Makna Kurban Sejatinya Pangkas Sikap Intoleran dan Eksklusif

Kamis, 14 Juli 2022 - 11:17 WIB
loading...
Makna Kurban Sejatinya...
Ketua Program Studi Doktor Politik Islam-Ilmu Politik UMY, Zuly Qodir mengatakan, Idul Adha merupakan momentum untuk memangkas sikap intoleran dan ekslusif. Foto/Ist
A A A
JOGJA - Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah baru dilalui umat Islam di muka bumi. Nilai-nilai dan makna kurban harus terus diteladani dan diamalkan untuk menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai dan penuh semangat kebersamaan.

Di antaranya dengan sikap kerelaan untuk menekan ego pribadi dan kelompok untuk kepentingan yang lebih besar. Sudah saatnya masyarakat memahami bahwa makna kurban sejatinya adalah untuk memangkas sikap intoleran dan eksklusif.

Baca juga: Khutbah Idul Adha Singkat, Dahsyatnya Pahala Berkurban

Hal itu disampaikan Ketua Program Studi Doktor Politik Islam-Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir. Dia mengatakan, sudah seharusnya makna Idul Adha tidak hanya dilakukan umat dengan menyembelih hewan kurban.

Tapi Idul Adha merupakan momentum untuk memangkas sikap intoleran dan ekslusif untuk membangun sikap peduli, solid dan terbuka untuk mewujudkan kepentingan bersama.

“Sudah seharusnya para penceramah agama berkurban dengan membuang ego dan politik identitas dengan kembali memahami esensi ajaran agama yang rahmatan lil alamin dan mengurangi nafsu pribadi yang justru akan membawa perpecahan umat,” ujar Zuly Qodir, dikutip Kamis (14/7/2022).

Ia menilai dewasa ini banyak bermunculan penceramah yang berusaha mencampuradukkan antara nafsu kepentingan pribadi atau golongannya dengan agama yang tatkala justru menimbulkan kebencian antar kelompok/golongan umat.

Baca juga: Niat Puasa Idul Adha, Tarwiyah dan Arafah

“Ada beberapa penceramah yang memberikan ceramah kadang-kadang dengan membawa dalil/ayat yang kurang tepat, yang justru kadang menimbulkan kebencian terhadap kelompok/umat beragama lain bahkan satu agama, itu ada. Ini saya kira dikarenakan kepentingan pribadi, bukan agama,” tuturnya.

Menurut dia, seharusnya masyarakat mulai bisa menerima fakta di lapangan dan berhenti menafikkan bahwa fenomena persebaran intoleransi dan politik identitas yang muncul di ruang dan mimbar keagamaan itu ada.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Aksi Sosial Iduladha,...
Aksi Sosial Iduladha, PB PMII Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban
Zulhijjah Bulan Berkurban...
Zulhijjah Bulan Berkurban : Inilah Hukum Kurban Menurut 4 Mazhab
8 Kesalahan yang Sering...
8 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Melaksanakan Ibadah Kurban, Apa Saja?
Keutamaan Ibadah Kurban,...
Keutamaan Ibadah Kurban, Amal yang Paling Dicintai Allah yang Pahalanya Tak terhitung
2 Jenis Takbiran Hari...
2 Jenis Takbiran Hari Raya Iduladha, Apa Saja?
Ingat! Hari Ini, Batas...
Ingat! Hari Ini, Batas Waktu Memotong Kuku dan Rambut Bagi yang Berkurban Iduladha
Rekomendasi
Benarkah Struktur Aneh...
Benarkah Struktur Aneh di Bawah Laut Jepang Piramida? Berikut Keganjilannya
Fenomena Tornado Api...
Fenomena Tornado Api di Balik Kebakaran Hebat Kanada Terkuak
Fenomena Langka, Langit...
Fenomena Langka, Langit Australia Berubah Menjadi Merah Muda
Artikel Terkini
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved