5 Penguasa yang Pernah Bersurat dengan Nabi Muhammad SAW

Senin, 29 Agustus 2022 - 15:19 WIB
loading...
5 Penguasa yang Pernah...
Setidaknya ada 5 penguasa yang berkirim surat dengan Nabi Muhammad. Foto/Ilustrasi: al-arabya
A A A
Setidaknya ada 5 penguasa yang pernah bersurat dengan Nabi Muhammad SAW . Surat-surat tersebut sebagai balasan atas surat yang dikirim Nabi tentang ajakan memeluk Islam. Ada yang berisi sambutan baik, ada yang menolak dengan sangat kasar.

Muhammad Husain Haekal dalam "Sejarah Hidup Muhammad" menyebutkan Kisra Maharaja Persia , merespons surat ajakan Nabi memeluk Islam dengan kemarahan. Dia menyobek-nyobek surat Nabi. Penguasa Persia ini tidak membalas surat Rasulullah SAW , namun memerintahkan Badzan, pengusaha Yaman, untuk membawa kepala Nabi Muhammad SAW kepadanya.

Baca juga: Heraklius Baca Surat Nabi Muhammad, Suasana Gaduh Terjadi di Kerajaan Romawi

Nah, menindaklanjuti perintah Kisra inilah Badzan lalu mengirimkan utusan dengan sepucuk surat kepada Nabi Muhammad SAW. Surat itu memerintahkan Nabi agar segera berangkat menghadap Kisra bersama-sama dengan kedua orang itu tanpa menunggu-nunggu.

Badzan memerintahkan pula kepada kedua utusannya supaya menyelidiki dengan seksama di mana Rasulullah berada, agar teliti dalam segala urusan, dan supaya melapor kepadanya sewaktu-waktu. Hanya saja, Kisra keburu mati dan digantikan Syiruya (Kavadh II).

Nabi Muhammad memberi tahu tentang kondisi terbaru di Persia itu kepada utusan-utusan Badzan. Kepada mereka dimintanya pula supaya menjadi utusan-utusannya kepada Badzan dengan mengajaknya menganut Islam.

Setelah utusan-utusan Badzan itu kembali dan pesan Nabi disampaikan kepada penguasa itu, dengan senang hati Badzan menjadi muslim dan tetap sebagai penguasa Nabi Muhammad di Yaman.

Baca juga: Akhir Tragis Raja Kisra II, Seluruh Keluarganya Dibunuh

Penguasa Romawi Timur
Surat balasan juga disampaikan Penguasa Romawi Timur, Raja Heraclius. Ia mendapat surat yang sama dari Rasulullah SAW.

Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari, meriwayatkan teks surat untuk Heraclius itu. Bunyi surat itu adalah:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Dari Muhammad hamba Allah dan utusanNya kepada Heraclius penguasa Romawi. Salam sejahtera bagi orang yang mengikuti petunjuk. Masuk Islamlah, niscaya kamu selamat. Masuk Islamlah, niscaya Allah memberimu pahala dua kali lipat. Jika kamu berpaling, kamu akan menanggung dosa orang-orang Romawi.

Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang sama di antara kita, bahwa kita tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah, dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu pun; dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai sembahan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka. "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."

Setelah membaca surat dari Nabi, Heraclius mengumpulkan para pembesar kerajaan. Semula Heraclius disebutkan ‘mempercayai’ kebenaran yang dibawa Nabi Muhammad. Namun karena para pembesar dan rakyatnya tidak menghendaki rajanya menjadi seorang Muslim, maka Heraclius tetap mempertahankan agama lamanya, Kristen.

Heraclius dikenal sebagai raja yang digdaya. Di bawah pemerintahannya, Romawi Timur memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas. Ia berhasil mengalahkan Persia yang mencoba menyerang wilayahnya. Bahkan menyerang balik hingga ke jantung wilayah Persia.

Heraclius juga berhasil merebut Palestina dan menegakkan kekuasaannya berlandaskan agama Kristen di sana.

Ibnu Taimiyah berkata: “Nabi SAW telah menulis surat kepada raja Persia dan Romawi, dan keduanya tidak masuk Islam, akan tetapi raja Romawi memuliakan surat Rasulullah SAW dan juga utusan beliau, maka negerinya tetap jaya, sehingga dikatakan bahwa kerajaan itu tetap ada pada anak keturunannya hingga hari ini."

Baca juga: 14 Puncak Istana Roboh, Mimpi Buruk Raja Kisra saat Nabi Muhammad Lahir

Pembesar Kopti di Mesir
Muqauqis, seorang pembesar Kopti di Mesir juga membalas surat Nabi Muhammad. Kepada Nabi ia memberitahukan bahwa ia memang percaya, bahwa seorang nabi akan datang, tetapi kedatangannya itu di Syam.

Ia menyambut utusan utusan Nabi Muhammad SAW dengan segala penghormatan sebagaimana mestinya. Kemudian ia mengirim hadiah di tangan utusan itu berupa dua orang dayang-dayang, seekor bagal putih, seekor himar, sejumlah harta dan bermacam-macam produksi Mesir lainnya.

Salah satu dayang-dayang itu adalah Maria. Ia diterima Nabi sendiri dan yang kemudian telah melahirkan Ibrahim. Satu lainnya, Sirin dihadiahkannya kepada Hassan bin Thabit.

Muqauqis tidak sampai menganut Islam, sebab dia takut kerajaan Mesir akan direnggut oleh Romawi. Kalau tidak karena itu tentu ia akan sudah beriman dan termasuk orang yang telah mendapat hidayah pula.

Baca juga: 3 Kali Malaikat Peringatkan Raja Kisra Agar Berpasrah Diri Kepada Allah SWT

Penguasa Najasyi di Abisinia
Nabi juga menerima balasan surat dari Najasyi di Abisinia. Ia menerima utusan Nabi dengan baik. Bahkan beberapa sumber menyebutkan bahwa ia telah masuk Islam.

Surat Nabi kepada Najasyi di samping surat yang berisi ajakan kepada Islam disertai pula sepucuk surat lain dengan permintaan supaya umat Muslimin yang ada di Abisinia sudah dapat dikembalikan ke Madinah.

Dalam hal ini Najasyi telah menyiapkan dua buah kapal yang akan mengangkut mereka itu dengan dipimpin oleh Ja'far bin Abi Talib. Dalam rombongan ini ikut pula Umm Habiba binti Abi Sufyan setelah suaminya meninggal, yaitu Abdullah ibn Jahsy yang datang ke Abisinia sebagai Muslim kemudian menjadi Nasrani dan tetap menganut agama Nasrani itu sampai matinya.

Sekembalinya dari Abisinia Umm Habiba kemudian menjadi salah seorang isteri Nabi.

Baca juga: Raja Kisra Berakhir Tragis karena Hina Nabi, Bandingkan dengan Raja Heraclius yang Hormat

Amir Omman dan Bahrin

Rasulullah SAW juga menerima balasan surat dari amir-amir (penguasa-penguasa) Arab, baik mereka yang dari Yaman atau dari Omman. Mereka membalas surat Nabi dengan kasar. Hanya amir Bahrain yang membalasnya dengan baik dan dia pun masuk Islam.

Sebaliknya amir Yamama, ia memperlihatkan kesediaannya akan masuk Islam asal dia diangkat jadi gubernur. Karena ambisinya itu oleh Nabi ia dikutuk.

Penulis-penulis sejarah menyebutkan, bahwa tidak berselang setahun kemudian orang itu pun meninggal.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Kisah Runtuhnya Kekaisaran...
Kisah Runtuhnya Kekaisaran Sassaniyah: Transformasi Jati Diri Bangsa Persia di Bawah Islam
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Ucapan Minal Aidin Wal Faizin
Rekomendasi
Arkeolog Ungkap Rahasia...
Arkeolog Ungkap Rahasia yang Terkubur di Pegunungan Rocky selama 6.000 Tahun
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Baru Kehidupan di Mars
73.000 Penduduk Brasil...
73.000 Penduduk Brasil Terancam Ditelan Bumi
Artikel Terkini
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved