Kisah Bijak Para Sufi: Waktu, Tempat, dan Orang

Jum'at, 26 Juni 2020 - 06:20 WIB
loading...
A A A
"Darwis itu datang ke istanaku setiap hari," pikir sang raja, setiap kali matanya menangkap sosok seorang yang memakai jubah tambal sulam. "Dan tetap saja ia tak pernah menyinggung percakapan kami tentang belajar itu. Benar, ia terlibat dalam banyak peristiwa di istana ini, ia bicara dan tertawa, ia makan dan tidur. Adakah ia sedang menantikan sebuah pertanda atau semacamnya?" Tetapi, sekeras apa pun berusaha, raja itu tetap tak dapat menduga makna dari misteri itu.

Ketika pusaran ombak tak kasat mata pada akhirnya mencapai pantai kemungkinan, muncullah desas-desus di istana raja. Ada seorang yang mengatakan, "Daud dari Sahil adalah penyanyi terbaik di dunia." (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Orang Berjalan di Atas Air )

Biasanya percakapan semacam itu tak digubris oleh raja, tetapi sekali ini ia merasakan keinginan yang kuat untuk mendengarkan penyanyi itu. "Bawa penyanyi itu ke istanaku," kata sang raja.

Pengurus acara kerajaan pun diutus ke rumah penyanyi itu, tetapi Daud, raja di antara para penyanyi, menjawab, "Rajamu itu hanya tahu sedikit tentang syarat-syarat menyanyi. Kalau ia sekadar ingin melihat wajahku, aku akan datang. Tetapi kalau ia ingin mendengarku menyanyi, ia harus menunggu, sama seperti orang lain, hingga aku berada dalam suasana hati yang tepat untuk menyanyi."

"Mengetahui kapan harus tampil dan kapan tidak tampil itulah yang membuatku menjadi penyanyi terbaik, sama seperti pengetahuan ini akan membuat orang bodoh mana pun yang mengetahuinya, menjadi penyanyi hebat," jelasnya.(Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Saudagar dan Darwis Kristen )

Ketika perkataan itu disampaikan kepada raja, ia merasa marah sekaligus semakin ingin, dan berkata, "Tak adakah seorang pun di istana ini yang mau memaksa lelaki itu menyanyi untukku?" Sebab, bila ia menyanyi hanya ketika suasana hatinya tepat, aku pun demikian. Aku mau mendengarkan nyanyiannya ketika aku masih ingin mendengarnya."

Kemudian, Darwis itu tampil ke depan dan berkata: "Burung Merak zaman ini, ikutlah bersamaku menemui penyanyi itu." (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Membawa Sepatu )

Para pejabat istana saling bertatapan. Beberapa dari mereka berpikir bahwa darwis itu memainkan suatu permainan berbahaya, dan sekarang ia sedang berjudi dalam hal membuat penyanyi itu mau tampil. Kalau ia berhasil, tentu sang raja akan memberinya hadiah. Tetapi, mereka ngeri membayangkan bila kemungkinan sebaliknya yang terjadi.

Tanpa menjawab, sang raja bangkit dan menyuruh dibawakan sepotong pakaian kumal. Raja itu mengenakannya, lalu bergegas mengkuti si darwis. (Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Emas Keberuntungan )

Raja yang menyamar dan pemandunya itu pun sampai di rumah penyanyi itu. Ketika pintu diketuk, terdengar Daud berseru, "Hari ini aku tak ingin menyanyi. Jadi, pergilah dan jangan ganggu kedamaianku."

Mendengar itu, si darwis duduk bersila di tanah, dan mulai menyanyi. Ia mendendangkan lagu Daud yang paling disukai orang, dan ia menyanyikan keseluruhan lagu itu, dari awal hingga akhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Ahli Ungkap Semua Gempa...
Ahli Ungkap Semua Gempa di Jawa Berpotensi Menghancurkan dalam Sekejap Mata
Anomali Magnetik Aneh...
Anomali Magnetik Aneh Ditemukan di Peta Baru Danau Rotorua
Teknologi Canggih 1.000...
Teknologi Canggih 1.000 Tahun Lalu Terungkap dari Mumi Khuwy
Artikel Terkini
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Infografis
Alasan Ramalan Kiamat...
Alasan Ramalan Kiamat Para Ilmuwan Selalu Meleset
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved