Hari Raya Yahudi Awalnya Jumat, Mereka Mengubah Menjadi Sabtu

Sabtu, 24 September 2022 - 13:13 WIB
loading...
A A A
Mereka yang memberi peringatan kepada kaumnya menjawab, "Sebagai permintaan maaf kepada Tuhan kalian, kami tidak menyukai perbuatan mereka, dan barangkali saja mereka mau bertakwa (kepada Allah)."

Baca juga: Kisah Bijak Para Sufi: Cara Menangkap Kera

Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, "Ketika mereka dalam keadaan demikian, maka pada pagi harinya orang-orang yang tidak ikut berburu di tempat perkumpulan dan masjid-masjidnya merasa kehilangan orang-orang yang berburu, mereka tidak melihatnya.

Pada pagi harinya mereka menjadi kera di dalam rumahnya masing-masing, dan sesungguhnya orang-orang yang melihat keadaan mereka mengenal seseorang yang dikenalnya kini telah berubah bentuk menjadi kera. Para wanitanya menjadi kera betina, dan anak-anaknya menjadi kera kecil."

Ibnu Abbas mengatakan, seandainya Allah tidak menyelamatkan orang-orang yang melarang mereka berbuat kejahatan itu, niscaya semuanya dibinasakan oleh Allah. Kampung tersebut adalah yang disebut oleh Allah SWT dalam firman-Nya kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu: "Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut." ( QS Al-A'raaf : 163) hingga akhir ayat.

Membagi Kampung
As-Saddi meriwayatkan kemudian sebagian dari kalangan mereka berkata kepada sebagian yang lain, "Orang-orang yang suka berburu di hari Sabtu sedang sibuk, marilah kita lihat apakah yang sedang mereka lakukan."

Lalu mereka berangkat untuk melihat keadaan orang-orang yang berburu di rumah­rumah mereka, ternyata mereka menjumpai rumah-rumah tersebut dalam keadaan terkunci. Rupanya mereka memasuki rumahnya masing­masing di malam hari, lalu menguncinya dari dalam, seperti halnya orang yang mengurung diri.

Menurut As-Saddi, ulama di antara mereka sudah memperingatkan. "Celakalah kalian, sesungguhnya kalian melakukan perburuan di hari Sabtu, sedangkan hari tersebut tidak dihalalkan bagi kalian."

Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami hanya menangkapnya pada hari Ahad, yaitu di hari kami mengambilnya." Maka orang-orang yang ahli hukum berkata, "Tidak, melainkan kalian menangkapnya di hari kalian membuka jalan air baginya, lalu ia masuk."

Baca juga: Kisah Sufi Khwaja Ali Ramitani: Cara Menangkap Kera

Ketika mereka menolak nasihat tersebut, maka orang-orang yang taat kepada perintah Allah berkata, "Demi Allah, kami tidak mau hidup bersama kalian dalam satu kampung." Lalu mereka membagi kampung itu menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh sebuah tembok penghalang.

Lalu kaum yang taat pada perintah Allah membuat suatu pintu khusus buat mereka sendiri, dan orang-orang yang melanggar pada hari Sabtu membuat pintunya sendiri pula.

Nabi Daud as melaknat mereka yang melanggar di hari Sabtu itu. Kaum yang taat pada perintah Allah keluar memakai pintunya sendiri, dan orang-orang yang kafir keluar dari pintunya sendiri pula.

Pada suatu hari orang-orang yang taat pada perintah Tuhannya keluar. Sedangkan orang-orang yang kafir tidak membuka pintu khusus mereka. Maka orang-orang yang taat melongok keadaan mereka dengan menaiki tembok penghalang tersebut setelah merasakan bahwa mereka tidak mau juga membuka pintunya.

Ternyata mereka yang kafir itu telah berubah ujud menjadi kera, satu sama lainnya saling melompati. Kemudian orang-orang yang taat membuka pintu mereka, lalu kera-kera tersebut keluar dan pergi menuju suatu tempat. Yang demikian itu dijelaskan di dalam firman-Nya: "Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dila­rang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepada mereka, "Jadilah kalian kera yang hina!" ( QS Al-A'raaf : 166)

Kisah inilah yang pada mulanya disebutkan oleh firman-Nya: "Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam." ( QS Al-Maaidah : 78) hingga akhir ayat. Merekalah yang dikutuk menjadi kera-kera itu.

Baca juga: Begini Nasib Bani Israil yang Dikutuk Allah Taala Jadi Kera dan Babi
(mhy)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3043 seconds (11.210#12.26)