Peran Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Manusia
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Sedari kecil, Rasulullah pun sudah terbiasa mencari harta dengan cara berdagang. Beliau dijuluki seorang yang terpercaya (Al-Amin). Apapun dagangan yang dibawa oleh Rasulullah SAW selalu mendapatkan keuntungan secara adil dan jujur. Tak ada yang beliau sembunyikan, dan tak ada yang tak diberitahukan secara transparan. Pribadi beliau yang santun, jujur, amanah, menjadi kunci sukses perniagaannya.
Nabi pernah berpesan: "Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur." (HR Ahmad, Al-Bazzar, Ath-Thobroni)
5. Panglima Perang yang Berani
Selain menjadi ayah bagi putri-putrinya dan suami terbaik bagi istri-istrinya, Nabi Muhammad juga memainkan peran sebagai sosok panglima perang yang sangat berwibawa. Kehadiran beliau di medan perang kerap membuat nyali musuh takut. Tak hanya punya strategi mumpuni, Nabi dikenal sangat berani menghadapi musuh-musuhnya.
Perang Badar merupakan salah satu perang terbesar yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad. Sekitar 313 pasukan muslim berhasil mengalahkan kaum kafir Quraisy yang berjumlah 1000 orang. Beliau diperintahkan berperang sebagai bentuk perlawanan terhadap kelompok yang memerangi beliau. Selain untuk membela Islam, perang yang dipimpin beliau pastinya atas perintah Allah.
Tercatat dalam sejarah, selama 10 tahun di Madinah, ada sebanyak 26 peperangan dipimpin langsung Nabi Muhammad SAW (disebut Gazwah). Sementara sisanya dipimpin oleh Sahabat atas penunjukan Nabi (Sariyah).
Di antara perang besar yang dipimpin langsung oleh Nabi adalah Perang Badar Tahun 2 Hijriyah, Perang Uhud 3 Hijriyah dan Perang Khaibar 7 Hijriyah, Perang Khandaq 5 Hijriyah, Perang Bani Quraizah 5 Hijriyah. Kemudian Fathul Makkah 6 Hijriyah, Perang Hunain 8 Hijriyah, Perang Mut'ah 8 Hijriyah, Perang Tabuk 9 Hijriyah.
Ketika memimpin perang beliau tampil sangat berani, beliau selalu memotivasi pasukannya agar tidak mundur dari medan perang. Cara beliau memperlakukan tawanan perang juga patut diteladani.
6. Pemimpin Negara yang Sempurna
Dalam menjalankan risalah kenabiannya, Nabi Muhammad tidak pernah melalaikan kewajibannya sebagai pemimpin negara. Beliau adalah sosok kepala negara yang layak ditiru oleh para pemimpin di dunia.
Ketika menjadi pemimpin, Beliau tak hanya menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, namun selalu menyampaikan kebenaran dan menjaga persatuan. Beliau mengedepankan kepentingan Islam daripada kepentingan pribadinya. Dikenal sangat amanah dan tidak pernah bertindak zalim apalagi sewenang-wenang. Dalam satu Hadis, beliau bersabda: "....Seorang kepala negara adalah pemimpin bagi manusia dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas mereka." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Ada empat langkah yang dilakukan Nabi dalam membentuk masyarakat Islam saat itu. Pertama, mendirikan masjid yang diberi nama Baitullah (rumah Allah). Masjid inilah yang kemudian menjadi sentral kegiatan umat Islam, mulai dari ritual beribadah, mengadili perkara, majlis ilmu. Kedua, mempersatukan kelompok Anshar dan Muhajirin yang berselisih. Ketiga, perjanjian saling membantu antara kaum muslimin dengan non-muslim. Keempat, meletakkan kebijakan politik, ekonomi dan sosial berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an.
Beliau tidak hanya menyeru orang untuk men-tauhid-kan Allah, tetapi juga membangun masyarakat yang beradab, menegakkan nilai-nilai keadilan dan mewujudkan kemaslahatan umat.
Demikian peran Nabi Muhammad dalam kehidupannya sebagai ayah, suami, pedagang, panglima perang, pemimpin negara. Semoga kita dapat mengambil pelajaran.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Kekayaan Nabi Muhammad SAW Saat Menjadi Pedagang di Mekkah
Nabi pernah berpesan: "Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur." (HR Ahmad, Al-Bazzar, Ath-Thobroni)
5. Panglima Perang yang Berani
Selain menjadi ayah bagi putri-putrinya dan suami terbaik bagi istri-istrinya, Nabi Muhammad juga memainkan peran sebagai sosok panglima perang yang sangat berwibawa. Kehadiran beliau di medan perang kerap membuat nyali musuh takut. Tak hanya punya strategi mumpuni, Nabi dikenal sangat berani menghadapi musuh-musuhnya.
Perang Badar merupakan salah satu perang terbesar yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad. Sekitar 313 pasukan muslim berhasil mengalahkan kaum kafir Quraisy yang berjumlah 1000 orang. Beliau diperintahkan berperang sebagai bentuk perlawanan terhadap kelompok yang memerangi beliau. Selain untuk membela Islam, perang yang dipimpin beliau pastinya atas perintah Allah.
Tercatat dalam sejarah, selama 10 tahun di Madinah, ada sebanyak 26 peperangan dipimpin langsung Nabi Muhammad SAW (disebut Gazwah). Sementara sisanya dipimpin oleh Sahabat atas penunjukan Nabi (Sariyah).
Di antara perang besar yang dipimpin langsung oleh Nabi adalah Perang Badar Tahun 2 Hijriyah, Perang Uhud 3 Hijriyah dan Perang Khaibar 7 Hijriyah, Perang Khandaq 5 Hijriyah, Perang Bani Quraizah 5 Hijriyah. Kemudian Fathul Makkah 6 Hijriyah, Perang Hunain 8 Hijriyah, Perang Mut'ah 8 Hijriyah, Perang Tabuk 9 Hijriyah.
Ketika memimpin perang beliau tampil sangat berani, beliau selalu memotivasi pasukannya agar tidak mundur dari medan perang. Cara beliau memperlakukan tawanan perang juga patut diteladani.
6. Pemimpin Negara yang Sempurna
Dalam menjalankan risalah kenabiannya, Nabi Muhammad tidak pernah melalaikan kewajibannya sebagai pemimpin negara. Beliau adalah sosok kepala negara yang layak ditiru oleh para pemimpin di dunia.
Ketika menjadi pemimpin, Beliau tak hanya menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, namun selalu menyampaikan kebenaran dan menjaga persatuan. Beliau mengedepankan kepentingan Islam daripada kepentingan pribadinya. Dikenal sangat amanah dan tidak pernah bertindak zalim apalagi sewenang-wenang. Dalam satu Hadis, beliau bersabda: "....Seorang kepala negara adalah pemimpin bagi manusia dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas mereka." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Ada empat langkah yang dilakukan Nabi dalam membentuk masyarakat Islam saat itu. Pertama, mendirikan masjid yang diberi nama Baitullah (rumah Allah). Masjid inilah yang kemudian menjadi sentral kegiatan umat Islam, mulai dari ritual beribadah, mengadili perkara, majlis ilmu. Kedua, mempersatukan kelompok Anshar dan Muhajirin yang berselisih. Ketiga, perjanjian saling membantu antara kaum muslimin dengan non-muslim. Keempat, meletakkan kebijakan politik, ekonomi dan sosial berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an.
Beliau tidak hanya menyeru orang untuk men-tauhid-kan Allah, tetapi juga membangun masyarakat yang beradab, menegakkan nilai-nilai keadilan dan mewujudkan kemaslahatan umat.
Demikian peran Nabi Muhammad dalam kehidupannya sebagai ayah, suami, pedagang, panglima perang, pemimpin negara. Semoga kita dapat mengambil pelajaran.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Kekayaan Nabi Muhammad SAW Saat Menjadi Pedagang di Mekkah
(rhs)
Lihat Juga :