Kisah Khalifah Al-Hadi: Menjabat karena Dukungan Harun Al-Rasyid
Senin, 23 Mei 2022 - 16:12 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Al-Rabi menjelaskan dengan diplomatis apa yang sebenarnya terjadi, dan Al-Hadi menerima alasannya. Pada saat itu juga Al-Rabi diangkat menjadi wazir Al-Hadi, dan diminta melayaninya sebagaimana dulu dia melayani ayahnya.
Menurut Tabari, segera tibanya Al-Hadi di istana Baghdad, dia tidak langsung menemui masyarakat. Tapi justru menghabiskan waktu bercengkerama dengan salah satu budak perempuannya. Ternyata selama dia bertugas ke Jurjan, dia selalu merindukan perempuan ini setiap saat. Maka ketika sampai di Baghdad, Al-Hadi langsung mengunjungi perempuan tersebut serta menghabiskan waktu siang dan malam bersamanya. Beberapa hari setelahnya, barulah dia menunjukkan dirinya ke depan publik.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Membangun Infrastruktur Mekkah, Masjidil Haram Ditaburi Parfum
Menurut riwayat Imam As-Suyuthi, Al-Hadi gemar mabuk, bermain-main, menunggang keledai, sangat cekatan dan tidak melaksanakan tugas-tugas khalifah dengan baik.
Lebih jauh, dia adalah seorang khalifah yang zalim. Di sisinya selalu ada pengawal dengan pedang yang mengerikan dan tiang-tiang terpancang. Apa yang dia lakukan banyak diikuti oleh bawahannya. Tak heran jika pada zamannya senjata banyak dijumpai.
Meski demikian, menurut As-Suyuthi, Al-Hadi dikenal sebagai khalifah yang berpengatahuan luas, fasil lidahnya, pandai bicara, amat kharismatik, dan punya pengaruh, keberanian, serta sifat kesatria.
Selain dikenal dengan nama Al-Hadi, dia juga sering dipanggil Athbiq (tutuplah), dikarenakan bibir atasnya sumbing. Sejak kecil ayahnya telah mengambil pelayan untuk menemani dan merawatnya. Setiap kali sang pelayan melihat mulut Al-Hadi terbuka, dia berkata, “Athbiq!” mendengar ucapan itu, dia akan segera menutup mulutnya. Oleh karena itu, orang-orang memanggilnya Musa Athbiq.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Membangun Konspirasi Penggulingan Putra Mahkota Isa Bin Musa
Menurut Tabari, segera tibanya Al-Hadi di istana Baghdad, dia tidak langsung menemui masyarakat. Tapi justru menghabiskan waktu bercengkerama dengan salah satu budak perempuannya. Ternyata selama dia bertugas ke Jurjan, dia selalu merindukan perempuan ini setiap saat. Maka ketika sampai di Baghdad, Al-Hadi langsung mengunjungi perempuan tersebut serta menghabiskan waktu siang dan malam bersamanya. Beberapa hari setelahnya, barulah dia menunjukkan dirinya ke depan publik.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Membangun Infrastruktur Mekkah, Masjidil Haram Ditaburi Parfum
Menurut riwayat Imam As-Suyuthi, Al-Hadi gemar mabuk, bermain-main, menunggang keledai, sangat cekatan dan tidak melaksanakan tugas-tugas khalifah dengan baik.
Lebih jauh, dia adalah seorang khalifah yang zalim. Di sisinya selalu ada pengawal dengan pedang yang mengerikan dan tiang-tiang terpancang. Apa yang dia lakukan banyak diikuti oleh bawahannya. Tak heran jika pada zamannya senjata banyak dijumpai.
Meski demikian, menurut As-Suyuthi, Al-Hadi dikenal sebagai khalifah yang berpengatahuan luas, fasil lidahnya, pandai bicara, amat kharismatik, dan punya pengaruh, keberanian, serta sifat kesatria.
Selain dikenal dengan nama Al-Hadi, dia juga sering dipanggil Athbiq (tutuplah), dikarenakan bibir atasnya sumbing. Sejak kecil ayahnya telah mengambil pelayan untuk menemani dan merawatnya. Setiap kali sang pelayan melihat mulut Al-Hadi terbuka, dia berkata, “Athbiq!” mendengar ucapan itu, dia akan segera menutup mulutnya. Oleh karena itu, orang-orang memanggilnya Musa Athbiq.
Baca juga: Kisah Khalifah Al-Mahdi Membangun Konspirasi Penggulingan Putra Mahkota Isa Bin Musa
(mhy)
Lihat Juga :