Kisah Sayyidina Husein Bermimpi Diserang Anjing yang Mencabik-cabik Tubuhnya
Selasa, 09 Agustus 2022 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Di pertengahan jalan dan saat Zhuhur tiba, mereka bertemu dengan sebuah laskar. Husein menggerakkan karavan dengan cepat dan berhasil tiba di persinggahan Dzu Husm sebelum laskar itu tiba.
Setelah itu, beliau memerintahkan supaya laskar dan kuda-kuda mereka diberi minum.
Pada Sabtu, 26 Dzulhijjah 60 Hijriah di persinggahan Dzu Husm itu, laskar Imam Husein dan laskar musuh yang dikomandani oleh Hurr melaksanakan sholat Zhuhur. Sayyidina Husain bertindak sebagai imam. Hurr dan pasukannya sebagai makmum.
Imam Husain berkata kepada laskar Hurr, "Kami Ahlul Bait lebih layak untuk memegang kepemimpinan atas kalian daripada para pengaku yang tidak bertindak dengan adil dan selalu melalimi kalian. Wahai masyarakat! Saya
tidak datang kepada kalian kecuali kalian telah mengundangku. Jika kalian tidak senang dengan kedatanganku, maka saya akan kembali."
Anehnya, ketika beliau ingin kembali, Hurr menghalang-halangi beliau. Sayyidina Husein pun berkata, "Semoga ibumu berduka! Apa yang kamu inginkan?"
Hurr menjawab, "Saya memperoleh perintah untuk menyerahkanmu kepada Ubaidullah bin Ziyad. Jika kamu tidak menerima, maka paling tidak kamu harus memilih sebuah jalan yang tidak menuju Kufah dan tidak pula menuju Madinah."
"Apakah kalian tidak melihat bahwa hak tidak diamalkan dan batil tidak dihindari? Pada kondisi seperti ini, seorang Mukmin seyogyanya memohon supaya berjumpa dengan Allah," ujar Imam Husain.
Baca juga: Tragedi Karbala: Kisah Syahidnya 3 Pendukung Setia Husein bin Ali
Selanjutnya, keesokan harinya, Minggu, 27 Dzulhijjah 60 Hijriah, laskar Imam Husein dan laskar Hurr bin Yazid Riyahi yang berjalan beriringan tiba di persinggahan Al-Baidhah.
Pada kesempatan ini, Imam Husein berkata kepada laskar Hurr:
"Bani Umaiyah dengan perintah setan menentang Allah dan berbuat kerusakan. Mereka tidak memperhatikan hukum-hukum Allah dan merampas Baitul Mal untuk diri mereka. Mereka menghalalkan seluruh haram Allah dan mengharamkan seluruh halal-Nya."
"Kalian telah menulis surat kepadaku dan menegaskan bahwa kalian telah berbaiat kepadaku. Jika kalian masih setia memegang baiat kalian terhadapku, maka kalian telah bertindak logis, karena saya adalah putra dari putri Rasulullah dan uswah bagi kalian. Jika kalian memutuskan baiat tersebut, maka demi Allah, ini bukanlah suatu hal yang aneh."
Kalian telah melanggar janji terhadap ayahku Ali, saudaraku Hasan, dan anak pamanku Muslim. Ketahuilah, jika kalian melakukan hal ini, maka kalian telah kehilangan kebahagiaan kalian."
Setelah itu, beliau memerintahkan supaya laskar dan kuda-kuda mereka diberi minum.
Pada Sabtu, 26 Dzulhijjah 60 Hijriah di persinggahan Dzu Husm itu, laskar Imam Husein dan laskar musuh yang dikomandani oleh Hurr melaksanakan sholat Zhuhur. Sayyidina Husain bertindak sebagai imam. Hurr dan pasukannya sebagai makmum.
Imam Husain berkata kepada laskar Hurr, "Kami Ahlul Bait lebih layak untuk memegang kepemimpinan atas kalian daripada para pengaku yang tidak bertindak dengan adil dan selalu melalimi kalian. Wahai masyarakat! Saya
tidak datang kepada kalian kecuali kalian telah mengundangku. Jika kalian tidak senang dengan kedatanganku, maka saya akan kembali."
Anehnya, ketika beliau ingin kembali, Hurr menghalang-halangi beliau. Sayyidina Husein pun berkata, "Semoga ibumu berduka! Apa yang kamu inginkan?"
Hurr menjawab, "Saya memperoleh perintah untuk menyerahkanmu kepada Ubaidullah bin Ziyad. Jika kamu tidak menerima, maka paling tidak kamu harus memilih sebuah jalan yang tidak menuju Kufah dan tidak pula menuju Madinah."
"Apakah kalian tidak melihat bahwa hak tidak diamalkan dan batil tidak dihindari? Pada kondisi seperti ini, seorang Mukmin seyogyanya memohon supaya berjumpa dengan Allah," ujar Imam Husain.
Baca juga: Tragedi Karbala: Kisah Syahidnya 3 Pendukung Setia Husein bin Ali
Selanjutnya, keesokan harinya, Minggu, 27 Dzulhijjah 60 Hijriah, laskar Imam Husein dan laskar Hurr bin Yazid Riyahi yang berjalan beriringan tiba di persinggahan Al-Baidhah.
Pada kesempatan ini, Imam Husein berkata kepada laskar Hurr:
"Bani Umaiyah dengan perintah setan menentang Allah dan berbuat kerusakan. Mereka tidak memperhatikan hukum-hukum Allah dan merampas Baitul Mal untuk diri mereka. Mereka menghalalkan seluruh haram Allah dan mengharamkan seluruh halal-Nya."
"Kalian telah menulis surat kepadaku dan menegaskan bahwa kalian telah berbaiat kepadaku. Jika kalian masih setia memegang baiat kalian terhadapku, maka kalian telah bertindak logis, karena saya adalah putra dari putri Rasulullah dan uswah bagi kalian. Jika kalian memutuskan baiat tersebut, maka demi Allah, ini bukanlah suatu hal yang aneh."
Kalian telah melanggar janji terhadap ayahku Ali, saudaraku Hasan, dan anak pamanku Muslim. Ketahuilah, jika kalian melakukan hal ini, maka kalian telah kehilangan kebahagiaan kalian."
Lihat Juga :