Ini Alasan Mekkah Jadi Tanah Suci Hingga Hari Kiamat
Rabu, 06 Juli 2022 - 16:43 WIB
loading...
Pemandangan Kota Mekkah saat malam hari. Kota ini dimuliakan Allah sebagai Tanah Suci (tanah haram) hingga Hari Kiamat dan setiap orang yang memasukinya wajib mematuhi aturan syariat yang berlaku padanya. Foto/SINDOnews
A
A
A
Mekkah atau Makkah Al-Mukarramah adalah salah satu kota suci bagi umat Islam selain Kota Madinah, Arab Saudi. Mekkah menjadi Tanah Suci atau Tanah Haram hingga Hari Kiamat.
Kota ini wajib dihormati semua manusia dan memiliki keutamaan yang tidak dimiliki kota lainnya di muka bumi. Julukan Tanah Suci ini bukan tanpa sebab. Berikut alasan mengapa Mekkah disebut Tanah Suci.
Merujuk sejarah, Kota Mekkah tidak terlepas dari keberadaan Nabi Ismail 'alahissalam dan Ibunda Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim 'alahissalam atas perintah Allah. Pada perkembangannya muncul orang-orang Jurhum yang akhirnya menetap di sana.
Setelah Nabi Ismail menikah, keturunan beliau kemudian berkembang menjadi penduduk Kota Mekkah. Nasab dan silsilah Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam juga tersambung kepada Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim. Beliau lahir di Mekkah dan tumbuh dewasa hingga menerima wahyu dari Allah dan diangkat sebagai Nabi terakhir dan penutup para Nabi dan Rasul.
Sebelum Nabi Muhammad lahir, Mekkah dipimpin oleh kabilah Quraisy yang merupakan suku utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Kakbah. Kini, Mekkah dan Madinah berada dalam otoritas Kerajaan Saudi sebagai penjaga dua Kota Suci.
Mekkah Disucikan Hingga Hari Kiamat
Banyak hadis yang menerangkan bahwa Allah mengharamkan Kota Mekkah sebelum langit dan bumi diciptakan, seperti disebutkan dalam Kitab Sahihain. Dari Abdullah Ibnu Abbas, Rasulullah SAW pernah bersabda pada hari penaklukan Kota Mekkah:
"Sesungguhnya negeri ini (Mekkah) telah diharamkan (dijadikan suci) oleh Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, maka negeri ini tetap suci sejak disucikan oleh Allah hingga hari Kiamat. Dan sesungguhnya negeri ini tidak dihalalkan peperangan di dalamnya oleh seorang pun sebelumku, tidak dihalalkan olehku kecuali sesaat dari siang hari. Maka negeri ini tetap suci sejak disucikan oleh Allah hingga hari Kiamat. Pepohonannya tidak boleh ditebang, binatang buruannya tidak boleh diburu, barang temuannya tidak boleh diambil kecuali bagi orang yang hendak mengumumkannya, dan rerumputannya tidak boleh dicabut."
Maka Al-Abbas bertanya: "Wahai Rasulullah, terkecuali idzkhir, karena sesungguhnya kayu idzkhir dipergunakan untuk pandai besi mereka dan untuk (atap) rumah-rumah mereka." Maka Rasulullah SAW bersabda: "Terkecuali idzkhir." Pohon Idzkir merupakan pohon yang mendatangkan bau harum.
Dalam Al-Qur'an, Allah juga berfirman:
فِيۡهِ اٰيٰتٌ ۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبۡرٰهِيۡمَۚ وَمَنۡ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ؕ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الۡبَيۡتِ مَنِ اسۡتَطَاعَ اِلَيۡهِ سَبِيۡلًا ؕ وَمَنۡ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ عَنِ الۡعٰلَمِيۡنَ
Kota ini wajib dihormati semua manusia dan memiliki keutamaan yang tidak dimiliki kota lainnya di muka bumi. Julukan Tanah Suci ini bukan tanpa sebab. Berikut alasan mengapa Mekkah disebut Tanah Suci.
Merujuk sejarah, Kota Mekkah tidak terlepas dari keberadaan Nabi Ismail 'alahissalam dan Ibunda Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim 'alahissalam atas perintah Allah. Pada perkembangannya muncul orang-orang Jurhum yang akhirnya menetap di sana.
Setelah Nabi Ismail menikah, keturunan beliau kemudian berkembang menjadi penduduk Kota Mekkah. Nasab dan silsilah Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam juga tersambung kepada Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim. Beliau lahir di Mekkah dan tumbuh dewasa hingga menerima wahyu dari Allah dan diangkat sebagai Nabi terakhir dan penutup para Nabi dan Rasul.
Sebelum Nabi Muhammad lahir, Mekkah dipimpin oleh kabilah Quraisy yang merupakan suku utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Kakbah. Kini, Mekkah dan Madinah berada dalam otoritas Kerajaan Saudi sebagai penjaga dua Kota Suci.
Mekkah Disucikan Hingga Hari Kiamat
Banyak hadis yang menerangkan bahwa Allah mengharamkan Kota Mekkah sebelum langit dan bumi diciptakan, seperti disebutkan dalam Kitab Sahihain. Dari Abdullah Ibnu Abbas, Rasulullah SAW pernah bersabda pada hari penaklukan Kota Mekkah:
"Sesungguhnya negeri ini (Mekkah) telah diharamkan (dijadikan suci) oleh Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, maka negeri ini tetap suci sejak disucikan oleh Allah hingga hari Kiamat. Dan sesungguhnya negeri ini tidak dihalalkan peperangan di dalamnya oleh seorang pun sebelumku, tidak dihalalkan olehku kecuali sesaat dari siang hari. Maka negeri ini tetap suci sejak disucikan oleh Allah hingga hari Kiamat. Pepohonannya tidak boleh ditebang, binatang buruannya tidak boleh diburu, barang temuannya tidak boleh diambil kecuali bagi orang yang hendak mengumumkannya, dan rerumputannya tidak boleh dicabut."
Maka Al-Abbas bertanya: "Wahai Rasulullah, terkecuali idzkhir, karena sesungguhnya kayu idzkhir dipergunakan untuk pandai besi mereka dan untuk (atap) rumah-rumah mereka." Maka Rasulullah SAW bersabda: "Terkecuali idzkhir." Pohon Idzkir merupakan pohon yang mendatangkan bau harum.
Dalam Al-Qur'an, Allah juga berfirman:
فِيۡهِ اٰيٰتٌ ۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبۡرٰهِيۡمَۚ وَمَنۡ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ؕ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الۡبَيۡتِ مَنِ اسۡتَطَاعَ اِلَيۡهِ سَبِيۡلًا ؕ وَمَنۡ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ عَنِ الۡعٰلَمِيۡنَ
Lihat Juga :