Kiat Mempertahankan Semangat Bulan Ramadhan

loading...
Kiat Mempertahankan Semangat Bulan Ramadhan
Ada amalan yang dapat kita kerjakan sepanjang tahun, demi meneruskan pesan utama dari Ramadhan, yaitu agar kita bertakwa. Foto ilustrasi/ist
Bulan suci Ramadhan baru saja kita tinggalkan. Setelah sebulan penuh menempah diri dengan puasa dan ibadah lainnya, seharusnya Ramadhan terus membekas. bukan hanya pergi begitu saja. Lantas bagaimana agar semangat bulan Ramadhan tetap bisa dipertahankan?

"Ada tiga amalan yang dapat kita kerjakan sepanjang tahun, demi meneruskan pesan utama dari Ramadhan, yaitu agar kita bertakwa. Dan takwa kepada Allah SWT, tentunya kapan saja dan dimana saja, bukan hanya di bulan Ramadhan,"ungkap Ustadz Hadhrami dikutip dari ceramah onlinenya, baru-baru ini:

Baca juga: Menjadi Istiqamah dalam Ketaatan Setelah Ramadhan Berlalu

Apa saja 3 amalan tersebut? Berikut penjelasan dai yang berkhidmat di yayasan Al Hisbah ini :

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Jika kita sangat menyukai bulan Ramadhan karena puasanya, sungguh kita dapat sering berpuasa juga di sepanjang tahun. Dan puasa memang memiliki keutamaan yang sangat besar, salah satunya sebagaimana di dalam hadits berikut:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ اللَّهِ إِلاَّبَاعَدَ اللَّهُ بَذَلِكَ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا


“Tidaklah seorang hamba puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dan khususnya di bulan Syawwal ini, kita memiliki kesempatan untuk dapat menyempurnakan pahala kita agar mendapatkan pahala layaknya berpuasa setahun penuh. Nabi bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ


“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian menyambungnya dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka pahalanya sama dengan puasa selama satu tahun.” (HR Muslim)

Dan masih banyak puasa-puasa sunnah lainnya sepanjang tahun, seperti puasa senin dan kamis, puasa Arafah, dan lain-lain.

2. Shalat Witir

Kemudian salah satu khasnya beribadah di bulan Ramadhan adalah melaksanakan shalat Tarawih. Dan meski Ramadhan telah usai, kita tetap bisa melanjutkan amal shalih ini, yaitu dengan bangun bertahajjud di 1/3 malam terakhir. Atau misalnya tidak sanggup untuk bangun terlalu dini karena letih fisik akibar pekerjaan, kita dapat juga shalat witir saja setelah shalat Isya, atau sebelum beranjak tidur. Itu agar amalan penutup kita di hari itu sebelum tidur adalah shalat. Nabi bersabda:

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؛ قَالَ اجْعَلُوْا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْراً. متفق عليه


“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan Witir”. (Muttafaqun ‘alaihi)

Namun tentunya bagi yang berusaha untuk dapat bangun tahajjud dan witir lebih baik pahalanya.

3. Rutinkan Membaca Al Qur’an

Amalan terakhir adalah membaca Al Qur’an. Ya, karena Ramadhan adalah bulan Al Qur’an. Maka teruskan semangatnya dengan rutin membaca Al Qur’an, dan lebih baik lagi jika berusaha menghafalnya, sehingga dapat diulang-ulang di dalam shalat. Apalagi di masa pandemi ini, terkadang zona suatu tempat memaksa kita untuk shalat di rumah saja bersama keluarga.

Terkait keutamaannya Allah Ta'ala berfirman:
halaman ke-1
preload video