Kisah Utusan Tuhan Menyelamatkan Ad-Duqqi karena Doanya
Selasa, 23 Agustus 2022 - 05:15 WIB
loading...
Ad-Duqqi mengakui telah diselamatkan orang yang mengaku utusan tuhan di saat kritis. Foto/Ilustrasi: Is
A
A
A
Seorang sufi yang terkenal dengan kezuhudannya itu adalah Abu Bakar Muhammad bin Daud Ad-Dainuri atau dikenal dengan nama Ad-Duqqi. Beliau lahir di Bagdad pada 823 M dan wafat 894 M. Imam Hafizh Ibnu ‘Asakir mengisahkan salah satu pengalaman rohani ulama di bidang hadis dan fikih ini. Ad-Duqqi mengakui telah diselamatkan orang yang mengaku utusan tuhan di saat kritis.
Kisah tersebut lalu dinukil Ibnu Katsir saat menafsirkan surat An-Naml ayat 62. Ad-Duqqi menceritakan bahwa ada seorang lelaki menyewa hewan begalnya untuk suatu perjalanan dari Dimasyq ke Zabdani.
Baca juga: Kisah-kisah dalam Al-Quran, Pelajaran Penting Umat Manusia
Selanjutnya, pada suatu hari ada seorang lelaki ikut menumpang. Mereka berdua melewati jalan biasa; dan ketika sampai di tengah perjalanan, ada jalan yang sudah tidak terpakai lagi.
Lalu lelaki yang menumpang berkata kepadanya, "Ambillah jalan ini, karena sesungguhnya ini adalah jalan pintas."
Ia berkata, "Apakah tidak ada pilihan lain bagiku?"
Lelaki itu berkata, "Tidak, bahkan jalan inilah yang terdekat ke tujuan kita."
Akhirnya mereka terpaksa menempuhnya dan sampailah mereka di suatu tempat yang terjal, padanya terdapat jurang yang dalam, sedangkan di dalam jurang itu banyak mayat.
Kemudian lelaki itu berkata kepadaku (si perawi), "Tolong tahanlah laju begal ini, karena aku akan turun."
Lelaki itu turun dan menyingsingkan lengan bajunya, lalu mencabut pisaunya dengan tujuan akan membunuhku, maka aku lari dari hadapannya, tetapi ia mengejarku.
Saya meminta belas kasihan kepadanya dengan menyebut nama Allah, dan saya katakan kepadanya, "Ambillah begal ini berikut semua muatan yang ada padanya (biarkanlah aku selamat, jangan kau bunuh)."
Lelaki itu menjawab, "Sesungguhnya aku hanya menginginkan nyawamu."
Aku takuti dia dengan siksaan Allah (jika membunuhku), tetapi ia bersikeras ingin membunuhku dan tidak mau menerima nasihatku, akhirnya aku menyerahkan diri padanya seraya berkata, "Aku mau menyerah asal kamu berikan sedikit waktu bagiku untuk sholat dua rakaat."
Ia menjawab, "Segeralah kamu lakukan."
Kisah tersebut lalu dinukil Ibnu Katsir saat menafsirkan surat An-Naml ayat 62. Ad-Duqqi menceritakan bahwa ada seorang lelaki menyewa hewan begalnya untuk suatu perjalanan dari Dimasyq ke Zabdani.
Baca juga: Kisah-kisah dalam Al-Quran, Pelajaran Penting Umat Manusia
Selanjutnya, pada suatu hari ada seorang lelaki ikut menumpang. Mereka berdua melewati jalan biasa; dan ketika sampai di tengah perjalanan, ada jalan yang sudah tidak terpakai lagi.
Lalu lelaki yang menumpang berkata kepadanya, "Ambillah jalan ini, karena sesungguhnya ini adalah jalan pintas."
Ia berkata, "Apakah tidak ada pilihan lain bagiku?"
Lelaki itu berkata, "Tidak, bahkan jalan inilah yang terdekat ke tujuan kita."
Akhirnya mereka terpaksa menempuhnya dan sampailah mereka di suatu tempat yang terjal, padanya terdapat jurang yang dalam, sedangkan di dalam jurang itu banyak mayat.
Kemudian lelaki itu berkata kepadaku (si perawi), "Tolong tahanlah laju begal ini, karena aku akan turun."
Lelaki itu turun dan menyingsingkan lengan bajunya, lalu mencabut pisaunya dengan tujuan akan membunuhku, maka aku lari dari hadapannya, tetapi ia mengejarku.
Saya meminta belas kasihan kepadanya dengan menyebut nama Allah, dan saya katakan kepadanya, "Ambillah begal ini berikut semua muatan yang ada padanya (biarkanlah aku selamat, jangan kau bunuh)."
Lelaki itu menjawab, "Sesungguhnya aku hanya menginginkan nyawamu."
Aku takuti dia dengan siksaan Allah (jika membunuhku), tetapi ia bersikeras ingin membunuhku dan tidak mau menerima nasihatku, akhirnya aku menyerahkan diri padanya seraya berkata, "Aku mau menyerah asal kamu berikan sedikit waktu bagiku untuk sholat dua rakaat."
Ia menjawab, "Segeralah kamu lakukan."
Lihat Juga :