Begini Cara Wudhu yang Sah Menurut Gus Baha
Jum'at, 16 September 2022 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Para Malaikat langsung membuat pembatas. Sejak ada pembatas itu, yang ini disebut golongan kiri, dan yang itu golongan kanan. Nah, golongan kanan dipilah-pilah lagi, papan atas, papan tengah, papan bawah. Kemudian yang cahayanya redup itu masuk kemana saya tidak tahu (hehehe). Jadi, orang-orang berdosa akan terlihat wajahnya gelap.
Makanya Nabi berdoa: "Ya Allah, jadikan Nur di bawahku, di atasku di samping kiri-kanan. Jadikan semua itu Nur."
Bayangkan seluruh tubuhmu bercahaya, Kanjeng Nabi akan lebih mudah mengenalinya. Wajah dan tangannya bersinar, lebih mudah dikenali.
Makanya kalau berwudhu itu dilebihkan. Jadi mengusap kepala itu begini, minimal untuk wudhu sholat fardhu. Untuk sholat qobliyah-bakdiya tidak usah. Minimal wudhu untuk sholat fardhu.
Begini lho, sampai ke tengkuk diulangi lagi sampai tiga kali. Saya pun jarang wudhu sempurna kecuali untuk sholat fardhu.
Dulu Rasulullah SAW pun begitu, kalau bukan untuk sholat fardhu maka wudhunya biasa. Kalau untuk sholat fardhu wudhunya spesial sampai ke sela-sela jari dan lain sebagainya.
Misalnya membasuh tangan, maka lebihkan hingga ke lengan atas. Kalau membasuh kaki, maka sampai separuh betis dan seterusnya. Pokoknya dilebihkan!
Jadi kesimpulan dari kajian Gus Baha ini, apabila berwudhu, jangan lupa menyempurnakannya supaya nanti di Akhirat kita mudah dikenali oleh Rasulullah SAW.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Penjelasan Gus Baha tentang Air yang Sah untuk Berwudhu
Berikut Video Tausiyah Gus Baha diunggah Channel YouTube Santri Gayeng 15 Desember 2020:
Makanya Nabi berdoa: "Ya Allah, jadikan Nur di bawahku, di atasku di samping kiri-kanan. Jadikan semua itu Nur."
Bayangkan seluruh tubuhmu bercahaya, Kanjeng Nabi akan lebih mudah mengenalinya. Wajah dan tangannya bersinar, lebih mudah dikenali.
Makanya kalau berwudhu itu dilebihkan. Jadi mengusap kepala itu begini, minimal untuk wudhu sholat fardhu. Untuk sholat qobliyah-bakdiya tidak usah. Minimal wudhu untuk sholat fardhu.
Begini lho, sampai ke tengkuk diulangi lagi sampai tiga kali. Saya pun jarang wudhu sempurna kecuali untuk sholat fardhu.
Dulu Rasulullah SAW pun begitu, kalau bukan untuk sholat fardhu maka wudhunya biasa. Kalau untuk sholat fardhu wudhunya spesial sampai ke sela-sela jari dan lain sebagainya.
Misalnya membasuh tangan, maka lebihkan hingga ke lengan atas. Kalau membasuh kaki, maka sampai separuh betis dan seterusnya. Pokoknya dilebihkan!
Jadi kesimpulan dari kajian Gus Baha ini, apabila berwudhu, jangan lupa menyempurnakannya supaya nanti di Akhirat kita mudah dikenali oleh Rasulullah SAW.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Penjelasan Gus Baha tentang Air yang Sah untuk Berwudhu
Berikut Video Tausiyah Gus Baha diunggah Channel YouTube Santri Gayeng 15 Desember 2020:
(rhs)
Lihat Juga :