Kisah Baju Lebaran Hadiah dari Malaikat Ridwan kepada Cucu Rasulullah SAW Hasan dan Husain
Rabu, 27 April 2022 - 15:02 WIB
loading...
Lebaran bagi anak-anak identik dengan baju baru. Foto/Ilustrasi: aliexpress.com
A
A
A
Urusan lebaran dan baju baru bukan hanya tradisi di Indonesia. Di era Rasulullah SAW pun tradisi ini sudah ada. Nah, soal ini ada satu kisah, tatkala lebaran sudah dekat cucu Rasulullah SAW, Hasandan Husein ,tidak memiliki pakaian baru untuk lebaran.
Ibnu Syahr Asyub dari Al-Ridha dan dinukil oleh Hakim al-Naisaburi dalam kitabnya al-Amali menceritakan kisah tersebut. Hasan dan Husein bertanya kepada ibunya: “Wahai Ibu, anak-anak di Madinah telah dihiasi dengan pakaian lebaran kecuali kami.Mengapa Ibu tidak menghiasi kami?”
Sang bunda, Sayyidah Fatimah menjawab, “Baju kalian masih di tukang jahit.”
Baca juga: Idul Fitri dan Keselamatan Jiwa
Malam hari raya tiba, sementara pakaian baru belum juga terlihat sehingga dua pemuka pemuda surga itu bertanya lagi kepada ibunya. Sayyidah Fatimah menangis karena tidak memiliki uang untuk membeli baju buat kedua buah hatinya itu.
Tidak lama kemudian, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya. Sayyidah Fatimah menghampiri seraya bertanya, “Siapa?”
“Wahai putri Rasulullah, saya adalah tukang jahit. Saya datang membawa hadiah pakaian untuk keduaputramu.”
Pintu dibuka dan tampaklah seseorang membawa bingkisan lalu diberikan kepada Sayyidah Fatimah.
Beliau membuka bingkisan tersebut dan di dalamnya terdapat dua gamis, dua celana, dua mantel, dua sorban, dan dua pasang sepatu hitam yang semuanya terlihatindah.
Baca juga: Merayakan Idul Fitri dalam Kesunyian
Ibnu Syahr Asyub dari Al-Ridha dan dinukil oleh Hakim al-Naisaburi dalam kitabnya al-Amali menceritakan kisah tersebut. Hasan dan Husein bertanya kepada ibunya: “Wahai Ibu, anak-anak di Madinah telah dihiasi dengan pakaian lebaran kecuali kami.Mengapa Ibu tidak menghiasi kami?”
Sang bunda, Sayyidah Fatimah menjawab, “Baju kalian masih di tukang jahit.”
Baca juga: Idul Fitri dan Keselamatan Jiwa
Malam hari raya tiba, sementara pakaian baru belum juga terlihat sehingga dua pemuka pemuda surga itu bertanya lagi kepada ibunya. Sayyidah Fatimah menangis karena tidak memiliki uang untuk membeli baju buat kedua buah hatinya itu.
Tidak lama kemudian, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya. Sayyidah Fatimah menghampiri seraya bertanya, “Siapa?”
“Wahai putri Rasulullah, saya adalah tukang jahit. Saya datang membawa hadiah pakaian untuk keduaputramu.”
Pintu dibuka dan tampaklah seseorang membawa bingkisan lalu diberikan kepada Sayyidah Fatimah.
Beliau membuka bingkisan tersebut dan di dalamnya terdapat dua gamis, dua celana, dua mantel, dua sorban, dan dua pasang sepatu hitam yang semuanya terlihatindah.
Baca juga: Merayakan Idul Fitri dalam Kesunyian
Lihat Juga :