4 Istri Nabi Muhammad SAW yang Berstatus Janda saat Dinikahi
Senin, 12 September 2022 - 18:33 WIB
loading...
A
A
A
Pernikahan Nabi SAW dengan Sayyidah Saudah dilaksanakan pada bulan Ramadhan tahun kesepuluh kenabian. Dikatakan dalam riwayat lain tahun kedelapan Hijrah dengan mahar sekitar 400 dirham. Rasulullah kemudian mengajaknya berhijrah ke Madinah.
Menurut Haekal, tidak ada suatu sumber yang menyebutkan, bahwa Saudah adalah seorang wanita yang cantik, atau berharta atau mempunyai kedudukan yang akan memberi pengaruh karena hasrat duniawi dalam perkawinannya itu.
Baca juga: Saudah Binti Zam'ah, Istri Nabi yang Paling Panjang Tangannya
Perempuan yang dinikahi Rasulullah dan berstatus janda selanjutnya adalah Hafshah binti Umar bin Khattab . Sebagaimana ayahnya, Sayyidah Hafshah memiliki kepribadian yang kuat. Selain itu, beliau juga seorang wanita yang pandai dalam hal membaca dan menulis, meskipun pada waktu itu kemampuan tersebut belum lazim dimiliki oleh kaum wanita.
Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad, Sayyidah Hafshah bersuamikan Khunais bin Khudzafah As-Sahmi. Sang suami sahid pada Perang Badar, pada sekitar 2-3 Hijriyah. Sayyidah Hafshah menjadi janda saat masih muda, belum genap 18 tahun.
Umar bin Khattab sempat meminta kepada Abu Bakar untuk menikahi putrinya itu namun Abu Bakar menolak. Begitu juga Utsman bin Affan. “Saat ini aku belum ingin menikah,” jawab Utsman menolak permintaan Umar bin Khatab.
Umar tertekan karena ditolak kedua sahabatnya itu. Padahal keduanya adalah sahabat karib yang sama-sama mengetahui kedudukan Umar. Oleh karena itu, Umar merasa sedih dan terpukul kemudian pergi menghadap kepada Rasulullah untuk mengadukan nasibnya.
Rasulullah tersenyum kemudian bersabda, “Hafshah akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Abu Bakar dan Utsman sementara Utsman akan menikah dengan wanita yang lebih baik daripada Hafshah.”
Pada bulan Sya’ban tahun ke-3 H seluruh kota Madinah memberkahi pernikahan Nabi dengan Hafshah binti Umar ibn Khattab. Dalam Bilik-bilik Cinta Muhammad (Nizar Abazhah dalam, 2018) dan Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW (M Quraish Shihab, 2018) disebutkan bahwa alasan Nabi Muhammad menikahi Sayyidah Hafshah adalah untuk memperhatikan keluarga sahabatnya, baik Umar bin Khattab maupun Khunais bi Hudzafah yang gugur di medan perang.
Baca juga: Sayyidah Hafshah, Istri Rasulullah yang Sempat Dapat Talak Satu
Menurut Haekal, tidak ada suatu sumber yang menyebutkan, bahwa Saudah adalah seorang wanita yang cantik, atau berharta atau mempunyai kedudukan yang akan memberi pengaruh karena hasrat duniawi dalam perkawinannya itu.
Baca juga: Saudah Binti Zam'ah, Istri Nabi yang Paling Panjang Tangannya
Perempuan yang dinikahi Rasulullah dan berstatus janda selanjutnya adalah Hafshah binti Umar bin Khattab . Sebagaimana ayahnya, Sayyidah Hafshah memiliki kepribadian yang kuat. Selain itu, beliau juga seorang wanita yang pandai dalam hal membaca dan menulis, meskipun pada waktu itu kemampuan tersebut belum lazim dimiliki oleh kaum wanita.
Sebelum menikah dengan Nabi Muhammad, Sayyidah Hafshah bersuamikan Khunais bin Khudzafah As-Sahmi. Sang suami sahid pada Perang Badar, pada sekitar 2-3 Hijriyah. Sayyidah Hafshah menjadi janda saat masih muda, belum genap 18 tahun.
Umar bin Khattab sempat meminta kepada Abu Bakar untuk menikahi putrinya itu namun Abu Bakar menolak. Begitu juga Utsman bin Affan. “Saat ini aku belum ingin menikah,” jawab Utsman menolak permintaan Umar bin Khatab.
Umar tertekan karena ditolak kedua sahabatnya itu. Padahal keduanya adalah sahabat karib yang sama-sama mengetahui kedudukan Umar. Oleh karena itu, Umar merasa sedih dan terpukul kemudian pergi menghadap kepada Rasulullah untuk mengadukan nasibnya.
Rasulullah tersenyum kemudian bersabda, “Hafshah akan menikah dengan orang yang lebih baik daripada Abu Bakar dan Utsman sementara Utsman akan menikah dengan wanita yang lebih baik daripada Hafshah.”
Pada bulan Sya’ban tahun ke-3 H seluruh kota Madinah memberkahi pernikahan Nabi dengan Hafshah binti Umar ibn Khattab. Dalam Bilik-bilik Cinta Muhammad (Nizar Abazhah dalam, 2018) dan Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW (M Quraish Shihab, 2018) disebutkan bahwa alasan Nabi Muhammad menikahi Sayyidah Hafshah adalah untuk memperhatikan keluarga sahabatnya, baik Umar bin Khattab maupun Khunais bi Hudzafah yang gugur di medan perang.
Baca juga: Sayyidah Hafshah, Istri Rasulullah yang Sempat Dapat Talak Satu
Lihat Juga :