab hal itu lebih disukai orang daripada suatu pemberian’.”

Baca juga: Allah Mencintai Orang-Orang yang Lisannya Basah karena Zikir

Jika ia melihat seseorang condong pada kemewahan dan mengutamakan kenikmatan, diingatkannya betapa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membiasakan diri untuk hidup sederhana.

Sebagai contoh adalah kisah yang diceritakan oleh Muhammad bin Al-Munkadir, “Aku bertemu dengan Urwah bin Zubair. Dia menggandeng tanganku dan berkata, ‘Wahai Abu Abdillah.’ Aku jawab, ‘Labbaik’.”

Baca juga: Allah Ta'ala Paling Mencintai Hamba yang Berakhlak Baik

Urwah berkata, “Aku pernah menjumpai ibuku Aisyah radhiyallahu ‘anha lalu beliau berkata, “Wahai anakku, demi Allah, adakalanya selama 40 hari tak ada api di rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk api ataupun masak.” Maka aku bertanya, “Bagaimana Anda berdua hidup pada masa itu?” Beliau menjawab, “Dengan korma dan air.”

Urwah hidup hingga usia 71 tahun. Hidupnya penuh dengan kebajikan, kebaktian dan diliputi ketakwaan. Ketika dirasa ajalnya telah dekat dan dia dalam keadaan shaum, keluarganya mendesak agar ia mau makan, tetapi ia menolak keras karena ingin berbuka di sisi Allah dengan minuman dari telaga Al-Kautsar yang dituangkan dalam gelas-gelas perak oleh bidadari-bidadari cantik dari surga. (Baca juga: Tiga Amalan untuk Mendatangkan Kecintaan Allah Ta'ala )

Dinukil dari Dr. Abdurrahman Ra'fat Basya, Mereka adalah Para Tabiin, diterjemahkan oleh Abu Umar Abdillah dari bahasa Arab dengan judul asli "Shuwaru min Hayati A;-Tabi'in".

(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rahasia dan Hikmah Hujan...
Rahasia dan Hikmah Hujan Menurut Islam, Begini Penjelasannya
5 Keutamaan dan Hikmah...
5 Keutamaan dan Hikmah Salat Berjamaah bagi Umat Islam
Hikmah Disyariatkannya...
Hikmah Disyariatkannya Mandi Junub bagi Muslim yang Berhadas Besar
5 Hikmah dan Tips Hadapi...
5 Hikmah dan Tips Hadapi Musibah Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Wafat Seorang Diri dan Kelak Dibangkitkan Sendirian
Rekomendasi
Dampak Badai Celia Bikin...
Dampak Badai Celia Bikin Langit Spanyol Menjadi Berwarna Oranye
Jantung Mumi Berusia...
Jantung Mumi Berusia 2.500 Tahun Ini Masih Berdenyut, Ilmuwan Ungkap Keganjilan Ini
Isi Bulan Terungkap,...
Isi Bulan Terungkap, Ternyata Ini yang Membuat Tak Bisa Bercahaya
Artikel Terkini
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Infografis
5 Gejala Kolesterol...
5 Gejala Kolesterol Tinggi di Kaki, Biasanya Hilang usai Istirahat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved