alexametrics

Kisah Para Shahabiyat

Mengenal Asma binti Yazid, Sang Jubir Muslimah

loading...
Mengenal Asma binti Yazid, Sang Jubir Muslimah
Asma binti Yazid adalah seorang sahabat Rasulullah SAW yang dijuluki sebagai juru bicara wanita yang juga seorang mujahidah. Foto ilustrasi SINDOnews
Di masa awal perjuangan Islam, beberapa perempuan memiliki peran penting. Salah satunya adalah Asma binti Yazid. Seorang muslimah ahli hadis yang mulia, mujahidah yang memiliki kecerdasan, dien-nya bagus dan ahli argumen atau seorang orator ulung mewakili kaumnya, sehingga dijuluki sebagai "juru bicara wanita."

Nama lengkap juru bicara wanita ini adalah Asma binti Yazid bin Sakan bin Rafi bin Imri'il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris al-Anshariyyah, al-Ausiyyah al-Asyhaliyah. Di dalam kitab Nisaa’ Haular Rasul, disebutkan bahwa di antara sesuatu yang istimewa yang dimiliki oleh Asma adalah kepekaan inderanya dan kejelian perasaannya serta kehalusan perasaan.

Selebihnya dalam segala sifat sebagaimana yang dimiliki oleh wanita - wanita Islam yang telah lulus dari madrasah nubuwwah, yakni tidak terlalu lunak (manja) dalam berbicara, tidak merasa hina, bahkan Asma adalah seorang wanita pemberani,tegar dan mujahidah.Asma binti Yazid menjadi contoh yang baik di medan peperangan. (Baca juga : Siti Sarah, Wujud Kecantikan Dunia dan Akhirat)

Alkisah diceritakan, Asma rhadiyallahu'anhu mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pada tahun pertama hijrah dan berbai'at kepadanya dengan bai'at Islam. Rasulullah membai'at para wanita dengan ayat yang tersebut di dalam Al-Qur'an surat Mumtahanah.



يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِذَا جَآءَكَ ٱلْمُؤْمِنَٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَىٰٓ أَن لَّا يُشْرِكْنَ بِٱللَّهِ شَيْـًٔا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَٰنٍ يَفْتَرِينَهُۥ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِى مَعْرُوفٍ ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُنَّ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

"Hai Nabi, tolong datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk diadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mermpersekutukan sesuatupun dengan Allah, tidak akan berhasil, tidak akan berzina, tidak akan membawa anak-anak, tidak akan membawa dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak okan meridurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Al-Mumtahanah: 12).



Bai'at dariAsma binti Yazidadalah untuk jujur dan ikhlas, sebagaimana yang disebutkan periwayatannya dalam kitab-kitab sirah bahwa Asma menggunakan dua gelang emas yang besar, maka Nabi shallallahu alaihi wa sallambersabda: "Tanggalkanlah dua gelangmu wahai Asma, tidakkah kamu takut jika Allah memakaiakan gelang kepadamu dengan gelang dari neraka?"

Maka segeralah Asma tanpa ragu-ragu dan tanpa argumentasi untuk mengikuti perintah Rasulullah, maka dia melepaskannya dan meletakkan di depan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Setelah itu Asma aktif untuk berbicara hadis Rasulullah yang mulia dan dia bertanya tentang persoalan-persoalan yang membawa dia faham urusan dien. Asma pulalah yang meminta kepada Rasulullah tentang tata cara thaharah (bersuci) bagi wanita yang selesai haid. Dia memiliki keyakinan yang kuat dan tidak malu untuk meminta sesuatu yang haq. Oleh karena Ibnu Abdil Barr mengatakan, "Dia adalah wanita cerdas dan bagus diennya."
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ وَنَعۡلَمُ مَا تُوَسۡوِسُ بِهٖ نَفۡسُهٗ ۖۚ وَنَحۡنُ اَقۡرَبُ اِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ الۡوَرِيۡدِ
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

(QS. Qaf:16)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak