3 Hadis Masyhur tapi Dhaif dan Maudhu Menurut Syaikh Al-Albani
Rabu, 15 Juni 2022 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Al-Albani juga mengaku mendapatkan dalam riwayat Ibnu Mubarak pada kitab az-Zuhud II/28 dengan sanad lain yang juga mauquf dan munqathi' (tidak bersambung).
Ringkasnya, kata al-Albani, riwayat hadis tersebut dha'if karena adanya dua penyakit dalam sanadnya. Pertama, majhulnya (asingnya) maula (budak/pengikut) Umar bin Abdul Aziz sebagai salah satu perawi sanadnya. Kedua, dha'ifnya pencatat bagi Laits yang bernama Abdullah bin Shaleh, yang juga merupakan perawi sanad dalam riwayat ini.
Baca juga: Hadits Arbain Lengkap Terdiri 42 Hadits Karya Imam an-Nawawi
Kedua, hadis batil yang berbunyi:
"Agama adalah akal. Siapa yang tidak memiliki agama, tidak ada akal baginya."
Syaikh Al-Albani mengatakan hadis tersebut batil. Diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i dari Abi Malik Basyir bin Ghalib. Kemudian ia berkata, "Hadis ini adalah batil munkar."
Menurut Al-Albani, kelemahan hadis tersebut terletak pada seorang sanadnya yang bernama Bisyir. Dia ini majhul (asing/tidak dikenal). "Inilah yang dinyatakan oleh al-Uzdi dan dikuatkan oleh adz-Dzahabi dalam kitab Mizanul-I'tidal dan al-Asqalani dalam kitab Lisanul-Mizan," ujarnya.
Satu hal yang perlu digarisbawahi di sini ialah bahwasanya semua riwayat/hadis yang menyatakan keutamaan akal tidak ada yang sahih. Semua berkisar antara dha'if dan maudhu'.
"Saya telah menelusuri semua riwayat tentang masalah keutamaan akal tersebut dari awal. Di antaranya apa yang diutarakan oleh Abu Bakar bin Abid Dunya dalam kitab al-Aqlu wa Fadhluhu. Di situ saya dapati ia menyebutkan, 'Riwayat ini tidaklah sahih'," ujarnya.
Kemudian Ibnu Qayyim dalam kitab al-Manaar halaman 25 menyatakan, "Hadis-hadis yang berkenaan dengan akal semuanya dusta belaka."
Ringkasnya, kata al-Albani, riwayat hadis tersebut dha'if karena adanya dua penyakit dalam sanadnya. Pertama, majhulnya (asingnya) maula (budak/pengikut) Umar bin Abdul Aziz sebagai salah satu perawi sanadnya. Kedua, dha'ifnya pencatat bagi Laits yang bernama Abdullah bin Shaleh, yang juga merupakan perawi sanad dalam riwayat ini.
Baca juga: Hadits Arbain Lengkap Terdiri 42 Hadits Karya Imam an-Nawawi
Kedua, hadis batil yang berbunyi:
"Agama adalah akal. Siapa yang tidak memiliki agama, tidak ada akal baginya."
Syaikh Al-Albani mengatakan hadis tersebut batil. Diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i dari Abi Malik Basyir bin Ghalib. Kemudian ia berkata, "Hadis ini adalah batil munkar."
Menurut Al-Albani, kelemahan hadis tersebut terletak pada seorang sanadnya yang bernama Bisyir. Dia ini majhul (asing/tidak dikenal). "Inilah yang dinyatakan oleh al-Uzdi dan dikuatkan oleh adz-Dzahabi dalam kitab Mizanul-I'tidal dan al-Asqalani dalam kitab Lisanul-Mizan," ujarnya.
Satu hal yang perlu digarisbawahi di sini ialah bahwasanya semua riwayat/hadis yang menyatakan keutamaan akal tidak ada yang sahih. Semua berkisar antara dha'if dan maudhu'.
"Saya telah menelusuri semua riwayat tentang masalah keutamaan akal tersebut dari awal. Di antaranya apa yang diutarakan oleh Abu Bakar bin Abid Dunya dalam kitab al-Aqlu wa Fadhluhu. Di situ saya dapati ia menyebutkan, 'Riwayat ini tidaklah sahih'," ujarnya.
Kemudian Ibnu Qayyim dalam kitab al-Manaar halaman 25 menyatakan, "Hadis-hadis yang berkenaan dengan akal semuanya dusta belaka."
Lihat Juga :