Malam Takbiran Idul Fitri Malam Utama Diijabahnya Doa, Jangan Dilewatkan Begitu Saja

loading...
Malam Takbiran Idul Fitri Malam Utama Diijabahnya Doa, Jangan Dilewatkan Begitu Saja
Ada malam-malan mulia dalam islam, salah satunya malam Idul Fitri, di malam utama ini Allah Subhanahu wa taala akan menurunkan kucuran rahmatnya dan mengijabah doa-doa hamba-hambaNya yang beriman. Foto ilustrasi/ist
Dalam hitungan hari, bulan Ramadhan akan segera usai. Kedatangan Idul Fitri , menjadi momen yang paling dinantikan umat Muslim. Setelah melaksanakan kewajiban berpuasa selama sebulan penuh, shalat tarawih dan amalan terpuji lainnya, tentu menyambut hari kemenangan menjadi hal yang sangat membahagiakan.

Nah, saat menyambut Idul Fitri ini, para ulama sepakat menganjurkan setiap muslim untuk menghidupkan malam hari raya, baik Idul Fitri ataupun Idul Adha, dengan membaca zikir, shalat atau ibadah lainnya. Kenapa demikian? Dikutip dari berbagai sumber, inilah penjelasannya:

Dalam sebuah riwayat dikisahkan Umar bin Abdul Aziz berkirim surat kepada Gubernur Bashrah, yang isinya perintah agar menghidupkan 4 malam setiap tahunnya, yaitu awal malam bulan rajab, malam nisfu sya’ban, malam Idul Fitri, dan malam idul Adha. Menurutnya, pada malam-malam tersebut Allah Subhanahu wa ta'ala mencurahkan kucuran RahmatNya yang sempurna.

Baca juga: 5 Tempat Mustajab untuk Berdoa agar Keinginan Tercapai

Imam Syafi’i mengatakan doa akan diijabah pada 5 malam utama, yaitu malam Jum’at, malam Idul Fitri dan Idul Adha, malam awal bulan rajab, dan malam nisfu Sya’ban.

Imam Abu al-Qasim al-Ashbahani dalam kitab 'Targib Wa Tarhib' meriwayatkan hadis dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengatakan orang yang menghidupkan 5 malam tertentu dengan beragam ibadah, maka ia mesti mendapatkan Surga. Yaitu, malam tarwiyah, malam arafah, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, dan malam nisfu sya’ban.

Imam Ibnu Majah dalam kitab Sunan Ibnu Majah meriwayatkan dari sahabat Abu Umamah bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda orang yang menghidupkan malam 2 hari raya, yaitu idul adha dan idul fitri, maka hatinya akan terus hidup ketika hati Manusia mulai mati dan tak berfungsi.

Hadis-hadis tersebut walaupun kualitasnya dhaif/lemah, tapi masih diperkenankan dipraktekan dalam hal Fadail ‘amal, demikian menurut ulama hadis.

Menurut Imam Nawawi dalam kitab 'Al-Azkar an-Nawawiyah' menghidupkan malam malam tersebut dengan cara mengfungsikan mayoritas waktu malam untuk ibadah, walau memang menurut ulama lain, bisa hanya dengan beberapa saat saja dari waktu malam tersebut.

Syekh Muhammad bin Abdul Hadi as-Sindi mengatakan cukup menghidupkan malam hari raya itu dengan melaksanakan sholat tahajud.

Karena itu, mari kita hidupkan malam Idul Fitri bersama-sama dengan berbagai ibadah sholat wajib, sunnah, takbir, zikir dan amalan terpuji lainnya.

Baca juga: 5 Golongan yang Tidak Boleh Menerima Zakat Fitrah

Wallahu A‘lam.
(wid)
cover top ayah
وَوَهَبۡنَا لَهٗۤ اِسۡحٰقَ وَيَعۡقُوۡبَ‌ؕ كُلًّا هَدَيۡنَا ‌ۚ وَنُوۡحًا هَدَيۡنَا مِنۡ قَبۡلُ‌ وَمِنۡ ذُرِّيَّتِهٖ دَاوٗدَ وَسُلَيۡمٰنَ وَاَيُّوۡبَ وَيُوۡسُفَ وَمُوۡسٰى وَ هٰرُوۡنَ‌ؕ وَكَذٰلِكَ نَجۡزِى الۡمُحۡسِنِيۡنَۙ (٨٤) وَزَكَرِيَّا وَيَحۡيٰى وَعِيۡسٰى وَاِلۡيَاسَ‌ؕ كُلٌّ مِّنَ الصّٰلِحِيۡنَۙ (٨٥) وَاِسۡمٰعِيۡلَ وَالۡيَسَعَ وَيُوۡنُسَ وَلُوۡطًا‌ ؕ وَكُلًّا فَضَّلۡنَا عَلَى الۡعٰلَمِيۡنَۙ (٨٦) وَمِنۡ اٰبَآٮِٕهِمۡ وَذُرِّيّٰتِهِمۡ وَاِخۡوَانِهِمۡ‌ۚ وَاجۡتَبَيۡنٰهُمۡ وَهَدَيۡنٰهُمۡ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسۡتَقِيۡمٍ (٨٧) ذٰ لِكَ هُدَى اللّٰهِ يَهۡدِىۡ بِهٖ مَنۡ يَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِهٖ‌ؕ وَلَوۡ اَشۡرَكُوۡا لَحَبِطَ عَنۡهُمۡ مَّا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ (٨٨)
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh, dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Dawud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, dan Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shalih, dan Ismail, Ilyasa‘, Yunus, dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya), (dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus. Itulah petunjuk Allah, dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.

(QS. Al-An'am Ayat 84-88)
cover bottom ayah
preload video