Bohongi Prajurit Kerajaan, Abu Nawas Ditangkap dan Diborgol

Kamis, 25 Juni 2020 - 08:41 WIB
loading...
Bohongi Prajurit Kerajaan,...
Aku adalah abdi, dan setiap orang adalah Abdi Allah SWT, termasuk kalian semuanya, kata Abu Nawas. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Abu Nawas adalah pujangga Arab dan merupakan salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Penyair ulung sekaligus tokoh sufi ini mempunyai nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M). (Baca juga: Hakim Pening Hadapi Kasus Sengketa Kebun Abu Nawas dan Tuan Tanah )

Pada suatu pagi hari, Abu Nawas sedang duduk-duduk bersantai di teras rumahnya. Beberapa saat kemudian, datanglah beberapa prajurit.

"Pak Tua, di manakah aku bisa menemukan tempat untuk bersenang-senang di daerah sekitar sini?" tanya seorang prajurit yang ternyata komandan prajurit.

"Kalau tidak salah di sebelah sana," jawab Abu Nawas malas-malasan.

"Di manakah tempat itu?" tanya prajurit lainnya dengan sifat yang tidak menghargai.

"Pergilah ke arah sana, lurus tanpa belok-belok, maka kalian akan menjumpai tempat untuk bersenang-senang," jawab Abu Nawas.

(Baca juga: Urusan Pusar ke Bawah Sampai Cara Membagi Telur Gaya Abu Nawas )

Rombongan tentara kerajaan itu akhirnya pergi juga menuju tempat yang sudah ditunjukkan oleh Abu Nawas. Setelah beberapa saat, kagetlah mereka semua karena tempat yang mereka cari tidak ditemukan, kecuali hanya sebuah komplek kuburan yang sangat luas. Dan tentu saja hal ini membuat para prajurit berang karena merasa telah ditipu oleh Abu Nawas.

(Baca juga: Abu Nawas, Abu Wardah, dan Seorang Pengemis )

Mereka pun kembali lagi ke tempat Abu Nawas.

"Wahai Pak Tua, keluarlah engkau. Kenapa engkau berani sekali membohongi kami?" tanya Sang Komandan yang tidak tahu kalau yang diajak bicara itu sebenarnya adalah Abu Nawas, si penasehat Kerajaan.

(Baca juga: Lapar Banget, Abu Nawas Membeli Semerbak Bau Masakan )

"Siapakah engkau ini? Berani sekali membohogi kami?" tanya salah seorang prajurit.

"Aku adalah abdi," jawab Abu Nawas, terkesan asal bicara.

Komandan dan para prajurit merasa geram dan marah. "Prajurit...tangkap dia!" perintah komandan kepada anak buahnya. "Engkau akan aku bawa ke panglima kami," kata komandan kepada Abu Nawas.

(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Tuan Rumah dan Tamu )

Rupanya Abu Nawas dihadapkan ke panglima kerajaan. "Wahai Panglima, kami telah menangkap seorang pembohong yang berani membohongi pasukan kerajaan," kata komandan melaporkan.

Panglima bersikap biasa saja. Bahkan, dia memerintahkan kepada prajurit untuk melepaskan borgol di tangan Abu Nawas. Komandan dan para prajurit terkejut dan merasa heran, ada apa gerangan ini.

(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Semut dan Capung)

Setelah itu, panglima pun mendekati Abu Nawas. "Tuan Abu, maafkan perbuatan anak buahku di sini ya," kata panglima itu dengan sangat sopannya.

Panglima dan Abu Nawas sudah saling mengenal. Mereka seringkali bertemu ketika sang khalifah mengundangnya ke istana.

(Baca juga: Akal-Akalan Abu Nawas Menjebak Pencuri Profesional )

Betapa terkejutnya sang komandan dan para prajuritnya. Perasaan sombong dan congkak yang tadi menyelimuti mereka seakan berubah menjadi rasa takut.

"Wahai Tuan Abu, sebenarnya kebohongan apa yang mereka sangkakan kepadamu?" tanya panglima.

(Baca juga: Abu Nawas Ternyata Perenang yang Tangguh, Baginda Berdecak Kagum )

"Wahai panglima, mereka memintaku untuk menunjukkan tempat untuk bersenang-senang, tentu saja aku tunjukkan kuburan karena kuburan adalah tempat yang lebih baik bagi orang-orang yang taat kepada Allah SWT. Di sana pula dia akan mendapatkan hidangan yang nikmat dari Allah SWT, terbebas dari rasa fitnah dan kejahatan manusia dan makhluk lainnya," jawab Abu Nawas serius.

(Baca juga: Sorban Kotor Abu Nawas yang Mendadak Menjadi Harum)

Panglima tersenyum mendengar penjelasan Abu Nawas. Komandan lantas buru-buru mendekati Abu Nawas. "Maafkan hamba, Tuanku Abu?" katanya. "Andai saja aku mengetahui bahwa tuan adalah Tuan Abu, tentu kami tidak akan berani membawa Tuan ke hadapan Panglima," kata komandan lagi.

"Wahai komandan...apakah aku telah membohongi kalian? Bukankah aku berkata benar? Aku adalah abdi, dan setiap orang adalah Abdi Allah SWT, termasuk kalian semuanya," tutur Abu Nawas.

"Anda benar Tuanku...," jawab komandan malu ati. (Baca juga: Soal Berburu, Jangan Anggap Remeh Abu Nawas )

(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Memiliki Perisai Setajam...
Memiliki Perisai Setajam Pisau, Dinosaurus Jenis Baru Ditemukan
Laut Stabil, Hasil Riset...
Laut Stabil, Hasil Riset Minta Penduduk Bumi Harus Waspada
Iran Gunakan Inovasi...
Iran Gunakan Inovasi Penyemaian Awan di Tengah Kemarau Terburuk dalam Sejarah
Artikel Terkini
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved