Jangan Gagal Paham, Ini Alasan Perbedaan Waktu Idul Adha Indonesia dengan Saudi
Sabtu, 02 Juli 2022 - 16:38 WIB
loading...
Ilustrasi pemantauan hilal (rukyatul hilal). Foto/dok Kemenag
A
A
A
Banyak yang bertanya mengapa terjadi perbedaan waktu Hari Raya Idul Adha antara Indonesia dengan Arab Saudi. Agar tidak gagal paham, mari kita simak penjelasan berikut ini.
Seperti diketahui, Arab Saudi menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022 setelah observatorium Tamir melihat penampakan bulan sabit. Hari Arafah jatuh pada Jumat, 8 Juli 2022.
Ketetapan ini berbeda dengan Hari Raya Idul Adha di Indonesia yang jatuh pada Ahad, 10 Juli 2022. Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal Dzulhijah 1443 H jatuh kemarin, Jumat 1 Juli 2022. Dengan demikian jadwal puasa Arafah dilaksanakan pada Sabtu 9 Juli 2022.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib menjelaskan, perbedaan waktu itu disebabkan karena letak Arab Saudi lebih barat dari Indonesia. "Waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam, sehingga Hilal justru mungkin terlihat di Arab Saudi," terang Adib dalam keterangan resminya, Jumat (1/7/2022).
Berdasarkan data hisab, pada akhir Dzulqa'dah 1443 H, ketinggian hilal di Indonesia antara 0 derajat 53 menit sampai 3 derajat 13 menit dengan elongasi antara 4,27 derajat sampai 4,97 derajat. Sementara di tanggal yang sama, posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi dengan posisi yang ada di Indonesia sehingga kemungkinan hilal terlihat di Arab Saudi sangat besar.
Penjelasan Syar'i
Dai yang juga Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA menjelaskan perbedaan Hari Raya Idul Adha merupakan bagian dari hukum syariat Islam. Jika ditanya kapan sholat Idul Adha? Jawabannya tergantung Anda saat itu lagi ada dimana. Kalau berada di Arab Saudi, Mesir atau Inggris, silakan kerjakan pada Hari Sabtu 9 Juli 2022.
Tapi kalau Anda berada di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam bahkan Hongkong, kerjakan pada Hari Ahad 10 Juli 2022. Kok beda?
"Jawabnya memang bisa beda, sejak zaman sahabat, ketika Islam mengembangkan sayap selebar-lebarnya di muka bumi, konsekuensi perbedaan hasil rukyat itu bisa diwujudkan oleh Sultan di masing-masing tempat," jelas Ustaz Ahmad Sarwat dilansir dari media sosialnya.
Keputusan Khalifah Muawiyah di Damaskus berlaku untuk wilayah Damaskus. Sedangkan untuk Madinah, penguasa setempat berhak menetapkan hari yang berbeda. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu menegaskan bahwa begitulah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Ustaz Ahmad Sarwat menukil satu Hadits Sahih riwayat Imam Muslim.
Seperti diketahui, Arab Saudi menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022 setelah observatorium Tamir melihat penampakan bulan sabit. Hari Arafah jatuh pada Jumat, 8 Juli 2022.
Ketetapan ini berbeda dengan Hari Raya Idul Adha di Indonesia yang jatuh pada Ahad, 10 Juli 2022. Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal Dzulhijah 1443 H jatuh kemarin, Jumat 1 Juli 2022. Dengan demikian jadwal puasa Arafah dilaksanakan pada Sabtu 9 Juli 2022.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib menjelaskan, perbedaan waktu itu disebabkan karena letak Arab Saudi lebih barat dari Indonesia. "Waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam, sehingga Hilal justru mungkin terlihat di Arab Saudi," terang Adib dalam keterangan resminya, Jumat (1/7/2022).
Berdasarkan data hisab, pada akhir Dzulqa'dah 1443 H, ketinggian hilal di Indonesia antara 0 derajat 53 menit sampai 3 derajat 13 menit dengan elongasi antara 4,27 derajat sampai 4,97 derajat. Sementara di tanggal yang sama, posisi hilal di Arab Saudi lebih tinggi dengan posisi yang ada di Indonesia sehingga kemungkinan hilal terlihat di Arab Saudi sangat besar.
Penjelasan Syar'i
Dai yang juga Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA menjelaskan perbedaan Hari Raya Idul Adha merupakan bagian dari hukum syariat Islam. Jika ditanya kapan sholat Idul Adha? Jawabannya tergantung Anda saat itu lagi ada dimana. Kalau berada di Arab Saudi, Mesir atau Inggris, silakan kerjakan pada Hari Sabtu 9 Juli 2022.
Tapi kalau Anda berada di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam bahkan Hongkong, kerjakan pada Hari Ahad 10 Juli 2022. Kok beda?
"Jawabnya memang bisa beda, sejak zaman sahabat, ketika Islam mengembangkan sayap selebar-lebarnya di muka bumi, konsekuensi perbedaan hasil rukyat itu bisa diwujudkan oleh Sultan di masing-masing tempat," jelas Ustaz Ahmad Sarwat dilansir dari media sosialnya.
Keputusan Khalifah Muawiyah di Damaskus berlaku untuk wilayah Damaskus. Sedangkan untuk Madinah, penguasa setempat berhak menetapkan hari yang berbeda. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu menegaskan bahwa begitulah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Ustaz Ahmad Sarwat menukil satu Hadits Sahih riwayat Imam Muslim.
Lihat Juga :