Kisah Khalifah Harun Al-Rasyid Membagi Dunia kepada 3 Putranya di Kaki Kakbah
Kamis, 23 Juni 2022 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
“Bahwa Al-Amin bersumpah akan memenuhi hak Al-Ma’mun, demikian juga sebaliknya. Al-Amin akan memerintah terlebih dahulu. Dan selama dia memerintah, Al-Ma’mun akan selalu mematuhi perintahnya. Akan tetapi, Al-Amin tidak diperbolehkan mencopot jabatan Al-Ma’mun yang sudah ditetapkan oleh Harun Al-Rasyid."
"Adapun untuk Al-Mu’tamin, haknya atas tahta sangat bergantung pada Al-Ma’mun. Al-Mu’tamin harus terlebih dahulu menunjukkan kontribusi dan kapabilitas dirinya hingga dianggap layak oleh Al-Ma’mun menggantikan kedudukannya kelak. Bila tidak, maka Al-Ma’mun diperkenankan untuk memilih orang lain menjadi penggantinya.”
Baca juga: Kisah Kedermawanan Khalifah Harun Al-Rasyid, Membagi-bagi Uang di Mekkah dan Madinah
Demikianlah kurang lebih isi piagam penting tersebut. Khalifah Harun Al-Rasyid kemudian mengumumkan isinya pada khalayak yang hadir pada waktu itu. Harun ingin mereka semua menjadi saksi atas penandatangan perjanjian penting ini. Setelah semua orang mengetahui dan menyatakan kesetujuaanya, Harun Al-Rasyid kemudian menggantung piagam tersebut di dinding Kakbah.
Menurut Imam Al-Suyuthi, melihat Khalifah Harun Al-Rasyid membagi-bagikan dunia di antara ketiga anaknya, orang-orang bijak kala itu berkomentar, “Dia telah menciptakan derita di antara mereka sendiri dan menimbulkan bencana teramat besar pada rakyatnya.” Akan tetapi banyak juga penyair-penyair yang menyanjung bai’at putra mahkota tersebut dengan puja-puji semanis madu.
Intinya banyak komentar bermunculan terkait dengan keputusan Harun mengangkat ketiga putranya ini. Makin lama, komentar-komentar tersebut lebih banyak bertendensi negatif. Karena sebagaimana yang kemudian terjadi, keputusan yang dibuat Khalifah Harun Al-Rasyid pada masa hidupnya, ternyata mengundang bencana di dalam tubuh Dinasti Abbasiyah. Anak-anak Harun Al-Rasyid pada akhirnya saling berperang satu sama lain demi berebut kekuasaan dunia.
Menariknya, ketika Harun Al-Rasyid membagi-bagikan kekuasaan kepada ketiga putranya, pada saat itu juga hadir putranya yang lain, bernama Al-Mu’thasim. Tapi dia sama sekali tidak diperhitungkan oleh Harun ketika itu karena kondisinya yang buta huruf.
Di saat nanti waktu menentukan takdirnya, orang-orang pun berkomentar, “Bahwa Harun Al-Rasyid tidak memberikan kekuasaan pada Al-Mu’thasim karena dia seorang anak yang buta huruf. Namun Allah mengaruniakan khalifah kepadanya. Allah menjadikan anak-anak Al-Mu’thasim, bukan anak-anak Harun Al-Rasyid yang lain, sebagai khalifah sepeninggalnya.”
Baca juga: Kisah Khalifah Harun Al-Rasyid Angkat Putra Mahkota, Permaisuri Jejalkan Mutiara ke Mulut Penyair
"Adapun untuk Al-Mu’tamin, haknya atas tahta sangat bergantung pada Al-Ma’mun. Al-Mu’tamin harus terlebih dahulu menunjukkan kontribusi dan kapabilitas dirinya hingga dianggap layak oleh Al-Ma’mun menggantikan kedudukannya kelak. Bila tidak, maka Al-Ma’mun diperkenankan untuk memilih orang lain menjadi penggantinya.”
Baca juga: Kisah Kedermawanan Khalifah Harun Al-Rasyid, Membagi-bagi Uang di Mekkah dan Madinah
Demikianlah kurang lebih isi piagam penting tersebut. Khalifah Harun Al-Rasyid kemudian mengumumkan isinya pada khalayak yang hadir pada waktu itu. Harun ingin mereka semua menjadi saksi atas penandatangan perjanjian penting ini. Setelah semua orang mengetahui dan menyatakan kesetujuaanya, Harun Al-Rasyid kemudian menggantung piagam tersebut di dinding Kakbah.
Menurut Imam Al-Suyuthi, melihat Khalifah Harun Al-Rasyid membagi-bagikan dunia di antara ketiga anaknya, orang-orang bijak kala itu berkomentar, “Dia telah menciptakan derita di antara mereka sendiri dan menimbulkan bencana teramat besar pada rakyatnya.” Akan tetapi banyak juga penyair-penyair yang menyanjung bai’at putra mahkota tersebut dengan puja-puji semanis madu.
Intinya banyak komentar bermunculan terkait dengan keputusan Harun mengangkat ketiga putranya ini. Makin lama, komentar-komentar tersebut lebih banyak bertendensi negatif. Karena sebagaimana yang kemudian terjadi, keputusan yang dibuat Khalifah Harun Al-Rasyid pada masa hidupnya, ternyata mengundang bencana di dalam tubuh Dinasti Abbasiyah. Anak-anak Harun Al-Rasyid pada akhirnya saling berperang satu sama lain demi berebut kekuasaan dunia.
Menariknya, ketika Harun Al-Rasyid membagi-bagikan kekuasaan kepada ketiga putranya, pada saat itu juga hadir putranya yang lain, bernama Al-Mu’thasim. Tapi dia sama sekali tidak diperhitungkan oleh Harun ketika itu karena kondisinya yang buta huruf.
Di saat nanti waktu menentukan takdirnya, orang-orang pun berkomentar, “Bahwa Harun Al-Rasyid tidak memberikan kekuasaan pada Al-Mu’thasim karena dia seorang anak yang buta huruf. Namun Allah mengaruniakan khalifah kepadanya. Allah menjadikan anak-anak Al-Mu’thasim, bukan anak-anak Harun Al-Rasyid yang lain, sebagai khalifah sepeninggalnya.”
Baca juga: Kisah Khalifah Harun Al-Rasyid Angkat Putra Mahkota, Permaisuri Jejalkan Mutiara ke Mulut Penyair
(mhy)
Lihat Juga :