Mengenal Asma binti Yazid, Sang Jubir Muslimah
Rabu, 24 Juni 2020 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallammenoleh kepada para sahabat dan bersabda, "Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang dien yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?" Para sahabat menjawab, "Benar, kami belum pernah mendengarnya ya Rasulullah!"
Kemudian Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Kembalilah wahai Asma dan beritahukanlah kepada para wanita yang berada di belakangmu bahwa perlakuan baik salah satu di antara mereka kepada suaminya dan mintalah keridhaan suaminya, mengikuti persetujuan suaminya, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum lelaki. "
Maka kembalilah Asma sambil bertahlil dan bertakbir, merasa gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah.
Dalam dada Asma terbetik keinginan yang kuat untuk ikut andil dalam berjihad, hanya saja kondisi ketika itu tidak memungkinkan untuk merealisasikannya. Akan tetapi setelah tahun 13 Hijriyah setelah wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallamsampai perang Yarmuk dia menyertainya dengan gagah berjuang.
Pada perang Yarmuk ini, para wanita muslimah banyak yang ikut andil dengan bagian yang banyak untuk berjihad, sebagaimana yang disebutkan oleh al-Hafidh Ibnu Katsir di dalam AI-Bidayah wan Nihayah.
Dalam perang yang besar ini, Asma binti Yazid menyertai pasukan kaum muslimin bersama-sama dengan wanita-wanita mukminat yang berada di belakang para mujahidin mencurahkan segala kemampuan membantu pasukan mempersiapkan senjata, menyediakan minuman bagi para mujahidin dan mengobati yang terluka di antara mereka, sambil memompa semangat juang kaum muslimin. (Baca juga : Adab dan Tata Krama Berbicara Muslimah Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW )
Asma keluar dari peperangan dengan membawa luka di punggungnya dan Allah menghendaki beliau masih hidup setelah itu selama 17 tahun karena ia wafat pada akhir tahun 30 Hijriyah setelah menyuguhkan kebaikan bagi umat.
Semoga Allah merahmati Asma binti Yazid bin Sakan dan memuliakan dengan hadis yang telah diriwayatkan untuk kita dan dengan pengorbanan yang telah beliau usahakan, dan telah beramal dengan apa saja yang dapat dijadikan pelajaran bagi yang lain dalam hal mencurahkan segala kemampuan dan usaha untuk memperjuangkan al - Haq dan mengibarkan bendera hingga dien ini hanya hanya untuk Allah.
Wallahu A'lam
Kemudian Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Kembalilah wahai Asma dan beritahukanlah kepada para wanita yang berada di belakangmu bahwa perlakuan baik salah satu di antara mereka kepada suaminya dan mintalah keridhaan suaminya, mengikuti persetujuan suaminya, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum lelaki. "
Maka kembalilah Asma sambil bertahlil dan bertakbir, merasa gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah.
Dalam dada Asma terbetik keinginan yang kuat untuk ikut andil dalam berjihad, hanya saja kondisi ketika itu tidak memungkinkan untuk merealisasikannya. Akan tetapi setelah tahun 13 Hijriyah setelah wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallamsampai perang Yarmuk dia menyertainya dengan gagah berjuang.
Pada perang Yarmuk ini, para wanita muslimah banyak yang ikut andil dengan bagian yang banyak untuk berjihad, sebagaimana yang disebutkan oleh al-Hafidh Ibnu Katsir di dalam AI-Bidayah wan Nihayah.
Dalam perang yang besar ini, Asma binti Yazid menyertai pasukan kaum muslimin bersama-sama dengan wanita-wanita mukminat yang berada di belakang para mujahidin mencurahkan segala kemampuan membantu pasukan mempersiapkan senjata, menyediakan minuman bagi para mujahidin dan mengobati yang terluka di antara mereka, sambil memompa semangat juang kaum muslimin. (Baca juga : Adab dan Tata Krama Berbicara Muslimah Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW )
Asma keluar dari peperangan dengan membawa luka di punggungnya dan Allah menghendaki beliau masih hidup setelah itu selama 17 tahun karena ia wafat pada akhir tahun 30 Hijriyah setelah menyuguhkan kebaikan bagi umat.
Semoga Allah merahmati Asma binti Yazid bin Sakan dan memuliakan dengan hadis yang telah diriwayatkan untuk kita dan dengan pengorbanan yang telah beliau usahakan, dan telah beramal dengan apa saja yang dapat dijadikan pelajaran bagi yang lain dalam hal mencurahkan segala kemampuan dan usaha untuk memperjuangkan al - Haq dan mengibarkan bendera hingga dien ini hanya hanya untuk Allah.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :