Beda Ajaran Tauhid Nabi Ibrahim dan Nabi Sebelumnya
Selasa, 21 Juni 2022 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
"Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku" ( QS Al-Anbiya' [21] : 25).
"Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya."
Demikian ucapan Nabi Nuh, Hud, Shaleh dan Syu'aib yang diabadikan Al-Qur'an masing-masing secara berurut dalam surat Al-A'raf (7) : 59, 65, 73, dan 85.
Demikian juga ajaran yang diterima Musa as langsung dari Allah:
"Aku yang memilihmu, maka dengarkan dengan tekun, apa yang diwahyukan (padamu): 'Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku. Sembahlah Aku, dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku'" ( QS Thaha [20] 13-14)
Nabi Isa as juga mengajarkan prinsip ini kepada umatnya: "Isa berkata (kepada Bani Israil), 'Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.' Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan-Nya maka Allah mengharamkan baginya surga, dan tempatnya adalah neraka. Tiada penolong bagi orang-orarg yang aniaya." ( QS Al-Maidah [5] : 72)
Baca juga: Dahsyatnya Tawakkal Nabi Ibrahim, Api pun Menjadi Dingin
Quraish Shihab mengingatkan walaupun semua nabi membawa ajaran tauhid, terlihat melalui ayat-ayat Al-Qur'an bahwa ada perbedaan dalam pemaparan mereka tentang prinsip tauhid.
"Jelas sekali bahwa Nabi Muhammad SAW, melalui Al-Qur'an diperkaya oleh Allah dengan aneka penjelasan dan bukti, serta jawaban yang membungkam siapa pun yang mempersekutukan Tuhan," ujar Quraish Shihab.
Menurut Quraish Shihab, Allah SWT menyesuaikan tuntunan yang dianugerahkan kepada para Nabi-Nya sesuai dengan tingkat kedewasaan berpikir umat mereka.
Baca juga: Kematian, Hanya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa yang Bisa Menawar
"Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya."
Demikian ucapan Nabi Nuh, Hud, Shaleh dan Syu'aib yang diabadikan Al-Qur'an masing-masing secara berurut dalam surat Al-A'raf (7) : 59, 65, 73, dan 85.
Demikian juga ajaran yang diterima Musa as langsung dari Allah:
"Aku yang memilihmu, maka dengarkan dengan tekun, apa yang diwahyukan (padamu): 'Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku. Sembahlah Aku, dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku'" ( QS Thaha [20] 13-14)
Nabi Isa as juga mengajarkan prinsip ini kepada umatnya: "Isa berkata (kepada Bani Israil), 'Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.' Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan-Nya maka Allah mengharamkan baginya surga, dan tempatnya adalah neraka. Tiada penolong bagi orang-orarg yang aniaya." ( QS Al-Maidah [5] : 72)
Baca juga: Dahsyatnya Tawakkal Nabi Ibrahim, Api pun Menjadi Dingin
Quraish Shihab mengingatkan walaupun semua nabi membawa ajaran tauhid, terlihat melalui ayat-ayat Al-Qur'an bahwa ada perbedaan dalam pemaparan mereka tentang prinsip tauhid.
"Jelas sekali bahwa Nabi Muhammad SAW, melalui Al-Qur'an diperkaya oleh Allah dengan aneka penjelasan dan bukti, serta jawaban yang membungkam siapa pun yang mempersekutukan Tuhan," ujar Quraish Shihab.
Menurut Quraish Shihab, Allah SWT menyesuaikan tuntunan yang dianugerahkan kepada para Nabi-Nya sesuai dengan tingkat kedewasaan berpikir umat mereka.
Baca juga: Kematian, Hanya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa yang Bisa Menawar
(mhy)
Lihat Juga :