Tuntutlah Ilmu Walau ke Negeri China, Hadis atau Bukan?
Minggu, 19 Juni 2022 - 17:50 WIB
loading...
Tuntulah ilmu sekalipun di negeri China ternyata hadis palsu bahkan ada yang menyebut batil. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Tuntulah ilmu sekalipun di negeri China . Begitu kalimat yang disebut banyak dai sebagai hadis . Para ulama ahli hadis justru menyebut kalimat tersebut bukan hadis. Dan bahkan ada yang menyebut menyebut sebagai hadis batil.
Bunyi kalimat yang sudah populer dan dianggap banyak kalangan sebagai hadis tersebut adalah sebagai berikut:
اطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ
Carilah ilmu sekalipun di negeri China.
Hadis ini diriwayatkan Ibnu Adi (2/207), Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahan (2/106), Al-Khotib dalam Tarikh (9/364) dan Ar-Rihlah 1/2, al-Baihaqi dalam al-Madkhal (241, 324), Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil Ilmi (1/7-8) dari jalan Hasan bin Athiyah, menceritakan kami Abu A’tikah Tharif bin Sulaiman dari Anas secara marfu’ (sampai kepada Rasulullah SAW).
Baca juga: 4 Hadis Palsu tentang Dunia Menurut Syaikh Al-Albani
Mereka semuanya menambahkan:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim
Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi dalam tulisannya berjudul "Hadits Bathil: Menuntut Ilmu Meskipun Harus ke Negeri Cina" dengan mengutip banyak ulama mengatakan, kecacatan hadis ini terletak pada Abu A’tikah. Dia telah disepakati kelemahannya.
Imam Bukhari menyebut: “Munkarul hadits”. Nasa’i berkata: “Tidak terpercaya”. Abu Hatim berkata: “Hadisnya hancur”. Sedangkan Al-Marwazi bercerita: “Hadis ini pernah disebut di sisi Imam Ahmad, maka beliau mengingkarinya dengan keras”.
Ibnul Jauzi dalam Al-Maqashid al-Hasanah mencantumkan hadis ini dalam al-Maudhu’at dan menyebut, “Ibnu Hibban berkata: “Hadis bathil, tidak ada asalnya.” Dan disetujui as-Sakhawi.
Bunyi kalimat yang sudah populer dan dianggap banyak kalangan sebagai hadis tersebut adalah sebagai berikut:
اطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ
Carilah ilmu sekalipun di negeri China.
Hadis ini diriwayatkan Ibnu Adi (2/207), Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahan (2/106), Al-Khotib dalam Tarikh (9/364) dan Ar-Rihlah 1/2, al-Baihaqi dalam al-Madkhal (241, 324), Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil Ilmi (1/7-8) dari jalan Hasan bin Athiyah, menceritakan kami Abu A’tikah Tharif bin Sulaiman dari Anas secara marfu’ (sampai kepada Rasulullah SAW).
Baca juga: 4 Hadis Palsu tentang Dunia Menurut Syaikh Al-Albani
Mereka semuanya menambahkan:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim
Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi dalam tulisannya berjudul "Hadits Bathil: Menuntut Ilmu Meskipun Harus ke Negeri Cina" dengan mengutip banyak ulama mengatakan, kecacatan hadis ini terletak pada Abu A’tikah. Dia telah disepakati kelemahannya.
Imam Bukhari menyebut: “Munkarul hadits”. Nasa’i berkata: “Tidak terpercaya”. Abu Hatim berkata: “Hadisnya hancur”. Sedangkan Al-Marwazi bercerita: “Hadis ini pernah disebut di sisi Imam Ahmad, maka beliau mengingkarinya dengan keras”.
Ibnul Jauzi dalam Al-Maqashid al-Hasanah mencantumkan hadis ini dalam al-Maudhu’at dan menyebut, “Ibnu Hibban berkata: “Hadis bathil, tidak ada asalnya.” Dan disetujui as-Sakhawi.
Lihat Juga :