Peristiwa Muharram: Bahtera Nuh Berlabuh setelah 150 Hari Air Genangi Bumi

Jum'at, 29 Juli 2022 - 17:36 WIB
loading...
Peristiwa Muharram:...
Bahtera Nuh berlabuh di Gunung Judi pada 1 Muharram. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Pada bulan Muharram , tepatnya 10 Muharram, bahtera Nuh berlabuh. Pada saat itu air menggenangi bumi selama 150 hari. Air turun dari langit berwarna kuning, dan keluar dari bumi berwarna merah. Menurut al-Qur'an pada surat Hud ayat 44 tempat berlabuh bahtera Nuh itu adalaj di Gunung Joudi (ada yang menulis Judi, Judiy, dan Judd).

Dalam Tafsir Kementerian Agama dijelaskan setelah Allah membinasakan orang kafir, kemudian difirmankan oleh Allah, kepada bumi dan langit, "Wahai bumi yang telah memancarkan air dari sumbernya! Telanlah airmu hingga kering dan wahai langit! Berhentilah mencurahkan hujan."

Dan air pun disurutkan oleh Allah yang Mahakuasa, dan penetapan perintah Allah membinasakan orang-orang yang mendustakan dan menyelamatkan orang-orang yang beriman pun diselesaikan.

Kapal itu pun berlabuh di atas gunung Judi, yakni terletak di pegunungan Ararat (Turki), dan dikatakan, "Binasalah orang-orang zalim yang melampaui batas hukum Allah dan ingkar kepada-Nya, serta mendustakan Rasul-Nya."

Baca juga: Kisah Nabi Isa Menghidupkan Kembali Putra Nabi Nuh

Dr Maurice Bucaille dalam bukunya berjudul "Bibel, Quran, dan Sains Modern" menyebutkan tempat bahtera Nuh berhenti, menurut Bibel adalah di gunung Ararat (Kejadian 8, 4). "Sedangkan Quran menyebut Gunung Joudi," ujarnya.

Menurut Bucaille, Gunung Joudi ini adalah puncak tertinggi dari gunung-gunung Ararat di Armenia. Tetapi R Blachere berpendapat tak dapat dijamin bahwa tak ada perubahan-perubahan nama untuk menyesuaikan antara kedua riwayat. Menurut dia, banyak nama Joudi di Arabia, jadi persamaan nama mungkin buat-buatan.

Bucaille mengatakan secara definitif, terdapat perbedaan antara riwayat Quran dan riwayat Bibel. Perbedaan-perbedaan itu ada yang tak dapat diselidiki secara ilmiah karena tak ada data-data positif.

"Tetapi jika kita harus menyelidiki riwayat Bibel dengan perantaraan data-data yang jelas, kita dapat menyatakan bahwa dalam meriwayatkan Banjir dalam waktu dan tempat riwayat Bibel sudah terang tidak sesuai dengan hasil-hasil penyelidikan pengetahuan modern. Sebaliknya, riwayat Quran bersih dari segala unsur yang menimbulkan kritik objektif," katanya.

Antara waktu riwayat Bibel dengan waktu riwayat Quran apakah manusia sudah memperoleh informasi yang memberi penerangan tentang kejadian banjir itu?

Jawaban atas pertanyaan itu adalah "Tidak," kata Bucaille. Karena antara waktu Perjanjian Lama dan Quran, satu-satunya dokumentasi yang dimiliki manusia, tentang sejarah kuno adalah Bibel.

Jika faktor manusia tidak dapat menerangkan perubahan dalam riwayat, yakni perubahan yang sesuai dengan pengetahuan modern, maka kita harus menerima penjelasan lain, yaitu: Faktor itu adalah wahyu yang datang kemudian sesudah wahyu yang ditulis dalam Bibel.

Baca juga: Surat Nuh: Kisah Nabi Nuh Lengkap dalam Satu Surat
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Keistimewaan Muharram,...
Keistimewaan Muharram, Dijuluki Sebagai Bulannya Allah
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Rekomendasi
60 Spesies Baru Ditemukan...
60 Spesies Baru Ditemukan di Bawah Laut Pulau Paskah
Ilmuwan Ini Menjelaskan...
Ilmuwan Ini Menjelaskan Apa yang Sebenarnya Terjadi Ketika Manusia Mati
Mengungkap Misteri di...
Mengungkap Misteri di Balik Lukisan Raja Charles II Karya Carreno de Miranda
Artikel Terkini
Sejarah Rashdul Kiblat:...
Sejarah Rashdul Kiblat: Metode Penentuan Arah Kiblat Warisan Abu Rahyan Al-Biruni
Rashdul Qiblat, Cara...
Rashdul Qiblat, Cara Paling Akurat Meluruskan Arah Kiblat yang Memadukan Sains dan Syariat
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Bulan Safar : Bulan Penuh Kebaikan, Bukan Kesialan
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian dalam Islam, Kapan Anak Boleh Memilih Ayah atau Ibunya?
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved