3 Amalan Sunnah Bulan Dzulqa'dah, Nomor Terakhir Bagi yang Mampu
Kamis, 09 Juni 2022 - 17:41 WIB
loading...
Ada 3 amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan di bulan Dzulqadah, yakni memperbanyak amal kebaikan, puasa sunnah dan melaksanakan umrah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Bulan Dzulqa'dah termasuk dalam salah satu bulan yang memiliki kemuliaan di sisi Allah dengan julukan Asyhurul haram (bulan haram). Karena bulan istimewa seyogianya bulan ini diisi dengan kebajikan. Ada beberapa amalan sunnah di bulan Dzulqa’dah yang bisa mendekatkan diri pada Allah subhanahu wa ta'ala, dan hendaknya bisa kita amalkan.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut amalan-amalan sunnah bulan Dzulqa'dah yang istimewa ini, yakni :
1. Memperbanyak amal kebaikan/kebajikan
Kemuliaan bulan Dzulqa’dah tergambar jelas dalam QS At Taubah ayat 36. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan (QS at-Taubah: 36).
Baca juga: 7 Peristiwa Penting di Bulan Dzulqa'dah yang Jarang Diketahui
Dalam Tafsir Jalalain, dijelaskan bahwa yang dimaksud bulan-bulan haram tersebut atau bulan yang disucikan, yaitu Dzulqa'dah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.
Imam Ibnu Katsir dalam Ibnu Katsir dalam kitab 'Tafsir Al-Qur’an al-‘Adhim', menjelaskan bahwa di bulan-bulan haram, terdapat pelbagai larangan yang harus dijauhi dan ditinggal kaum muslimin. Berperang termasuk perkara yang terlarang. Demikian juga melakukan pelbagai kemaksiatan. Di samping, amalan yang dilakukan di bulan tersebut berlipat ganda pahalanya. Namun, di sisi lain, segala dosa dan bentuk kemaksiatan lain yang sengaja dilakukan di Dzulqa’dah juga akan berlipat ganda dosanya.
Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur’an al Adhim menjelaskan hal itu sebagai berikut;
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut amalan-amalan sunnah bulan Dzulqa'dah yang istimewa ini, yakni :
1. Memperbanyak amal kebaikan/kebajikan
Kemuliaan bulan Dzulqa’dah tergambar jelas dalam QS At Taubah ayat 36. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan (QS at-Taubah: 36).
Baca juga: 7 Peristiwa Penting di Bulan Dzulqa'dah yang Jarang Diketahui
Dalam Tafsir Jalalain, dijelaskan bahwa yang dimaksud bulan-bulan haram tersebut atau bulan yang disucikan, yaitu Dzulqa'dah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.
Imam Ibnu Katsir dalam Ibnu Katsir dalam kitab 'Tafsir Al-Qur’an al-‘Adhim', menjelaskan bahwa di bulan-bulan haram, terdapat pelbagai larangan yang harus dijauhi dan ditinggal kaum muslimin. Berperang termasuk perkara yang terlarang. Demikian juga melakukan pelbagai kemaksiatan. Di samping, amalan yang dilakukan di bulan tersebut berlipat ganda pahalanya. Namun, di sisi lain, segala dosa dan bentuk kemaksiatan lain yang sengaja dilakukan di Dzulqa’dah juga akan berlipat ganda dosanya.
Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur’an al Adhim menjelaskan hal itu sebagai berikut;
ثُمَّ اخْتَصَّ مِنْ ذَلِكَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ فَجَعَلَهُنَّ حَرَامًا، وعَظم حُرُماتهن، وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيهِنَّ أَعْظَمَ، وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ وَالْأَجْرَ أَعْظَمَ