5 Tips untuk Meredam Amarah Pasutri Saat Berpuasa
Selasa, 26 April 2022 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
4. Mengatur nafas
Saat emosi mulai muncul, cobalah untuk diam sejenak dan mengatur nafas. Tarik nafas dalam-dalam melalui hidung kemudian tahan selama 5 sampai 10 detik atau semampunya, kemudian keluarkan secara perlahan melalui mulut.
Dengan mengatur nafas kita akan merasakan udara segar mengalir dari tubuh dan seketika emosi yang ada dalam tubuh surut bersamaan dengan udara yang keluar.
5. Diam atau berganti posisi
Saat seseorang marah, biasanya kalau tidak diam maka akan keluar kata-kata yang tidak Allah ridhai. Caci maki, kalimat laknat bahkan mungkin kalimat cerai yang tentunya tak kita inginkan saat dalam keadaan sadar. Maka saat hendak marah, maka diam adalah lebih baik. “Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad)
Selain itu, kita juga bisa berganti posisi sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Dawud)
Terakhir, ingatlah pesan dan ganjaran Rasulullah untuk orang yang bisa menahan kesabarannya. Maka surga baginya. “Jangan engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani)
Baca juga: Ramadhan Bulan Penghapusan Dosa, Ini Dalil-dalilnya
Wallahu A'lam
Saat emosi mulai muncul, cobalah untuk diam sejenak dan mengatur nafas. Tarik nafas dalam-dalam melalui hidung kemudian tahan selama 5 sampai 10 detik atau semampunya, kemudian keluarkan secara perlahan melalui mulut.
Dengan mengatur nafas kita akan merasakan udara segar mengalir dari tubuh dan seketika emosi yang ada dalam tubuh surut bersamaan dengan udara yang keluar.
5. Diam atau berganti posisi
Saat seseorang marah, biasanya kalau tidak diam maka akan keluar kata-kata yang tidak Allah ridhai. Caci maki, kalimat laknat bahkan mungkin kalimat cerai yang tentunya tak kita inginkan saat dalam keadaan sadar. Maka saat hendak marah, maka diam adalah lebih baik. “Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad)
Selain itu, kita juga bisa berganti posisi sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Dawud)
Terakhir, ingatlah pesan dan ganjaran Rasulullah untuk orang yang bisa menahan kesabarannya. Maka surga baginya. “Jangan engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani)
Baca juga: Ramadhan Bulan Penghapusan Dosa, Ini Dalil-dalilnya
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :