Saking Cintanya pada Rasulullah, Anak Ini Rela Menempuh Madinah Seminggu
Jum'at, 19 Juni 2020 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Terus menerus ia seakan mandi pasir itu, hingga menyebabkannya kelelahan, kehabisan nafas, hingga ia meninggal di tempat itu, sebelum sempat menyaksikan maqam Rasulullah SAW . Ia meninggal dunia dan dikuburkan tak jauh dari Masjid Nabawi.
Berselang satu minggu kemudian, setelah usai berziarah ke makam Rasulullah , Imam Wajhuddin menziarahi kubur anak kecil itu. Betapa terkejutnya sang Imam manakala mengetahui bahwa maqam anak kecil itu telah bergeser mendekati makam Rasulullah .
Sampai hari ini, makamnya tertutup dan berada di halaman/teras perluasan masjid Nabawi. Begitulah nilai cinta dahsyat seorang anak kecil terhadap Rasulullah saja mendatangkan kemuliaan yang sungguh sangat luar biasa.
Begitu sampai kembali ke Zabid, Yaman, Imam Wajhuddin lebih banyak menangis dan mengurung di dalam kamar, menangisi diri beliau yang merasa malu dengan kadar cinta si anak kecil tersebut terhadap Rasulullah SAW .
"Wahai anak kecil, aku ini Imam Besar, namun cintamu pada Rasulullah melebihi kadar kecintaanku. Sungguh, aku sangat malu dengan diriku."
Imam Wajhuddin pun kemudian memasukkan kisah anak kecil itu dalam perjalanannya dalam qasidahnya. Begitulah kedahsyatan kisah-kisah orang-orang yang sangat mencintai dan merindui Rasulullah SAW . Bagaimana dengan kita? (Baca Juga: Masya Allah! Indahnya Bentuk Tubuh Rasulullah SAW )
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Baginda Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.
Berselang satu minggu kemudian, setelah usai berziarah ke makam Rasulullah , Imam Wajhuddin menziarahi kubur anak kecil itu. Betapa terkejutnya sang Imam manakala mengetahui bahwa maqam anak kecil itu telah bergeser mendekati makam Rasulullah .
Sampai hari ini, makamnya tertutup dan berada di halaman/teras perluasan masjid Nabawi. Begitulah nilai cinta dahsyat seorang anak kecil terhadap Rasulullah saja mendatangkan kemuliaan yang sungguh sangat luar biasa.
Begitu sampai kembali ke Zabid, Yaman, Imam Wajhuddin lebih banyak menangis dan mengurung di dalam kamar, menangisi diri beliau yang merasa malu dengan kadar cinta si anak kecil tersebut terhadap Rasulullah SAW .
"Wahai anak kecil, aku ini Imam Besar, namun cintamu pada Rasulullah melebihi kadar kecintaanku. Sungguh, aku sangat malu dengan diriku."
Imam Wajhuddin pun kemudian memasukkan kisah anak kecil itu dalam perjalanannya dalam qasidahnya. Begitulah kedahsyatan kisah-kisah orang-orang yang sangat mencintai dan merindui Rasulullah SAW . Bagaimana dengan kita? (Baca Juga: Masya Allah! Indahnya Bentuk Tubuh Rasulullah SAW )
ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Baginda Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.
(rhs)
Lihat Juga :