Siapa yang Dimaksud Orang yang Tersesat di Surat Al-Fatihah?
Selasa, 27 September 2022 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Di dalam ayat ni terkandung obat bagi hati seorang muslim dari penyakit pembangkangan,kebodohan dan kesesatan. dan juga terkandung dalil bahwasannya nikmat paling agung secara mutlak adalah nikmat Islam. Maka barangsiapa yang lebih mengetahui kebenaran dan lebih mengikutinya maka dia lebih pantas meraih hidayah jalan yang lurus.
Dan tidak ada keraguan bahwa para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam adalah orang-orang yang paling utama meraih hal itu setelah para nabi alaihim salam. maka ayat ini menunjukkan keutamaan dan agung nya kedudukan mereka. Semoga Allah meridhoi mereka.
Dan disunnahkan bagi orang yang membaca Al-Qur'an dalam sholat untuk mengucapkan “Aamiin” setelah membaca surat al-Fatihah. dan maknanya adalah “Ya Allah kabulkanlah doa kami”. dan ia bukan suatu ayat dari surat al-Fatihah menurut kesepakatan para ulama oleh karena itu mereka telah bersepakat untuk tidak menulisnya di dalam mushaf.
Namun terjadi perbadaan di kalangan ulama tentang term ad-Dhoolliin ini. Karena ayat ini sebenarnya tidak disebutkan secara eksplisit kata Nasrani, sehingga kemudian tidak heran jika masih terdapat perbedaan pandangan tentang siapa yang dirujuk oleh kataad-Dhoolliin.
Imam as-Sya’rawi memilih untuk tidak merujuk kataad-Dhōllīinke kelompok agama tertentu, dan beliau memilih untuk mengartikannya sebagai orang yang mengambil jalan yang sesat yakni disebabkan orang tersebut tidak mengambil jalan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Baca juga: Allah Berdialog dengan Hamba-Nya Melalui Surah Al-Fatihah
Wallahu A'lam
Dan tidak ada keraguan bahwa para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam adalah orang-orang yang paling utama meraih hal itu setelah para nabi alaihim salam. maka ayat ini menunjukkan keutamaan dan agung nya kedudukan mereka. Semoga Allah meridhoi mereka.
Dan disunnahkan bagi orang yang membaca Al-Qur'an dalam sholat untuk mengucapkan “Aamiin” setelah membaca surat al-Fatihah. dan maknanya adalah “Ya Allah kabulkanlah doa kami”. dan ia bukan suatu ayat dari surat al-Fatihah menurut kesepakatan para ulama oleh karena itu mereka telah bersepakat untuk tidak menulisnya di dalam mushaf.
Namun terjadi perbadaan di kalangan ulama tentang term ad-Dhoolliin ini. Karena ayat ini sebenarnya tidak disebutkan secara eksplisit kata Nasrani, sehingga kemudian tidak heran jika masih terdapat perbedaan pandangan tentang siapa yang dirujuk oleh kataad-Dhoolliin.
Imam as-Sya’rawi memilih untuk tidak merujuk kataad-Dhōllīinke kelompok agama tertentu, dan beliau memilih untuk mengartikannya sebagai orang yang mengambil jalan yang sesat yakni disebabkan orang tersebut tidak mengambil jalan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Baca juga: Allah Berdialog dengan Hamba-Nya Melalui Surah Al-Fatihah
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :