Ketika Bumi Diguncang, Manusia Akan Terbagi 3 Golongan
Sabtu, 21 Mei 2022 - 23:45 WIB
loading...
Pada Hari Kiamat, manusia akan terbagi menjadi tiga golongan. Orang-orang yang angkuh akan direndahkan dan orang-orang yang rendah diri akan ditinggikan. Foto ilustrasi/Ist
A
A
A
Surat Al-Waqi'ah sering dibaca kaum muslimin dan dijadikan wirid setiap hari. Kandungannya berisi tentang dahsyatnya Hari Kiamat, namun keutamaannya menjadi wasilah bagi pembacanya terhindar dari kemiskinan.
Dalam Surat Al-Waqi'ah, Allah menegaskan peristiwa Hari Kiamat yang tidak dapat disangkal. Ketika bumi diguncang, manusia akan terbagi menjadi tiga golongan. Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Keutamaan Membaca Surat Al-Waqiah Setelah Sholat Subuh
Surat Al-Waqi'ah (surat ke-56 Al-Qur'an) terdiri dari 96 ayat dan termasuk surat Makkiyah. Allah mengabarkan peristiwa Kiamat dan golongan manusia pada ayat 1-12 dari surat ini:
Artinya: "Apabila terjadi hari Kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu beterbangan, dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga kenikmatan." (QS Al-Waqi'ah Ayat 1-12)
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, Al-Waqi'ah adalah salah satu nama dari nama-nama hari kiamat. Pada ayat kedua, makna (كَاذِبَةٌ) kaadzibah menurut Muhammad ibnu Ka'b ialah pasti terjadi.
Menurut Qatadah, terjadinya hari kiamat tidak dapat diubah atau diundurkan atau dicabut.Ibnu Jarir mengatakan bahwa lafaz kaadzibah adalah bentuk masdar (akar kata) sama dengan lafaz 'afiyah dan 'aqibah.
Pada ayat ketiga: "(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)." Artinya, merendahkan banyak kaum hingga sampai ke tempat yang paling dasar di dalam neraka, sekalipun ketika di dunia mereka adalah orang-orang yang mulia. Dan meninggikan kaum yang lainnya hingga sampai ke tempat yang tertinggi di dalam surga yang penuh dengan kenikmatan, sekalipun ketika di dunia mereka adalah orang-orang yang rendah. Demikian pendapat Al-Hasan, Qatadah, dan lainnya.
As-Saddi mengatakan bahwa hari Kiamat adalah hari orang-orang yang angkuh direndahkan dan orang-orang yang rendah diri ditinggikan.
Selanjutnya di ayat keempat, "apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya". Yakni berguncang dengan guncangan dahsyat yang menimbulkan gempa di seluruh kawasan bumi. Ar-Rabi' ibnu Anas mengatakan bahwa gempa itu mengguncang semua yang ada di bumi sebagaimana ayakan mengguncang barang yang diayaknya.
"Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya." (Al-Waqi'ah: 5). Yaitu dihancurkan dengan sehancur-hancurnya, menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Qatadah, dan lain-lainnya.
"Maka jadilah dia debu yang beterbangan." (Al-Waqi'ah: 6). Abu Ishaq telah meriwayatkan dari Al-Haris dari Ali radhiyallahu 'anhu bahwa semua gunung di hari itu menjadi debu yang beterbangan, kemudian lenyap tanpa bekas.
Dalam Surat Al-Waqi'ah, Allah menegaskan peristiwa Hari Kiamat yang tidak dapat disangkal. Ketika bumi diguncang, manusia akan terbagi menjadi tiga golongan. Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Keutamaan Membaca Surat Al-Waqiah Setelah Sholat Subuh
Surat Al-Waqi'ah (surat ke-56 Al-Qur'an) terdiri dari 96 ayat dan termasuk surat Makkiyah. Allah mengabarkan peristiwa Kiamat dan golongan manusia pada ayat 1-12 dari surat ini:
إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ (1) لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ (2) خَافِضَةٌ رَافِعَةٌ (3) إِذَا رُجَّتِ الأرْضُ رَجًّا (4) وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا (5) فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا (6) وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلاثَةً (7) فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ (8) وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ (9) وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ (10) أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ (11) فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ (12)
Artinya: "Apabila terjadi hari Kiamat, terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal). (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu beterbangan, dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga kenikmatan." (QS Al-Waqi'ah Ayat 1-12)
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, Al-Waqi'ah adalah salah satu nama dari nama-nama hari kiamat. Pada ayat kedua, makna (كَاذِبَةٌ) kaadzibah menurut Muhammad ibnu Ka'b ialah pasti terjadi.
Menurut Qatadah, terjadinya hari kiamat tidak dapat diubah atau diundurkan atau dicabut.Ibnu Jarir mengatakan bahwa lafaz kaadzibah adalah bentuk masdar (akar kata) sama dengan lafaz 'afiyah dan 'aqibah.
Pada ayat ketiga: "(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)." Artinya, merendahkan banyak kaum hingga sampai ke tempat yang paling dasar di dalam neraka, sekalipun ketika di dunia mereka adalah orang-orang yang mulia. Dan meninggikan kaum yang lainnya hingga sampai ke tempat yang tertinggi di dalam surga yang penuh dengan kenikmatan, sekalipun ketika di dunia mereka adalah orang-orang yang rendah. Demikian pendapat Al-Hasan, Qatadah, dan lainnya.
As-Saddi mengatakan bahwa hari Kiamat adalah hari orang-orang yang angkuh direndahkan dan orang-orang yang rendah diri ditinggikan.
Selanjutnya di ayat keempat, "apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya". Yakni berguncang dengan guncangan dahsyat yang menimbulkan gempa di seluruh kawasan bumi. Ar-Rabi' ibnu Anas mengatakan bahwa gempa itu mengguncang semua yang ada di bumi sebagaimana ayakan mengguncang barang yang diayaknya.
"Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya." (Al-Waqi'ah: 5). Yaitu dihancurkan dengan sehancur-hancurnya, menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Qatadah, dan lain-lainnya.
"Maka jadilah dia debu yang beterbangan." (Al-Waqi'ah: 6). Abu Ishaq telah meriwayatkan dari Al-Haris dari Ali radhiyallahu 'anhu bahwa semua gunung di hari itu menjadi debu yang beterbangan, kemudian lenyap tanpa bekas.
Lihat Juga :