Kisah Dzulqarnain dan Hancurnya Islam di Baghdad oleh Yakjuj dan Makjuj

Kamis, 14 Juli 2022 - 14:35 WIB
loading...
A A A
M Quraish Shihab dalam "Tafsir Al-Mishbah" mengatakan kata Yakjuj dan Makjuj diperselisihkan bukan saja tentang siapa mereka, tetapi juga tentang pengertian kebahasaannya.

Baca juga: Yajuj dan Majuj Berbaur dalam Perang Rusia-Ukraina?

Sementara ulama berpendapat bahwa kata itu berasal dari kata al-aujah yakni kebercampuran. Ada juga yang berpendapat dari kata al-auj yakni kecepatan berlari. Penamaan itu lahir karena mereka adalah suku yang bercampur baur. Jika demikian, nama itu adalah terjemahan bahasa Arab dari satu kata yang digunakan oleh suku penyerang itu.

Ada juga yang berpendapat bahwa kata tersebut asli dari bahasa Cina yang berubah pengucapannya dalam bahasa Arab.

Thabathaba’i menulis bahwa dalam bahasa Cina kata tersebut adalah Munkuk atau Muncuk. Mereka adalah putra Adam, yakni Yafist, leluhur orang Turki.

Ada juga yang berpendapat mereka adalah orang-orang Mongol. Salah seorang penganut paham ini adalah Thabathaba’i. Sedang Thahir Ibn ‘Asyur cenderung memahami Yakjuj dan Makjuj adalah aneka suku, atau satu bangsa yang memiliki dua suku besar yaitu Tatar dan Mongol. Atau asal mereka adalah Makjuj lalu suku-sukunya disebut dengan berbagai nama, antara lain Yakjuj, Tatar, Turkuman dan Turki. "Demikian sedikit dari banyak pendapat tentang mereka," tutur Quraish Shihab.

Mendapat tawaran akan upah, Dzulkarnain pun menjawab, "Apa-apa yang telah Allah karuniakan kepadaku yaitu ilmu, pengetahuan yang cukup, kerajaan besar, kekuasaan yang luas dan kekayaan yang melimpah ruah itu adalah lebih baik dari pada upah yang kamu sodorkan kepadaku, maka kami ucapkan terima kasih atas segala kebaikanmu itu dan aku hanya memerlukan bantuan kekuatan tenaga manusia dan alat-alat agar aku dapat membuatkan benteng antara kamu dan mereka."

Baca juga: Kemunculan Ya'juj dan Majuj Jelang Kiamat Menurut Al-Qur'an

Jawaban ini tercantum dalam al-Quran Surat Al-Kahfi (18) ayat 95-98:

قَالَ مَا مَكَّنِّىۡ فِيۡهِ رَبِّىۡ خَيۡرٌ فَاَعِيۡنُوۡنِىۡ بِقُوَّةٍ اَجۡعَلۡ بَيۡنَكُمۡ وَبَيۡنَهُمۡ رَدۡمًا
اٰتُوۡنِىۡ زُبَرَ الۡحَدِيۡدِ‌ ؕ حَتّٰٓى اِذَا سَاوٰى بَيۡنَ الصَّدَفَيۡنِ قَالَ انْـفُخُوۡا‌ ؕ حَتّٰٓى اِذَا جَعَلَهٗ نَارًا ۙ قَالَ اٰتُوۡنِىۡۤ اُفۡرِغۡ عَلَيۡهِ قِطۡرًا ؕ‏
فَمَا اسۡطَاعُوۡۤا اَنۡ يَّظۡهَرُوۡهُ وَمَا اسۡتَطَاعُوۡا لَهٗ نَـقۡبًا
قَالَ هٰذَا رَحۡمَةٌ مِّنۡ رَّبِّىۡ‌ ۚ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّىۡ جَعَلَهٗ دَكَّآءَ‌ ۚ وَكَانَ وَعۡدُ رَبِّىۡ حَقًّا ؕ‏

Dia (Zulkarnain) berkata, "Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka.

Berilah aku potongan-potongan besi!" Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, "Tiuplah (api itu)!" Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu)."

Maka mereka (Yakjuj dan Makjuj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat (pula) melubanginya.

Dia (Zulkarnain) berkata, "(Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu benar." ( QS Al-Kahfi (18 ) : 95-98)

Baca juga: Apakah Tembok China Penghalang Yajuj dan Majuj, Ini Penjelasannya?

Benteng yang Kukuh
Quraish Shihab dalam tafsir al-Mishbah menjelaskan, kata radman adalah benteng dan pembendung yang kukuh. Ia adalah sesuatu yang diletakkan di atas sesuatu yang lain sehingga saling berdempet. Ini menjadikannya jauh lebih kokoh daripada apa yang dinamai sadd yang juga dapat bermakna benteng atau pembendung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
10 Ayat Pertama Surat...
10 Ayat Pertama Surat Al Kahfi: Arab, Latin dan Terjemahannya
5 Fadilah Surat Al-Kahfi,...
5 Fadilah Surat Al-Kahfi, Salah Satunya Terhindar dari Fitnah Dajjal
Benarkah Yajuj dan Majuj...
Benarkah Yajuj dan Majuj Lebih Berbahaya dari Dajjal?
Kisah Keluarnya Yajuj...
Kisah Keluarnya Yajuj dan Majuj dan Kemusnahannya Jelang Kiamat
Ekspedisi Sallam Tardjuman...
Ekspedisi Sallam Tardjuman Menemukan Tembok Yakjuj dan Makjuj
Kisah Hikmah : Belajar...
Kisah Hikmah : Belajar Tolong Menolong dari Dzulqarnain
Rekomendasi
Fenomena Alam di Indonesia...
Fenomena Alam di Indonesia Ini Sama Persis dengan Al-Quran Surat An-Naml
Taman, Karpet, Lengkungan...
Taman, Karpet, Lengkungan dan Menara Gereja Meniru Arsitektur Dunia Islam
Benua Ekstrem Tersembunyi...
Benua Ekstrem Tersembunyi Ditemukan di Bawah Es Antartika
Artikel Terkini
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
10 Ayat Al-Quran tentang...
10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
10 Cara Berbakti kepada...
10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Qur'an tentang Akhlak yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Lengkap dengan Penjelasannya
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved