Duramsyil Binasa, Allah Membuat Kaum Nabi Nuh Mandul Semua
Senin, 27 April 2020 - 02:31 WIB
loading...
A
A
A
Nabi Nuh tetap mendakwahinya, seperti yang dilakukan kepada bapaknya sebelumnya. Dia terus berdakwah kepada kaumnya selama 400 tahun hingga dia telah masuk kurun kelima, tetapi kaumnya tetap dalam keadaan mereka seperti dahulu.
Setiap kali mereka mendengar suara Nuh AS, mereka meletakkan jari-jemari di telinga mereka sebagaimana dikabarkan oleh Allah Yang Maha Agung dalam al-Qur’an.
Suatu ketika, kaum Nuh mengumpulkan batu di atas-atas atap dan ketika Nuh lewat, mereka melemparinya dengan batu-batu itu sampai pingsan. Mereka menyangka Nabi Nuh AS telah meninggal. Tiba-tiba datanglah beberapa burung mengibas-ngibaskan sayapnya untuk membuatnya segar dan terjaga.
Nabi Nuh pun sadar dari pingsannya. Hal itu terus-menerus terjadi sampai kurun keenam pun telah berlalu dan masuk pada kurun ketujuh, dan Raja Tubayin telah mati yang kemudian digantikan oleh anaknya, Thaghradus, yang juga tak kalah jahatnya.
Setiap kali Nuh berdakwah kepada kaumnya, mereka selalu melemparinya degan bebatuan, seperti yang terjadi sebelumnya sampai Allah mewahyukan kepada Nuh, “Tidak ada lagi benih dalam tulang belakang laki-laki dan perut wanita yang akan beriman, yang menyambut dakwahmu.”
Mereka telah dimandulkan oleh Allah. Maka, pada saat itu, Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar tidak membiarkan satu pun dari mereka hidup, sebagaimana dikabarkan oleh Allah dengan firman-Nya; “Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.” (QS Nuh [71]: 27).
Setiap kali mereka mendengar suara Nuh AS, mereka meletakkan jari-jemari di telinga mereka sebagaimana dikabarkan oleh Allah Yang Maha Agung dalam al-Qur’an.
Suatu ketika, kaum Nuh mengumpulkan batu di atas-atas atap dan ketika Nuh lewat, mereka melemparinya dengan batu-batu itu sampai pingsan. Mereka menyangka Nabi Nuh AS telah meninggal. Tiba-tiba datanglah beberapa burung mengibas-ngibaskan sayapnya untuk membuatnya segar dan terjaga.
Nabi Nuh pun sadar dari pingsannya. Hal itu terus-menerus terjadi sampai kurun keenam pun telah berlalu dan masuk pada kurun ketujuh, dan Raja Tubayin telah mati yang kemudian digantikan oleh anaknya, Thaghradus, yang juga tak kalah jahatnya.
Setiap kali Nuh berdakwah kepada kaumnya, mereka selalu melemparinya degan bebatuan, seperti yang terjadi sebelumnya sampai Allah mewahyukan kepada Nuh, “Tidak ada lagi benih dalam tulang belakang laki-laki dan perut wanita yang akan beriman, yang menyambut dakwahmu.”
Mereka telah dimandulkan oleh Allah. Maka, pada saat itu, Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar tidak membiarkan satu pun dari mereka hidup, sebagaimana dikabarkan oleh Allah dengan firman-Nya; “Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.” (QS Nuh [71]: 27).
(mhy)
Lihat Juga :