Ibadah Haji: Haruskah Mencium Hajar Aswad dan Mengusap Rukun Yamani?

Rabu, 06 Juli 2022 - 17:36 WIB
loading...
A A A
Sedangkan dua rukun syamiyain (dua rukun Kakbah yang menghadap ke arah Syam) tidak disyari’atkan untuk diusap. Nabi SAW hanya mengusap dua rukun yamani saja. Hajar Aswad diusap dan dicium, sementara Rukun Yamani hanya diusap, tidak dicium.

Adapun semua sisi Kakbah, Maqam Ibrahim as, semua yang ada di muka bumi seperti wilayah masjid dan pagarnya, kuburnya para nabi atau orang-orang shaleh, misalnya kamar Nabi Muhammad SAW, magharah Ibrahim (nama sebuah tempat di masjidil Aqsha), tempat Nabi SAW biasa melakukan sholat dan kuburan-kuburan para nabi dan orang-orang lainnya begitu juga shukhrah (batu besar yang berada di Baitul Maqdis), maka ini semua tidak boleh diusap dan cium berdasarkan kesepakatan para Ulama.

Di antara pelajaran penting yang harus diketahui oleh seorang Muslim terkait masalah ini yaitu mencium dan mengusap itu tidak disyari’atkan kecuali di tempat ini saja, yaitu di Kakbah. Tidak ada nash yang menjelaskan tentang disyari’atkannya amalan mengusap dan mencium pada selain dua tempat itu.

Setiap muslim melakukan itu dalam rangka mentaati Allah Taala dan mengikuti Rasulullah SAW, bukan karena meyakini bahwa keduanya bisa mendatangkan manfaat atau menolak bahaya.

Baca juga: Kisah Penuh Ibrah: Perusakan Hajar Aswad Jadi Sasaran Musuh Islam

Maqam Ibrahim
Perbuatan mencium dan mengusap juga tidak disyari’atkan pada Maqam Ibrahim yang disebutkan oleh Allah Taala:

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Dan (ingatlah), ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat sholat. [ QS Al-Baqarah/2 :125]

Padahal kita ketahui bahwa maqam Ibrahim yang ada di Syam atau di tempat lain juga maqam-maqam para nabi lainnya derajatnya di bawah derajat maqam Ibrahim yang di Mekkah. Kaum muslimin diperintahkan untuk mendirikan sholat di sana. Meskipun demikian, tempat ini tidak disyari’atkan untuk diusap apalagi dicium karena tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa hal itu disyari’atkan.

“Adapun mengusap kuburan yaitu kuburan mana saja dan menciumnya atau menempelkan pipi padanya, maka itu merupakan perbuatan terlarang berdasarkan kesepakatan para Ulama kaum Muslimin, sekalipun kuburan itu merupakan kuburan para Nabi. Tidak ada seorang pun para pendahulu umat ini yang melakukan itu, tidak juga para imamnya, bahkan itu termasuk perbuatan syirik,” ujar Ibnu Tamiyah.

Baca juga: Larangan Cium Hajar Aswad Masih Berlaku, Jamaah Jangan Paksakan Mendekat
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Rekomendasi
Mengungkap Misteri di...
Mengungkap Misteri di Balik Lukisan Raja Charles II Karya Carreno de Miranda
Gas Inti Bumi Terdeteksi...
Gas Inti Bumi Terdeteksi Bocor, Penduduk Dunia Diminta Waspada
Badai Erin Mendekati...
Badai Erin Mendekati Bahama, Gelombang Ombak Ganas Diperkirakan Terjadi
Artikel Terkini
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Infografis
Ibadah Haji Dibatalkan,...
Ibadah Haji Dibatalkan, Ini 5 Dasar Pertimbangan Pemerintah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved