Peristiwa Bulan Safar: Meletusnya Perang Pertama dalam Islam
Selasa, 30 Agustus 2022 - 16:59 WIB
loading...
Perang pertama kali dalam Islam terjadi pada bulan Safar. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Pada tahun ini, 1 Safar 1444 H jatuh pada hari Ahad 29 Agustus 2022. Bulan Safar terdiri dari 29 hari. Ada sejumlah peristiwa penting di bulan ini, antara lain meletusnya Perang Al-Abwa, yakni perang pertama dalam Islam.
Waddan atau Abwa merupakan salah satu daerah yang terletak di antara kota Mekkah dan Madinah. Oleh karenanya, perang ini diberi nama Perang Abwa atau Perang Wuddah.
Baca juga: Perang Badar (1): Menguji Kesetiaan Kaum Anshar
Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi dalam "Fiqhus Sirah Nabawiyah ma’a Mujazin li Tarikhil Khilafahir Rasyidah" menjelaskan, bahwa hadis-hadis shahih dan atsar menyebutkan perintah perang turun setelah hijrahnya Rasulullah SAW.
Di antaranya adalah hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, kemudian dipublish oleh Syekh al-Buthi:
اَلْأَنَ نَغْزُوْهُمْ وَلَايَغْزُوْنَا
Artinya, “Saat ini, kita yang akan memerangi mereka, bukan mereka yang akan memerangi kita.” (HR Bukhari )
Menurut al-Buthi, hadis ini akhirnya direalisasikan pada bulan Safar tahun kedua hijriah bertepatan dengan bulan Agustus, tahun 623 M, tepatnya 12 bulan setelah Rasulullah menetap di Madinah setelah hijrah.
Hadis ini terkait dengan firman Allah sebagai ayat pertama yang mengizinkan umat Islam untuk berperang. Allah berfirman:
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
Waddan atau Abwa merupakan salah satu daerah yang terletak di antara kota Mekkah dan Madinah. Oleh karenanya, perang ini diberi nama Perang Abwa atau Perang Wuddah.
Baca juga: Perang Badar (1): Menguji Kesetiaan Kaum Anshar
Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi dalam "Fiqhus Sirah Nabawiyah ma’a Mujazin li Tarikhil Khilafahir Rasyidah" menjelaskan, bahwa hadis-hadis shahih dan atsar menyebutkan perintah perang turun setelah hijrahnya Rasulullah SAW.
Di antaranya adalah hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, kemudian dipublish oleh Syekh al-Buthi:
اَلْأَنَ نَغْزُوْهُمْ وَلَايَغْزُوْنَا
Artinya, “Saat ini, kita yang akan memerangi mereka, bukan mereka yang akan memerangi kita.” (HR Bukhari )
Menurut al-Buthi, hadis ini akhirnya direalisasikan pada bulan Safar tahun kedua hijriah bertepatan dengan bulan Agustus, tahun 623 M, tepatnya 12 bulan setelah Rasulullah menetap di Madinah setelah hijrah.
Hadis ini terkait dengan firman Allah sebagai ayat pertama yang mengizinkan umat Islam untuk berperang. Allah berfirman:
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
Lihat Juga :